Kamis, 06 September 2012

Ambisi Kehidupan Duniawi

Hidup Bersahaja Sebagai Pilihan Kehati-hatian!

AMBISI dan keinginan manusia seringkali sangatlah muluk. Apa saja yang dimilikinya selalu terasa kurang. Oleh karenanya, ada yang mengibaratkan perlombaan hidup duniawi seperti menaiki kendaraan di jalan raya. Setiap kali melihat kendaraan lain di depan, kita selalu berhasrat untuk mendahuluinya. Segala daya dikerahkan, dan sekecil apa pun peluang dimanfaatkan. Namun, ketika kendaraan itu telah berhasil dilampaui, kepuasannya hanya sekejap mata. Sebab, di depan kita ternyata sudah ada lagi ratusan bahkan ribuan kendaraan lain. Maka, berkobarlah kembali hasrat itu, bahkan semakin menggila. Tanpa sadar, kita pun terjun dalam perlombaan yang tak berujung.

Demikian pulalah ambisi kehidupan duniawi, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Seandainya anak Adam mempunyai harta sebanyak dua lembah, niscaya dia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang bisa memenuhi rongga (perut) anak Adam kecuali tanah, dan Allah akan menerima pertaubatan siapa saja yang mau bertaubat.” (Riwayat Bukhari dari Ibnu ‘Abbas, dan Muslim dari Anas bin Malik).


Benar. Tidak akan ada yang bisa menghentikan ambisi seperti itu selain kematian; tatkala tanah telah memenuhi rongga perut manusia. Ketika itulah segala ambisinya padam, dan ia pergi hanya berbekal secarik kain kafan. Dilepasnya segala yang selama ini ia perjuangkan mati-matian: rumah dan kendaraan, emas dan perak, anak dan istri, karir dan jabatan, bahkan seluruh dunia ini. Hanya amal yang menyertai, entah baik atau buruk.

Jika nasib seluruh manusia akan seperti itu, mengapa kita tidak memilih meringankan beban dan menyederhanakan hidup? Mengapa kita tidak mengambil dari dunia ini seperlunya karena ia pasti ditinggalkan, dan memperbanyak bekal yang pasti dibawa menghadap Allah, yakni amal shalih? Dikatakan dalam sebuah hadits,  

“Orang cerdik adalah seseorang yang menundukkan dirinya dan beramal untuk (mempersiapkan kehidupan) setelah kematian. Sedangkan orang lemah adalah seseorang yang memperturutkan hawa nafsunya, kemudian berangan-angan (mendapat rahmat) Allah.” (Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah, dari Syaddad bin Aus, dengan isnad lemah).

Maka, demikianlah peragaan nyata yang diperlihatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para Sahabatnya. Tempat tinggal dan perabot rumah tangga mereka bersahaja, tidak tergoda oleh kemewahan. Makanan dan pakaian mereka pun sederhana, tidak berlebihan. Tetapi, jangan tanya amal mereka: shalatnya, puasanya, sedekahnya, jihadnya, tilawahnya, dzikirnya, tawakkalnya, sabarnya, dsb. Kehidupan mereka secara tepat digambarkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Fadhalah bin ‘Ubaid, “Beruntunglah orang yang diberi hidayah ke dalam Islam, penghidupannya mencukupinya, dan ia merasa puas dengannya.” (Riwayat Tirmidzi. Hadits hasan-shahih).

Sungguh, inilah kebahagiaan: hidup dalam naungan Islam, diberi rezeki yang cukup, dan memiliki hati yang puas (qana’ah). Jika salah satunya hilang, maka yang lain menjadi limbung bahkan ambruk tanpa daya. Oleh karenanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdoa, “Ya Allah, jadikanlah rezeki keluarga Muhammad itu mencukupi.” (Riwayat Muslim, dari Abu Hurairah). “Cukup” artinya: tidak kurang sehingga menggelisahkan, dan tidak berlebih sehingga menyibukkan.

Mungkin, ada yang terpikir, bahwa pilihan itu berarti hidup berkekurangan, melarat dan memprihatinkan. Namun, kehidupan para Sahabat dan generasi Salaf ternyata tidak seperti itu. Banyak diantara mereka yang penghasilannya “mencengangkan”. Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman dan ‘Abdurrahman bin ‘Auf adalah contoh-contoh klasik dalam kategori ini.

Tetapi, mereka mengambil secukupnya bagi diri sendiri, lalu menyalurkan selebihnya di jalan Allah. Sejarah mencatat bagaimana Abu Bakar menyerahkan seluruh hartanya, ‘Umar menginfakkan setengah hartanya, dan ‘Utsman menyiapkan ribuan kuda perang lengkap dengan persenjataan dan perbekalannya. Tidak ketinggalan, ‘Ali bin Abi Thalib pernah bersedekah senilai 40 ribu dirham (setara 2,7 milyar rupiah lebih). Penghasilan tahunan Laits bin Sa’ad sekitar 20 ribu dirham, sedangkan ‘Abdurrahman bin Mahdi meraup 2 ribu dinar per tahun (senilai 4,4 milyar lebih). Apakah mereka hidup mewah? Ternyata tidak. Lalu, kemana larinya uang sebanyak itu? Ya, mereka membagikannya. Mereka berbahagia telah menjadi perantara Allah dalam membagikan rezeki kepada hamba-hamba-Nya.

Barangkali, di sinilah letak perbedaan generasi mereka dengan sebagian orang di masa sekarang. Keduanya sama-sama bekerja keras meraih apa yang bermanfaat bagi mereka, namun setelah berhasil sikap hidupnya ternyata berbeda. Yang satu tetap bersahaja dan tidak enggan berbagi, sementara yang lain segera berubah dan semakin pelit. Jika demikian masalahnya, maka benarlah perkataan Imam Syafi’i, “Kefakiran para ulama’ adalah pilihan mereka sendiri, sedangkan kefakiran orang-orang bodoh adalah karena terpaksa.” (Dikutip an-Nawawi dalam Tahdzibul Asma’ wal Lughat).

Para pendahulu kita itu memilih hidup bersahaja diatas segala kelimpahan materi yang mereka miliki, secara sengaja dan sadar. Sementara sebagian dari kita memburu kelimpahan itu lalu menumpuknya untuk diri sendiri, dan terkadang samasekali tidak memperdulikan kehalalannya. Jika pun hidup bersahaja, seringkali karena tidak ada pilihan lain. Maka, berhati-hatilah orang yang menjadikan ‘Abdurrahman bin ‘Auf sebagai idolanya! Jangan semata-mata tergiur dengan besarnya harta yang beliau miliki, namun tidak memperhatikan bagaimana beliau hidup dan kemana harta itu disalurkan dan dibelanjakan.

Sementara di sisi lain, adalah sosok pemimpin teladan bernama Salman al Farisi, salah seorang sahabat Rasulullah. Ketika kekhalifahan Umar bin Khattab, Salman diangkat untuk menjadi Gubernur Kufah  penduduk memadati jalan raya untuk menyambut kedatangannya dengan mewah. Betapa kagetnya masyarakat, dikira kedatangannya  akan diiringi sebuah pasukan besar, tidak tahunya ia datang sendiri dengan menunggang seekor keledai.

Seperti diketahui, kala itu penduduk Iraq hidup berdampingan dengan Persia yang dikenal memiliki istana megah menjulang tinggi dipenuhi emas dan permadani. Penduduk Kufah mengira Islam adalah agama yang megah dan mewah ternyata mereka salah.

“Kami datang secara bersahaja. Kami hidup untuk jiwa, dan kami datang untuk mengangkat derajat iman di dalam hati.”

Kala menjadi menjadi Gubernur Kufah dan ia mendapatkan gaji 5000 dirham, gaji sebagai pejabat daerah ia justru membagi gajinya menjadi 3 bagian. Sepertiga untuk dirinya, sepertiga untuk hadiah dan sepertiga sisanya untuk sedekah Saat sakaratul maut, Salman menangis. Penduduk Kufah pun bertanya, “Kenapa engkau menangis?” “Aku menangis karena Rasulullah pernah bersabda kepada kami, Hendaklah bekal kalian di dunia seperti bekal orang yang bepergian. Sementara kita semua lebih suka menumpuk harta dunia.” Demikian Salman mengutip hadits yang diriwayatkan Ahmad. Penduduk lantas menjawab, “Semoga Allah mengampunimu. Lantas sebanyak apa harta yang kau miliki Salman?” “Apa kalian meremehkan ini? Aku takut pada hari kiamat akan ditanya tentang sorban, tongkat dan wadah ini.” Inilah sikap zuhud dan wara’ nya seorang beriman bernama Salman al-Farisi.  

Wallahu a’lam.*/Alimin Mukhtar

Label

'idul adha adab dan sunnah adik saudara sepersusuan adzan air kencing bayi air kencing Rasulullah Akhirat akhlak Akhlaq Kepribadian Akhwat akidah Al Qur'an Al Qur#039;an Al Quran Al-Qur'an Alam Aliran-aliran Amalan AMALIYAH NU anak Analisa Angin Aqidah Aqiqah Artikel Artikel IImiah Asmara Astronomi ASWAJA Azab Bab Adab Bab Nikah Bab Puasa Bab Sholat Bab Thaharah Bab Zakat bantahan belajar islam Berita bersin Bid'ah bid'ah dalam aqidah bid'ah dalam ibadah Biografi Biologi Bisnis Blackberry Budaya Budi Daya buka puasa buku Cantik Fisik catatanku Cerpen Chairil Anwar Curahan Hati Curhat daging qurban Dakwah Dakwah Pemikiran Islam dakwah umum Dambaan insan Dari Salafushshalih Dasar Islam Dasar Keislaman demam Desain Dhaif Do'a do'a buka puasa Do'a dan Dzikir Doa doa bersama doa sholat tarawih download dunia islam Dunia Islam Kontemporer Dzikir dzikir dengan tangan kiri Ekonomi Eksoplanet Emansipasi Emha Ainun Nadjib Fakta Ilmiah Fakta Jin-Iblis-Syetan Fakta Manusia faraidh Fenomena Asteroid Fenomena Bencana Alam Fenomena Bintang Fenomena Bulan Fenomena Bumi Fenomena Hewan Fenomena Kutub Fenomena Langit Fenomena Matahari Fenomena Meteorit Fenomena Petir Fenomena Planet Fenomena Ruang Angkasa Fenomena Tumbuhan Fiqh Fiqh Muamalat Fiqh Wanita Fiqih Fisika Galaksi Geografi Geologi gerhana gigi palsu Hadis Hadis 40 hadist Hadits Hadits Palsu HAID Halal Haram HAM HARI RAYA ID HUKUM ISLAM hukum natal bersama hutang i'tikaf Ibadah ibadah yang baik ibu mertua ilmu ilmuan muslim Ilmuwan imam terlalu cepat bacaannya IMAN Inovasi intermezzo Internet Iptek iqomah isbal Islam jabat tangan setelah sholat JADWAL RAMADHAN Jagad Raya Jalaluddin Rumi jamaah sholat jumat jenazah Jual Beli judi junub Kabar Dalam Negeri kabar manca negara Kahlil Gibran Kajian Karya Buku Karya Ulama KB Keajaiban Alam Keajaiban Hewan KECANTIKAN Kecelakaan Maut Kehutanan Kelautan keluarga Kepemerintahan Kepengurusan Kerajaan Kesehatan Keuangan Keutamaan KHITAN Khitan Wanita khurofat Khutbah Khutbah Jum'at khutbah jumat Khutbah Rasulullah saw Kiamat Kidung Hati Kimia Kisah Kisah Kami Kisah Nyata Kisah Orang-Orang Shaleh Kisah Teladan Komputer Konversi Energi Kosmologi Kumpulan Do'a Kumpulan Kata lafadz adzan lafadz iqomah Lain-Lain Lalu Lintas lembaga sosial Lingkungan Hidup Lubang Hitam macam puasa sunnah mahram Makanan mandi jum'at mandi wajib Manhaj Manusia Manusia dan Teknologi masjid masjid quba Masuk Perguruan Tinggi Matahari Materi gelap Mayit media cetak memandikan jenazah membayar zakat memotong kuku memotong rambut mendahului gerakan imam menemani sholat jamaah menembok kuburan mengadzankan mayit di liang kubur mengangkat tangan menghadiahkan pahala mengqadha puasa menguburkan jenazah mengucapkan selamat natal mengusap kepala Mengusap muka setelah berdoa menikah di bulan syawwal menikah setelah berzina meninggal dunia Meninggalkan sholat jum'at menjawab adzan menjual kotoran hewan menyapu kepala menyentuh wanita Meteorologi Meteorologi-Klimatologi mihrab Mineralogi minum air zamzam Motivasi motivasi belajar Motivasi Beramal MQ (menejemen qolbu) mu'athilah Muallaf muamalah Muhasabah Mungkar murottal Muslimah Muslimah Articles Musyabbihah Mutiara Hikmah Mutiara Kalimat Mutiara Tafakur Nabi Muhammad Nagham Alqur'an Nasehat Neraka News niat sholat nikah nisfu aya'ban Oase Iman Olah Raga OLAHRAGA Otak PAKAIAN panas PAUD Pendidikan Penelitian penelitian sunnah Pengembangan Diri Pengobatan Akibat Sihir Peninggalan Sejarah Penjajahan Pentingnya Waktu Peradaban Islam Perbandingan Agama dan Aliran Perbankan Pergaulan Perkawinan Perkembangan Da'wah Islam Permata Hati pernikahan Personaliti Pesawat Ruang Angkasa Pesepakbola Muslim Pojok Ramadhan posisi imam wanita produksi awal program kerja Proyek Luar Angkasa Psikologi Puasa puasa daud puasa rajab Puasa Setiap Hari puasa sunnah puasa wanita hamil Puisi Puisi bahasa Ingris qunut nazilah QURAN radar lampung Radio Rajab Ramadhan ramalan cuaca Renungan Riba dan Jual Beli salafush shalih salah bacaan sholat Salam Khudam Sastra sedekah Sejarah Sejarah Islam SEKS Sentilan Seputar Daerah Buton Shalat shodaqoh shodaqoh melebihi kadar Sholat sholat dan keputihan sholat di rumah sholat ghoib sholat jamaah sholat jamaah estafet sholat jumat sholat jumat wanita sholat pindah tempat sholat qashar sholat sambil melihat mushaf sholat sendirian sholat sunnah sholat sunnah qobliyah isya sholat sunnah sebelum asar sholat sunnah setelah shubuh sholat takhiyatul masjid sholat wanita sifat dzatiyah sifat fi'aliyah Sihir Simpan Pinjam Sirah Siroh Shahabiyyah Software Islami Sosial Kemasyarakatan Sosiologi sujud sahwi sujud syukur sumpah dan nadzar Sunnah sutrah sutroh syafaat Syurga Tafakur Alam Semesta Tafsir Tafsir Al-Qur'an tahlilan Takbirotul ihram takwil mimpi tambal gigi tamsil Tanda Akhir Zaman Tanda-Tanda Kiamat Tanya jawab Tarbiyah Tasawwuf dan Adab tata cara tidur menurut sunnah Tata Surya Taufiq Ismail Tauhid tayammum Tazkirah Tazkiyah tazkiyatun nafs Tech News Teknik Sipil teladan Tenaga Kerja tertawa saat sholat Thoharoh tidak taat suami tinggi TK Tokoh Tokoh Dan Ulama Tokoh Islam Tools TPA Tsunami Tujuan Hidup tuntunan sholat uang pensiun dari riba uang riba ucapan assalamualaika UNCATEGORY Video da'wah video Motivasi Diri Video Muhasabah video murotal W. S. Rendra waktu membaca doa wanita wanita haid Wisata wudhu yasinan zakat zakat anak kepada orang tua zakat barang temuan zakat harta zakat harta warisan zakat hasil perkebunan zakat hasil pertanian zakat mal zakat padi zakat pns zakat tanah zina