Minggu, 05 Februari 2012

Shalawat Sebaik-baik Shalawat


Hukum Menambah Lafadz "Sayyidina" Dalam Shalawat Nabi. Termasuk di antara kesalahan yang banyak dilakukan kaum muslimin dalam bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah penambahan lafadz “sayyidina” (bagian kami). Lafadz ini sama sekali tidak pernah diriwayatkan dalam hadits yang shahih. Jika hal ini disyariatkan, tentu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengajarkan kepada para shahabatnya.
Oleh karena itu, telah dinukilkan pengingkaran atas hal ini dari sebagian ulama. Termasuk di antaranya adalah salah seorang ulama besar bermadzhab Asy-Syafi’iyyah yaitu Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-’Asqalani rahimahullah.

Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Gharabili-murid yang selalu mendampingi Al-Hafidz Ibnu Hajar-menukilkan: Telah ditanya (Al-Hafidz Ibnu Hajar, red) tentang cara bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam baik di dalam shalat atau di luar shalat, baik dikatakan wajib atau sunnahnya (dibaca di waktu tersebut), apakah disyaratkan padanya untuk menyifati beliau dengan “sayyid”, misalnya dikatakan: “Allahumma shalli ‘alaa sayyidina muhammad” (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad), atau “Allahumma shalli ‘alaa sayyidil khalq” (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin seluruh makhluk), atau ‘kepada pemimpin anak cucu Adam’? Ataukah cukup dengan mengucapkan ‘Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad’? Mana yang lebih afdhal? Menyebutkan lafadz sayyid karena itu adalah sifat yang melekat pada diri beliau shallallahu ‘alaihi wasallam? Atau tidak menyertakannya karena tidak ada dalam riwayat? Beliau menjawab: “Ya, mengikuti lafadz yang telah ma’tsur (ada riwayatnya) itu lebih rajih (kuat). Dan janganlah berkata: ‘Jangan-jangan Rasulullah meninggalkan itu karena sikap tawadhu beliau sebagaimana beliau tidak pernah menyebut dirinya dengan tambahan ‘shallallahu ‘alaihi wasallam’, sementara umatnya dianjurkan mengucapkan hal ini setiap (nama) beliau disebutkan’. 

Karena itu kita katakan: ‘Jika sekiranya (penyebutan sayyidina) itu lebih rajih, tentunya ada (riwayat) dari para shahabat kemudian dari tabi’in. Dan kita belum mendapati satupun riwayat dari salah seorang shahabat. Dan tidak pula para tabi’in mengucapkan hal itu dari sekian banyak riwayat mereka dalam hal ini.’ Inilah Al-Imam Asy-Syafi’i -semoga Allah meninggikan derajatnya, dan beliau termasuk orang yang paling banyak dalam mengagungkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam-, beliau berkata dalam pembukaan kitabnya yang merupakan sandaran kitab para pengikut madzhabnya: “Allahumma shalli ‘alaa Muhammad”, dan seterusnya.

Demikian pula Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullah. Ia telah mengkhususkan satu bab tentang cara bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam kitabnya Asy-Syifa dan menukilkan beberapa riwayat yang marfu’ dari beberapa shahabat dan tabi’in. Namun tidak satupun riwayat dari kalangan shahabat dan lainnya dengan lafadz “sayyidina”.

Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah berkata setelah menyebutkan perkataan Al-Hafidz: “Dan apa yang telah menjadi pendapat Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah tentang tidak disyariatkannya tambahan ‘sayyidina’ dalam bershalawat adalah karena mengikuti perintah yang mulia. Dan inilah yang menjadi pegangan para pengikut madzhab Hanafi. Inilah yang sepantasnya kita berpegang dengannya, sebab merupakan pertanda kejujuran kita atas kecintaan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. “Katakanlah: jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku. Niscaya Allah akan mencintaimu.” (Ali ‘Imran: 31) Oleh karenanya, Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata dalam kitabnya Ar-Raudhah: “Shalawat yang paling sempurna kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah ‘Allahumma shalli ‘alaa Muhammad…” tanpa menyebutkan lafadz: ‘sayyidina’. (Selengkapnya lihat: Sifat Shalat An-Nabi, karya Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah, hal. 172-175) Termasuk dalam kesalahan juga adalah melantunkan shalawat Nabi dengan berirama dan terkadang dilakukan secara berjamaah. Bahkan ada yang diiringi dengan lantunan musik piano, genderang, rebana dan lainnya. 

Sungguh, ini merupakan suatu kebatilan yang nyata yang dikemas dalam bentuk ibadah. Bagaikan najis yang dicampur dengan setetes air suci. Allahul musta’an. Tak hanya itu. Tujuan shalawat pun kini telah bias. Yang awalnya untuk mendoakan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kini menjadi hiburan yang dapat dinikmati suara dan iringan musiknya.

[Lihat Majalah Asy Syariah no. 07/I/1425 H/2004 pada artikel "Shalawat Nabi Antara Sunnah dan Bid'ah Bagian 2", hal. 34-35]

Label

'idul adha adab dan sunnah adik saudara sepersusuan adzan air kencing bayi air kencing Rasulullah Akhirat akhlak Akhlaq Kepribadian Akhwat akidah Al Qur'an Al Qur#039;an Al Quran Al-Qur'an Alam Aliran-aliran Amalan AMALIYAH NU anak Analisa Angin Aqidah Aqiqah Artikel Artikel IImiah Asmara Astronomi ASWAJA Azab Bab Adab Bab Nikah Bab Puasa Bab Sholat Bab Thaharah Bab Zakat bantahan belajar islam Berita bersin Bid'ah bid'ah dalam aqidah bid'ah dalam ibadah Biografi Biologi Bisnis Blackberry Budaya Budi Daya buka puasa buku Cantik Fisik catatanku Cerpen Chairil Anwar Curahan Hati Curhat daging qurban Dakwah Dakwah Pemikiran Islam dakwah umum Dambaan insan Dari Salafushshalih Dasar Islam Dasar Keislaman demam Desain Dhaif Do'a do'a buka puasa Do'a dan Dzikir Doa doa bersama doa sholat tarawih download dunia islam Dunia Islam Kontemporer Dzikir dzikir dengan tangan kiri Ekonomi Eksoplanet Emansipasi Emha Ainun Nadjib Fakta Ilmiah Fakta Jin-Iblis-Syetan Fakta Manusia faraidh Fenomena Asteroid Fenomena Bencana Alam Fenomena Bintang Fenomena Bulan Fenomena Bumi Fenomena Hewan Fenomena Kutub Fenomena Langit Fenomena Matahari Fenomena Meteorit Fenomena Petir Fenomena Planet Fenomena Ruang Angkasa Fenomena Tumbuhan Fiqh Fiqh Muamalat Fiqh Wanita Fiqih Fisika Galaksi Geografi Geologi gerhana gigi palsu Hadis Hadis 40 hadist Hadits Hadits Palsu HAID Halal Haram HAM HARI RAYA ID HUKUM ISLAM hukum natal bersama hutang i'tikaf Ibadah ibadah yang baik ibu mertua ilmu ilmuan muslim Ilmuwan imam terlalu cepat bacaannya IMAN Inovasi intermezzo Internet Iptek iqomah isbal Islam jabat tangan setelah sholat JADWAL RAMADHAN Jagad Raya Jalaluddin Rumi jamaah sholat jumat jenazah Jual Beli judi junub Kabar Dalam Negeri kabar manca negara Kahlil Gibran Kajian Karya Buku Karya Ulama KB Keajaiban Alam Keajaiban Hewan KECANTIKAN Kecelakaan Maut Kehutanan Kelautan keluarga Kepemerintahan Kepengurusan Kerajaan Kesehatan Keuangan Keutamaan KHITAN Khitan Wanita khurofat Khutbah Khutbah Jum'at khutbah jumat Khutbah Rasulullah saw Kiamat Kidung Hati Kimia Kisah Kisah Kami Kisah Nyata Kisah Orang-Orang Shaleh Kisah Teladan Komputer Konversi Energi Kosmologi Kumpulan Do'a Kumpulan Kata lafadz adzan lafadz iqomah Lain-Lain Lalu Lintas lembaga sosial Lingkungan Hidup Lubang Hitam macam puasa sunnah mahram Makanan mandi jum'at mandi wajib Manhaj Manusia Manusia dan Teknologi masjid masjid quba Masuk Perguruan Tinggi Matahari Materi gelap Mayit media cetak memandikan jenazah membayar zakat memotong kuku memotong rambut mendahului gerakan imam menemani sholat jamaah menembok kuburan mengadzankan mayit di liang kubur mengangkat tangan menghadiahkan pahala mengqadha puasa menguburkan jenazah mengucapkan selamat natal mengusap kepala Mengusap muka setelah berdoa menikah di bulan syawwal menikah setelah berzina meninggal dunia Meninggalkan sholat jum'at menjawab adzan menjual kotoran hewan menyapu kepala menyentuh wanita Meteorologi Meteorologi-Klimatologi mihrab Mineralogi minum air zamzam Motivasi motivasi belajar Motivasi Beramal MQ (menejemen qolbu) mu'athilah Muallaf muamalah Muhasabah Mungkar murottal Muslimah Muslimah Articles Musyabbihah Mutiara Hikmah Mutiara Kalimat Mutiara Tafakur Nabi Muhammad Nagham Alqur'an Nasehat Neraka News niat sholat nikah nisfu aya'ban Oase Iman Olah Raga OLAHRAGA Otak PAKAIAN panas PAUD Pendidikan Penelitian penelitian sunnah Pengembangan Diri Pengobatan Akibat Sihir Peninggalan Sejarah Penjajahan Pentingnya Waktu Peradaban Islam Perbandingan Agama dan Aliran Perbankan Pergaulan Perkawinan Perkembangan Da'wah Islam Permata Hati pernikahan Personaliti Pesawat Ruang Angkasa Pesepakbola Muslim Pojok Ramadhan posisi imam wanita produksi awal program kerja Proyek Luar Angkasa Psikologi Puasa puasa daud puasa rajab Puasa Setiap Hari puasa sunnah puasa wanita hamil Puisi Puisi bahasa Ingris qunut nazilah QURAN radar lampung Radio Rajab Ramadhan ramalan cuaca Renungan Riba dan Jual Beli salafush shalih salah bacaan sholat Salam Khudam Sastra sedekah Sejarah Sejarah Islam SEKS Sentilan Seputar Daerah Buton Shalat shodaqoh shodaqoh melebihi kadar Sholat sholat dan keputihan sholat di rumah sholat ghoib sholat jamaah sholat jamaah estafet sholat jumat sholat jumat wanita sholat pindah tempat sholat qashar sholat sambil melihat mushaf sholat sendirian sholat sunnah sholat sunnah qobliyah isya sholat sunnah sebelum asar sholat sunnah setelah shubuh sholat takhiyatul masjid sholat wanita sifat dzatiyah sifat fi'aliyah Sihir Simpan Pinjam Sirah Siroh Shahabiyyah Software Islami Sosial Kemasyarakatan Sosiologi sujud sahwi sujud syukur sumpah dan nadzar Sunnah sutrah sutroh syafaat Syurga Tafakur Alam Semesta Tafsir Tafsir Al-Qur'an tahlilan Takbirotul ihram takwil mimpi tambal gigi tamsil Tanda Akhir Zaman Tanda-Tanda Kiamat Tanya jawab Tarbiyah Tasawwuf dan Adab tata cara tidur menurut sunnah Tata Surya Taufiq Ismail Tauhid tayammum Tazkirah Tazkiyah tazkiyatun nafs Tech News Teknik Sipil teladan Tenaga Kerja tertawa saat sholat Thoharoh tidak taat suami tinggi TK Tokoh Tokoh Dan Ulama Tokoh Islam Tools TPA Tsunami Tujuan Hidup tuntunan sholat uang pensiun dari riba uang riba ucapan assalamualaika UNCATEGORY Video da'wah video Motivasi Diri Video Muhasabah video murotal W. S. Rendra waktu membaca doa wanita wanita haid Wisata wudhu yasinan zakat zakat anak kepada orang tua zakat barang temuan zakat harta zakat harta warisan zakat hasil perkebunan zakat hasil pertanian zakat mal zakat padi zakat pns zakat tanah zina