Kamis, 09 Agustus 2012

Ramadhan Bulan Taubat

Manfaatkan Ramadhan Bulan Taubat
 
Bulan Ramadhan merupakan penghulu segala bulan dalam setahun, sebagaimana hari Jumat penghulu segala hari dalam seminggu, karena itu mari kita perbanyak amal salih dalamnya, minta ampun dan taubat kepada Allah swt.

Dalam hadist yang panjang disebutkan, bahwa Allah Swt menyeru hambaNya pada awal Ramdhan dengan tiga seruan yaitu: Pertama, siapa yang mencintai Kami, maka Kami akan mencintainya, Kedua, siapa yang mencari Kami, maka Kami akan mencarinya Ketiga, siapa yang minta ampun kepada Kami, maka kami pasti mengampuninya

Firman Allah Swt, artinya: 

 Wahai orang yang beriman bertaubatlah kamu kepada Allah sebagai taubat yang memberi nasihat kepada kamu (QS Attahrim: 8)

Ayat di atas menjelaskan bahwa kita wajib taubat setiap waktu, cuma saja taubat di bulan ramadhan lebih mudah diterima Allah taala, karena menghormati bulan mulia ini sama seperti orang mengatakan, bek meupat di beleun ramadhan. Ini bukan berarti mengupat itu boleh pada bulan selain ramadhan. Di bulan ramadhan lebih di cegah lagi mengupat, karena menghormati bulan ramdhan dan dosanya lebih besar dibandingkan dengan mengupat di luar bulan ramadhan.

Bulan suci ramadhan adalah bulan rahmah, bulan magfirah dan bulan itguminanar sebagaimana kata setengah ulama, bulan ramadhan dibagi kepada tiga bagian yaitu: Pertama, bagian awal di mulai dari tanggal 1 s.d 10 Ramadhan. Dalam 10 awal bulan ini penuh dengan rahmat atau kasih sayang Allah kepada hambanya yang berpuasa.

Kedua, bahagian kedua dimulai tanggal 11 s.d 20 Ramadhan . Dalam pertengahan bulan ini penuh dengan pengampunan Allah kepada hambaNya yang puasa. Ini sesuai dengan sabda Nabi dalam satu hadist: Artinya: barang siapa yang menghidupkan bulan suci ramadhan karena percaya mendapat pahala disisi Allah dan karena iklas maka diampuni dosanya yang telah lalu.

Ketiga, bagian ketiga dimulai dari 21 s.d 30 Ramadhan. Dalam 10 yang akhir ini, Allah memerdekakan hambaNya yang berepuasa dari api neraka. Kita mohon kepada Allah agar kita mendapat pengampunan dari Allah dan dapat selamat dari api neraka. Allah taala telah menyuruh hambaNya bertaubat. Dalam banyak ayat Al-Quran di antarnya: 

Artinya: Dan bertaubatlah kamu kepada Allah sekalian kamu hai orang yang beriman (QS An-Nur: 21)

Artinya : Hai kaumku minta ampunlah kamu kepada Allah kemudian bertaubatlah kamu kepadanya niscaya Allah akan menurunkan hujan kepadamu yang terus menerus. (QS Hud: 52). Allah Juga mencintai orang orang yang taubat dan mencintai orang orang yang suci, firman Allah: Artinya: Sesungguhnya Allah mencintai orang orang yang taubat dan mencintai orang orang yang suci (QS Al-Baqarah: 222). Banyak lagi ayat lain yang memerintah kita bertaubat dan memuji orang orang yang bertaubat.

Rasulullah juga memuji orang-orang yang bertaubat setelah melakukan kesalahan dengan sabdanya: Artinya: Tiap tiap anak Adam mempunyai kesalahan dan sebik-baik orang yang salah itu yaitu orang yang mau bertaubat. Taubat menurut bahasa adalah menyesal atas kesalahan yang telah kita lakukan. Dalam hal ini Nabi Muhammad Saw berkata: Artiya: Taubat itu menyesal.

Pengertian taubat menurut syariat Islam ialah yaitu menyesal atas segala maksiat dan dosa-dosa yang telah kita lakukan dan kembali kepada Allah serta minta ampun kepadaNya. Kalau ada orang orang yang berbuat salah kemudian dia tidak mau bertaubat, maka dia telah menganiaya dirinya sendiri. Hal ini dinyatakan oleh Allah dalam Al-Quran 

Artinya: Barang siapa yang tidak bertaubat kepada Allah, maka orang orang itu diangap telah menganiaya dirinya sendiri. (QS Al-Hujarat: 11)

Kemudian, Allah taala dalam Al-Quran menyuruh kita taubat kepadaNya dengan taubatan nasuha, artinya taubat yang murni. Para ulama telah membuat syarat untuk sah taubat seseorang dan diangap telah termasuk dalam taubat nasuha dengan tiga syarat: kalau kesalahan yang kita lakukan itu berhubungan dengan Allah dan hambaNya tetapi kalau taubat itu berhubungan dengan manusia, maka syarat sah taubat itu bertambah satu lagi menjadi empat syarat.

Adapun syarat taubat nasuha, apabila kesalahan yang dilakukan anak Adam itu berhubungan dengan Allah, contohnya seperti kita meningalkan salat, tidak berpuasa di bulan ramadhan dan lain-lain yang berhubungan dengan Allah taala, maka yang pertama berhenti dari melakukan kesalahan tersebut dengan segera, jangan menunda-nunda, dan berhenti dari maksiat tersebut. 
Contohnya seseorang sering minum minuman keras, maka harus segera meniinggalkan minuman keras dan judi tersebut, seperti hal yang di lakukan oleh sahabat Nabi, sebagian mareka senang mabuk-mabukan dan berjudi, maka manakala turun ayat: Artinya: Wahai orang-orang yang beriman sesunguhnya arak judi dan berkorban untuk berhala dan mengundi nasib anak panah adalah perbuatan yang paling keji dan termasuk perbuatan syaitan maka jahuilah perbuatan tersebut agar kamu mendapat kemenanagan (QS Al-Maidah 90)

Maka para sahabat itu langsung berhenti dan meningalkan minum arak dan judi. Ini namanya taubat nasuha, bukan seperti kita sudah dijelaskan bahwa itu haram masih menunda-nunda. Rasulullah memberi alamat kepada orang yang menunda-nunda taubat dengan mengatakan Artiya: Binasalah orang yang mengatakan saufa atubu (saya akan bertaubat)

Syarat kedua, taubat nasuha adalah menyesal atas segala kesalahan dan maksiat yang telah kita lakukan. Dalam hal ini Rasulullah bersabda, taubat itu dalah penyesalan. Kita menyesal tidak shalat, menyesal tidak berzakat dan sebagainya. Ini sudah ada syarat dari taubat nasuha. Adapun ketiga, syarat taubat nasuha rencana tidak kembali lagi kepada kesalahan dan maksiat yang telah kita lakukan dan dan rencana tidak berpindah maksiat yang lain yang belum pernah kita lakukan. Adapun seseorang yang berhenti dan masih berencana kembali lagi kepada maksiat tersebut atau berpindah ke maksiat lain, maka dia belum dinamakan taubat nasuha dan dosanya belum diampuni Allah swt.

Kalau seseorang menghentikan suatu kesalahan atau maksiat bukan dengan kesadaran, tetapi dengan terpaksa atau kesempatan berbuat maksiat tidak ada, maka orang tersebut belum dinamakan taubat nasuha, karena dia masih ada rencana kembali lagi. Kalau kondisi dan situasi memungkinkan, umpamanya seseorang meninggalkan maksiat main judi dan minuman keras di Aceh karena situasi dan kondisi tidak mengizinkan, tetapi bila dia pergi ke Medan atau Jakarta, maka dia akan kembali melakukan lagi disana, maka orang tersebut belum melaksanakan taubat nasuha.

Adapun apabila dosa yang dilakukan anak Adam manusia berhubungan dengan manusia seperti pembunuhan, maka selain harus ada tiga syarat taubat tadi harus ditambah dengan syarat yang keempat yaitu minta maaf dan minta dihalalkan oleh anak Adam. Misalnya kita membunuh orang bukan karena hak (qishas), maka baru ampunan dosa tersebut dengan minta maaf kepada ahli waris.

Kalau ahli waris tidak memaafkan, maka harus diberlakukan qishas terhadap pembunuh, artinya dengan memotong leher orang yang membunuh tersebut. Adapun orang yang membunuh sengaja bukan karena membuat kerusakan di muka bumi dan bukan karena qishas, maka dia seakan- akan telah membunuh orang seluruh dunia dan sebaliknya seorang yang menghidupkan satu jiwa, maka ia seperti menghidupkan manusia seluruh dunia. Dalam hal ini Allah berfirman Artinya: Bahwasanya seorang yang membunuh suatu jiwa bukan kerena qishas atau bukan karena berbuat kerusakan di muka bumi, maka orang tersebut telah membunuh sekalian manusia di seluruh dunia dan barang siapa yang menghidupkan satu jiwa maka seperti menghidupkan seluruh dunia di segi pahalanya. (QS Al- Maidah: 32)

Begitu juga kalau dosa kita karena mencuri hak orang, maka selain syarat yang tiga, di tambah lagi syarat yang keempat yaitu minta maaf atau halal terhadap orang yang kita curi hartanya, maka kita harus bayar harta tersebut kalau anak adam itu tidak memaafkanya.

Akhirnya saya mengajak kita semua untuk bertaubat di bulan suci ramadhan ini dari segala kesalahan dan maksiat yang telah kita lakukan, baik sengaja ataupun tidak, baik dosa antara kita dengan Allah taala maupun dosa sesama kita, karena bulan ini adalah bulan minta ampun kepada Allah Swt dan kepada manusia.

Sangat jauh beda kita taubat di bulan ini dengan bulan di luar bulan ramadhan di segi kualitasnya, karena taubat di bulan suci ramadhan menyamai 1.000 kali lipat taubat di luar bulan ramadhan yang mendapat 10 kali lipat saja. Mari kita mempebanyak amalan shalih seperti shalat tarawih, tasbih, istikarah, baca Al-Quran dan lain-lain dalam bulan ramadhan serta kita bertaubat kepada Allah sebagai taubat nasuha. 


(Khatib, Pimpinan Pesantren Babunnajah Banda Aceh)

Label

'idul adha adab dan sunnah adik saudara sepersusuan adzan air kencing bayi air kencing Rasulullah Akhirat akhlak Akhlaq Kepribadian Akhwat akidah Al Qur'an Al Qur#039;an Al Quran Al-Qur'an Alam Aliran-aliran Amalan AMALIYAH NU anak Analisa Angin Aqidah Aqiqah Artikel Artikel IImiah Asmara Astronomi ASWAJA Azab Bab Adab Bab Nikah Bab Puasa Bab Sholat Bab Thaharah Bab Zakat bantahan belajar islam Berita bersin Bid'ah bid'ah dalam aqidah bid'ah dalam ibadah Biografi Biologi Bisnis Blackberry Budaya Budi Daya buka puasa buku Cantik Fisik catatanku Cerpen Chairil Anwar Curahan Hati Curhat daging qurban Dakwah Dakwah Pemikiran Islam dakwah umum Dambaan insan Dari Salafushshalih Dasar Islam Dasar Keislaman demam Desain Dhaif Do'a do'a buka puasa Do'a dan Dzikir Doa doa bersama doa sholat tarawih download dunia islam Dunia Islam Kontemporer Dzikir dzikir dengan tangan kiri Ekonomi Eksoplanet Emansipasi Emha Ainun Nadjib Fakta Ilmiah Fakta Jin-Iblis-Syetan Fakta Manusia faraidh Fenomena Asteroid Fenomena Bencana Alam Fenomena Bintang Fenomena Bulan Fenomena Bumi Fenomena Hewan Fenomena Kutub Fenomena Langit Fenomena Matahari Fenomena Meteorit Fenomena Petir Fenomena Planet Fenomena Ruang Angkasa Fenomena Tumbuhan Fiqh Fiqh Muamalat Fiqh Wanita Fiqih Fisika Galaksi Geografi Geologi gerhana gigi palsu Hadis Hadis 40 hadist Hadits Hadits Palsu HAID Halal Haram HAM HARI RAYA ID HUKUM ISLAM hukum natal bersama hutang i'tikaf Ibadah ibadah yang baik ibu mertua ilmu ilmuan muslim Ilmuwan imam terlalu cepat bacaannya IMAN Inovasi intermezzo Internet Iptek iqomah isbal Islam jabat tangan setelah sholat JADWAL RAMADHAN Jagad Raya Jalaluddin Rumi jamaah sholat jumat jenazah Jual Beli judi junub Kabar Dalam Negeri kabar manca negara Kahlil Gibran Kajian Karya Buku Karya Ulama KB Keajaiban Alam Keajaiban Hewan KECANTIKAN Kecelakaan Maut Kehutanan Kelautan keluarga Kepemerintahan Kepengurusan Kerajaan Kesehatan Keuangan Keutamaan KHITAN Khitan Wanita khurofat Khutbah Khutbah Jum'at khutbah jumat Khutbah Rasulullah saw Kiamat Kidung Hati Kimia Kisah Kisah Kami Kisah Nyata Kisah Orang-Orang Shaleh Kisah Teladan Komputer Konversi Energi Kosmologi Kumpulan Do'a Kumpulan Kata lafadz adzan lafadz iqomah Lain-Lain Lalu Lintas lembaga sosial Lingkungan Hidup Lubang Hitam macam puasa sunnah mahram Makanan mandi jum'at mandi wajib Manhaj Manusia Manusia dan Teknologi masjid masjid quba Masuk Perguruan Tinggi Matahari Materi gelap Mayit media cetak memandikan jenazah membayar zakat memotong kuku memotong rambut mendahului gerakan imam menemani sholat jamaah menembok kuburan mengadzankan mayit di liang kubur mengangkat tangan menghadiahkan pahala mengqadha puasa menguburkan jenazah mengucapkan selamat natal mengusap kepala Mengusap muka setelah berdoa menikah di bulan syawwal menikah setelah berzina meninggal dunia Meninggalkan sholat jum'at menjawab adzan menjual kotoran hewan menyapu kepala menyentuh wanita Meteorologi Meteorologi-Klimatologi mihrab Mineralogi minum air zamzam Motivasi motivasi belajar Motivasi Beramal MQ (menejemen qolbu) mu'athilah Muallaf muamalah Muhasabah Mungkar murottal Muslimah Muslimah Articles Musyabbihah Mutiara Hikmah Mutiara Kalimat Mutiara Tafakur Nabi Muhammad Nagham Alqur'an Nasehat Neraka News niat sholat nikah nisfu aya'ban Oase Iman Olah Raga OLAHRAGA Otak PAKAIAN panas PAUD Pendidikan Penelitian penelitian sunnah Pengembangan Diri Pengobatan Akibat Sihir Peninggalan Sejarah Penjajahan Pentingnya Waktu Peradaban Islam Perbandingan Agama dan Aliran Perbankan Pergaulan Perkawinan Perkembangan Da'wah Islam Permata Hati pernikahan Personaliti Pesawat Ruang Angkasa Pesepakbola Muslim Pojok Ramadhan posisi imam wanita produksi awal program kerja Proyek Luar Angkasa Psikologi Puasa puasa daud puasa rajab Puasa Setiap Hari puasa sunnah puasa wanita hamil Puisi Puisi bahasa Ingris qunut nazilah QURAN radar lampung Radio Rajab Ramadhan ramalan cuaca Renungan Riba dan Jual Beli salafush shalih salah bacaan sholat Salam Khudam Sastra sedekah Sejarah Sejarah Islam SEKS Sentilan Seputar Daerah Buton Shalat shodaqoh shodaqoh melebihi kadar Sholat sholat dan keputihan sholat di rumah sholat ghoib sholat jamaah sholat jamaah estafet sholat jumat sholat jumat wanita sholat pindah tempat sholat qashar sholat sambil melihat mushaf sholat sendirian sholat sunnah sholat sunnah qobliyah isya sholat sunnah sebelum asar sholat sunnah setelah shubuh sholat takhiyatul masjid sholat wanita sifat dzatiyah sifat fi'aliyah Sihir Simpan Pinjam Sirah Siroh Shahabiyyah Software Islami Sosial Kemasyarakatan Sosiologi sujud sahwi sujud syukur sumpah dan nadzar Sunnah sutrah sutroh syafaat Syurga Tafakur Alam Semesta Tafsir Tafsir Al-Qur'an tahlilan Takbirotul ihram takwil mimpi tambal gigi tamsil Tanda Akhir Zaman Tanda-Tanda Kiamat Tanya jawab Tarbiyah Tasawwuf dan Adab tata cara tidur menurut sunnah Tata Surya Taufiq Ismail Tauhid tayammum Tazkirah Tazkiyah tazkiyatun nafs Tech News Teknik Sipil teladan Tenaga Kerja tertawa saat sholat Thoharoh tidak taat suami tinggi TK Tokoh Tokoh Dan Ulama Tokoh Islam Tools TPA Tsunami Tujuan Hidup tuntunan sholat uang pensiun dari riba uang riba ucapan assalamualaika UNCATEGORY Video da'wah video Motivasi Diri Video Muhasabah video murotal W. S. Rendra waktu membaca doa wanita wanita haid Wisata wudhu yasinan zakat zakat anak kepada orang tua zakat barang temuan zakat harta zakat harta warisan zakat hasil perkebunan zakat hasil pertanian zakat mal zakat padi zakat pns zakat tanah zina