Rabu, 18 April 2012

Hakikat Dan Aplikasi Hijrah

Hijrah-Hakikat Dan Aplikasinya Dalam Kehidupan Seorang Muslim. 

الذين ءامنوا وهاجروا وجاهدوا في سبيل الله بأموالهم وأنفسهم أعظم درجة عند الله , وأولئك هم الفائزون

“ Orang-orang yang beriman, berhijrah dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah ; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan” [QS. At-Taubah : 20].


Muqaddimah

Dalam Al qur’an tidak kurang dari 31 kata yang berasal  dari kata Hajara atau Hijrah. Dari jumlah itu tidak kurang dari 6 ayat yang menyebutkan  kata Hajaruu (orang-orang yang berhijrah) bergandengan dengan kata Aamanuu (orang-orang yang beriman) dan  Jahaduu (orang-orang yang berjihad). Ayat yang dikutip diatas adalah salah satunya. Belum lagi kata Hajaruu diiringi dengan kata Fillah (karena Allah) atau Fi Sabiilillah (di jalan Allah). Ini berarti betapa erat kaitan hijrah dengan iman. Hijrah sama sekali berbeda dengan Migrasi, hijrah adalah terminologi khas Islam yang landasanya iman kepada Allah. Jadi hijrah menjadi tolok ukur keimanan seseorang. Orang yang benar-benar beriman tentu tidak akan merasa berat  melakukan hijrah. Sebaliknya, orang yang tidak melakukan hijrah menunjukan lemah atau tidak sempurna imannya. Yang menjadi persoalan sekarang adalah apa hakikat hijrah yang menjadi  tolok ukur keimanan tersebut? dan bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sebagai seorang Muslim ?

Hijrah Makaniyah

Secara bahasa hijrah berarti At-Tarku yang artinya meninggalkan, baik meninggalkan tempat maupun meninggalkan sesuatu yang tidak baik. Dalam syari’at islam hijrah diartikan meninggalkan negeri kafir menuju negeri Islam karena takut fitnah. Fitnah disini maksudnya adalah bahaya yang dapat mengancam fisik dan keimanan seorang muslim, baik secara pribadi maupun secara kelompok. Dalam siroh Nabi atau sejarah kehidupan Rasulullah, kita kenal ada dua macam hijrah ; Pertama, hijrah ke Habasyah dan kedua hijrah ke Madinah. Hijrah ke Habasyah bertujuan sebagai perlindungan, artinya orang-orang yang melakukan Hijrah pada umumnya orang-orang yang lemah yang patut mendapatkan perlindungan, sementara orang-orang kuat justru dilarang ikut berhijrah. Oleh sebab itu, hijrah ini bersifat sementara. Sedangkan hijrah ke Madinah bertujuan untuk melakukan mobilisasi umat dalam rangka meletakkan basis kekuatan dan menegakkan daulah. Berbeda dengan hijrah ke Habasyah yang pada umumnya dilakukan oleh orang-orang lemah, hijrah ke Madinah ini justru dilakukan oleh orang-orang kuat. Oleh sebab itu, hijrah ke Madinah merupakan suatu keharusan bagi setiap mukmin. Hanya orang lemah, anak-anak, wanita dan orang-orang tua diizinkan  untuk tidak berhijrah, sebagaimana firman Allah [QS.An-Nisa’ : 97-98]. Baik Hijrah ke Habasyah maupun hijrah ke Madinah dalam terminologi Islam disebut hijrah makaniyah (hijrah tempat).

Dalam aplikasinya sekarang hijrah makaniyah ini tidaklah mutlak harus dilakukan , karena hijrah makaniyah dalam bentuk pertama bisa dilakukan manakala negeri yang kita diami sudah sangat tidak aman sekali yang dapat mengancam keselamatan jiwa setiap mukmin, sehingga jangankan melaksanakan ibadah kepada Allah secara maksimal, secara minimal pun sulit dilaksanakan. Disamping itu harus ada negeri yang bisa memberi jaminan keamanan. 

Sedangkan Hijrah makaniyah dalam bentuk kedua sebagaimana telah dijelaskan, tujuannya adalah untuk meletakkan basis kekuatan Islam. Kalau tujuan ini dapat dicapai tanpa hijrah. Maka tidak diperlukan lagi hijrah. Bukankah Rasulullah sebelum hijrah ke Madinah terlebih dahulu mencari tempat-tempat yang bisa dijadikan basis kekuatan sehingga Islam bisa ditegakkan, mulai dari Mekkah itu sendiri, Thaif dan suku-suku sekitar mekkah? bahakan hijrahnya sebagian sahabat ke Habasyah pun menurut sebagian ulama tidak terlepas dari tujuan ini, bukan semata-mata sebagai perlindungan. Kemudian pada akhirnya Rasulullah mendapatkan Yatsrib (yang kemudian dinamakan Madinah) dipandang lain untuk dijadikan basis kekuatan dan tegaknya agama islam setelah sejumlah penduduknya meyatakan masuk islam serta siap membela islam dan Rasulullah,baru Beliau dan para Sahabatnya  berhijrah. 

Jadi yang dituntut terhadap umat Islam sekarang ini adalah menyiapkan terwujudnya basis kekuatan Islam, baik di Negeri sendiri ataupun di negeri orang lain. Inilah sebetulnya substansi sekaligus aplikasi hijrah makaniyah yang merupakan tuntutan Iman. Dengan demikian umat islam bisa keluar secara total dari dominasi pengabdian terhadap manusia menuju pengabdian hanya kepada Allah dengan mengaplikasikan sistem Islam  dalam semua aspek kehidupan. Atau dengan kata lain terbebas dari ‘Ubudiyah (pengabdian atau penghambaan) terhadap syaitan menuju pengabdian atau penghambaan hanya kepada Allah. Syaitan bisa berbentuk Jin dan bisa berbentuk manusia dengan segala manifestasinya. 

Firman Allah : “Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu Hai Bani Adam supaya kamu tidak mengabdi kepada syaitan ? sesungguhnya syaitan itu musuh nyata bagimu. Dan hendaklah kamu mengabdi kepada-Ku. Inilah jalan yang lurus”. [QS. Yaasin : 60-61].

Firman Allah yang lain : “Katakanlah hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa kita tidak mengabdi kecuali kepada Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun  dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah.” [QS. Ali Imran : 64].

Hijrah Maknawiyah

Selain pengertian diatas, dalam terminology Islam, Hijrah juga mempunyai  arti meninggalkan segala bentuk yang dilarang Allah. Dalam hal ini Rasulullah bersabda : “Orang yang berhijrah itu adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah”. [HR. Bukhari dan Muslim].

Meninggalkan segala bentuk yang dilarang Allah kalau dijabarkan ,bisa berarti perpindahan seorang muslim dari kufur kepada iman, dari syirik kepada Tauhid, dari Nifaq kepada Istiqomah, dari maksiat kepada taat, dari haram kepada halal. Atau dengan singkat perpindahan total seorang muslim dari kehidupan yang serba jahili menuju kehidupan yang serba Islami. Hijrah dalam pengertian ini disebut Hijrah maknawiyah (hijrah mental) atau bisa juga disebut Hijrah Qalbiyah (hijrah hati). 

Hijrah maknawiyah bersifat mutlak, dan kemutlakan berlaku bagi setiap muslim. Artinya setiap muslim mesti melakukan hijrah maknawiyah ini. Karena menjadi pribadi muslim yang kaffah atau seorang yang hanya mengabdi kepada Allah secara totalitas harus didahului dengan hijrah ini. Hijrah ini mulai awal terangkatnya kehidupan manusia dari kegelapan menuju cahaya islam, terbebaskannya manusia dengan melakukan hijrah maknawiyah, tuntutan Allah kepada Umat Islam agar bisa keluar secara total dari dominasi pengabdian terhadap syaitan dengan segala bentuk dan manifestasinya menuju pengabdian hanya kepada Allah seperti di jelaskan diatas, akan segala terpenuhi. 

Dalam kondisi sekarang ini, dimana kita hidup dilingkungan  masyarakat yang pola kehidupannya banyak yang jauh dari nilai-nilai Islam, hijrah maknawiyah merupakan suatu keharusan. Dengan demikian walaupun secara fisik seorang tetap berada dilingkungannya, namun secara maknawi dia meninggalkan seluruh pola kehidupan lingkungannya. 

Pengertian ini yang dikenal dengan istilah “ Yakhtalithuun walaakin yatamayyazuun” (bercampur tapi tetap berbeda), ia tetap dalam kepribadian muslimnya, tanpa harus larut dalam nilai-nilai sekelilingnya. Inilah yang dipesankan Rasulullah : “Janganlah kamu menjadi orang yang mengekor (selalu mengikuti orang lain). Kamu mengatakan : Jika mereka berbuat baik, kami pun berbuat baik ; dan jika mereka berbuat dzalim, kami pun berbuat dzalim. Tapi perkokohlah dirimu ; jika orang-orang berbuat baik, hendaknya kamu berbuat baik, tetapi jika mereka berbuat jahat, janganlah kamu berbuat dzalim”. [HR.Tirmidzi]

Kalau hijrah dalam pengertian ini menjadi keharusan bagi setiap Muslim secara umum, bagi seorang da’i sudah barang tentu lebih ditekankan lagi, karena seorang da’i sebagai panutan umat. Diatas pundaknyalah pertama kali tanggung jawab da’wah dipikulkan. Kalau kehidupan seorang da’i tidak ada bedanya dengan kehidupan masyarakat secara umum yang cenderung bebas nilai, siapa lagi yang diharapkan bisa memperbaiki keadaan masyarakat yang sudah rusak ini.

Penutup

Dari pembahasan diatas, menjadi jelas bagi kita bahwa hakikat hijrah baik makaniyah maupun maknawiyah itu sebenarnya adalah komitmen pada ketentuan Allah dengan meninggalkan segala bentuk sikap dan perilaku yang tidak menunujukan ketaatan kepada Allah. Dalam hal ini Rasulullah bersabda : “Apabila engkau mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka engkau orang yang berhijrah”. [HR.Ahmad dan Bazzar].

“Apabila engkau meninggalkan perbuatan keji, baik yang nyata maupun yang tersembunyi, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka engkau orang yang berhijrah”. [HR. Ahmad dan Bazzar].

Karena hakikat hijrah adalah melaksanakan perintah Allah dengan meninggalkan kemalasan dan kedurhakaan kepada-Nya serta meninggalkan larangan-larangan-Nya dengan meninggalkan segala bentuk kesukaan atau kecintaan kita kepada kemaksiatan, maka hijrah itu harus kita lakukan sepanjang perjalanan hidup kita sebagai muslim, kesemuanya ini tentu saja menuntut kesungguhan (jihad). Karena itu, iman, hijrah dan jihad merupakan kunci bagi manusia untuk meraih derajat yang tinggi dan kemenangan dalam melawan musuh-musuh kebenaran. 

Allah berfirman : “Orang-orang yang beriman , berhijrah dan berjihad dijalan Allah dengan harta dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya disisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan”. [QS.At Taubah : 20].

Wallauhu’alam

Label

'idul adha adab dan sunnah adik saudara sepersusuan adzan air kencing bayi air kencing Rasulullah Akhirat akhlak Akhlaq Kepribadian Akhwat akidah Al Qur'an Al Qur#039;an Al Quran Al-Qur'an Alam Aliran-aliran Amalan AMALIYAH NU anak Analisa Angin Aqidah Aqiqah Artikel Artikel IImiah Asmara Astronomi ASWAJA Azab Bab Adab Bab Nikah Bab Puasa Bab Sholat Bab Thaharah Bab Zakat bantahan belajar islam Berita bersin Bid'ah bid'ah dalam aqidah bid'ah dalam ibadah Biografi Biologi Bisnis Blackberry Budaya Budi Daya buka puasa buku Cantik Fisik catatanku Cerpen Chairil Anwar Curahan Hati Curhat daging qurban Dakwah Dakwah Pemikiran Islam dakwah umum Dambaan insan Dari Salafushshalih Dasar Islam Dasar Keislaman demam Desain Dhaif Do'a do'a buka puasa Do'a dan Dzikir Doa doa bersama doa sholat tarawih download dunia islam Dunia Islam Kontemporer Dzikir dzikir dengan tangan kiri Ekonomi Eksoplanet Emansipasi Emha Ainun Nadjib Fakta Ilmiah Fakta Jin-Iblis-Syetan Fakta Manusia faraidh Fenomena Asteroid Fenomena Bencana Alam Fenomena Bintang Fenomena Bulan Fenomena Bumi Fenomena Hewan Fenomena Kutub Fenomena Langit Fenomena Matahari Fenomena Meteorit Fenomena Petir Fenomena Planet Fenomena Ruang Angkasa Fenomena Tumbuhan Fiqh Fiqh Muamalat Fiqh Wanita Fiqih Fisika Galaksi Geografi Geologi gerhana gigi palsu Hadis Hadis 40 hadist Hadits Hadits Palsu HAID Halal Haram HAM HARI RAYA ID HUKUM ISLAM hukum natal bersama hutang i'tikaf Ibadah ibadah yang baik ibu mertua ilmu ilmuan muslim Ilmuwan imam terlalu cepat bacaannya IMAN Inovasi intermezzo Internet Iptek iqomah isbal Islam jabat tangan setelah sholat JADWAL RAMADHAN Jagad Raya Jalaluddin Rumi jamaah sholat jumat jenazah Jual Beli judi junub Kabar Dalam Negeri kabar manca negara Kahlil Gibran Kajian Karya Buku Karya Ulama KB Keajaiban Alam Keajaiban Hewan KECANTIKAN Kecelakaan Maut Kehutanan Kelautan keluarga Kepemerintahan Kepengurusan Kerajaan Kesehatan Keuangan Keutamaan KHITAN Khitan Wanita khurofat Khutbah Khutbah Jum'at khutbah jumat Khutbah Rasulullah saw Kiamat Kidung Hati Kimia Kisah Kisah Kami Kisah Nyata Kisah Orang-Orang Shaleh Kisah Teladan Komputer Konversi Energi Kosmologi Kumpulan Do'a Kumpulan Kata lafadz adzan lafadz iqomah Lain-Lain Lalu Lintas lembaga sosial Lingkungan Hidup Lubang Hitam macam puasa sunnah mahram Makanan mandi jum'at mandi wajib Manhaj Manusia Manusia dan Teknologi masjid masjid quba Masuk Perguruan Tinggi Matahari Materi gelap Mayit media cetak memandikan jenazah membayar zakat memotong kuku memotong rambut mendahului gerakan imam menemani sholat jamaah menembok kuburan mengadzankan mayit di liang kubur mengangkat tangan menghadiahkan pahala mengqadha puasa menguburkan jenazah mengucapkan selamat natal mengusap kepala Mengusap muka setelah berdoa menikah di bulan syawwal menikah setelah berzina meninggal dunia Meninggalkan sholat jum'at menjawab adzan menjual kotoran hewan menyapu kepala menyentuh wanita Meteorologi Meteorologi-Klimatologi mihrab Mineralogi minum air zamzam Motivasi motivasi belajar Motivasi Beramal MQ (menejemen qolbu) mu'athilah Muallaf muamalah Muhasabah Mungkar murottal Muslimah Muslimah Articles Musyabbihah Mutiara Hikmah Mutiara Kalimat Mutiara Tafakur Nabi Muhammad Nagham Alqur'an Nasehat Neraka News niat sholat nikah nisfu aya'ban Oase Iman Olah Raga OLAHRAGA Otak PAKAIAN panas PAUD Pendidikan Penelitian penelitian sunnah Pengembangan Diri Pengobatan Akibat Sihir Peninggalan Sejarah Penjajahan Pentingnya Waktu Peradaban Islam Perbandingan Agama dan Aliran Perbankan Pergaulan Perkawinan Perkembangan Da'wah Islam Permata Hati pernikahan Personaliti Pesawat Ruang Angkasa Pesepakbola Muslim Pojok Ramadhan posisi imam wanita produksi awal program kerja Proyek Luar Angkasa Psikologi Puasa puasa daud puasa rajab Puasa Setiap Hari puasa sunnah puasa wanita hamil Puisi Puisi bahasa Ingris qunut nazilah QURAN radar lampung Radio Rajab Ramadhan ramalan cuaca Renungan Riba dan Jual Beli salafush shalih salah bacaan sholat Salam Khudam Sastra sedekah Sejarah Sejarah Islam SEKS Sentilan Seputar Daerah Buton Shalat shodaqoh shodaqoh melebihi kadar Sholat sholat dan keputihan sholat di rumah sholat ghoib sholat jamaah sholat jamaah estafet sholat jumat sholat jumat wanita sholat pindah tempat sholat qashar sholat sambil melihat mushaf sholat sendirian sholat sunnah sholat sunnah qobliyah isya sholat sunnah sebelum asar sholat sunnah setelah shubuh sholat takhiyatul masjid sholat wanita sifat dzatiyah sifat fi'aliyah Sihir Simpan Pinjam Sirah Siroh Shahabiyyah Software Islami Sosial Kemasyarakatan Sosiologi sujud sahwi sujud syukur sumpah dan nadzar Sunnah sutrah sutroh syafaat Syurga Tafakur Alam Semesta Tafsir Tafsir Al-Qur'an tahlilan Takbirotul ihram takwil mimpi tambal gigi tamsil Tanda Akhir Zaman Tanda-Tanda Kiamat Tanya jawab Tarbiyah Tasawwuf dan Adab tata cara tidur menurut sunnah Tata Surya Taufiq Ismail Tauhid tayammum Tazkirah Tazkiyah tazkiyatun nafs Tech News Teknik Sipil teladan Tenaga Kerja tertawa saat sholat Thoharoh tidak taat suami tinggi TK Tokoh Tokoh Dan Ulama Tokoh Islam Tools TPA Tsunami Tujuan Hidup tuntunan sholat uang pensiun dari riba uang riba ucapan assalamualaika UNCATEGORY Video da'wah video Motivasi Diri Video Muhasabah video murotal W. S. Rendra waktu membaca doa wanita wanita haid Wisata wudhu yasinan zakat zakat anak kepada orang tua zakat barang temuan zakat harta zakat harta warisan zakat hasil perkebunan zakat hasil pertanian zakat mal zakat padi zakat pns zakat tanah zina