Selasa, 31 Juli 2012

Cara Servis Ac Sendiri



Cara mencuci ac split dapat anda lakukan bila anda mempunyai sebuah mesin steam.

selain itu anda juga harus menyiapkan sebuah terpal yg berukuran panjang 3 meter dan lebar 1,5 meter.
terpal ini berfungsi untuk mengalirkan air kotor dari ac yg kita service ke sebuah bak/ember yg diletakan dibawah ujung terpal.

anda juga membutuhkan plastik ukuran panjang 1,5 meter dan lebar 30 cm untuk menutupi bagian atas indoor unit agar disaat anda mencuci ac split, tekanan air yg keluar dari mesin steam tidak membasahi plafon.
anda juga harus menutupi bagian komponen pcb dengan sebuah kantung plastik, agar air tidak mengenai komponen pcb.

bila air mengenai komponen pcb akan mengakibatkan kerusakan dan ac split tidak akan berfungsi/mati total.
Pertama-tama sebelum melakukan pencucian ac split anda harus terlebih dahulu mencabut steker ac agar aliran listrik tidak tersambung pada ac split.
ini untuk menjaga keselamatan agar anda tidak tersengat arus listrik disaat anda mencuci ac split.
selanjutnya buka tutup indoor unit, ada sebuah ac split merk tertentu yg menyembunyikan letak posisi baut pengunci tutup indoor unit.
jika anda tidak mengetahui letak posisi baut pengunci tutup indoor unit itu, saya sarankan membaca buku petunjuknya.
setelah tutup indoor unit terbuka, pasang terpal yg bagian atas sebelah kanan yg sudah diikatkan sebuah tali plastik atau karet ban dalam, agar terpal dapat menggantung/terikat dibawah sisi indoor unit.
jangan lupa pasang plastik dibagian atas indoor unit, dan kantung plastik untuk menutupi bagian komponen indoor unit.
selanjutnya bila pemasangan terpal sudah dilakukan dan mesin steam sudah dipasang, operasikan mesin steam dan tunggu sampai tekanan air keluar dari ujung selang.
mesin steam yg merknya terkenal dapat secara otomatis ke posisi off bila pada ujung spray gun ditutup.
tapi bila mesin steam anda tidak otomatis, saya sarankan pada waktu pencucian ac, anda meminta bantuan seseorang untuk mengoperasikan mesin steam dan menambahkan air kedalam bak yg susut karena terhisap oleh mesin steam.


lakukan penyemprotan pada evaporator bagian atas dulu, lalu turun kebagian bawah dan lakukan berulang-ulang sampai evaporator bersih dari kotoran dan lumut.
bila lubang selang pembuangan air dialihkan kesebelah kanan, semprot lubang pembuangan air sampai lumut yg berada pada selang pembuangan air keluar semua.
tapi bila lubang pembuangan air berada disebelah kanan dekat komponen pcb, hati-hati menyemprotnya karena semprotan air dapat mengenai komponen pcb.
untuk itu pergunakan selang yg panjangnya 50 cm yg diameternya lebih kecil dari lubang pembuangan air, agar selang dapat masuk ke lubang pembuangan air dan semprotkan selang tersebut agar kotoran/lumut yg berada pada selang pembuangan air dapat dibersihkan/dikeluarkan.

setelah bagian evaporator dibersihkan, beralih kebagian blower yg berada dibawah evaporator, lakukanpenyemprotan sampai air yg mengalir keluar melalui terpal menjadi bening/bersih.
lakukan lagi penyemprotan pada bagian evaporator dan bagian blower sampai benar-benar indoor unit menjadi bersih.

setelah penyemprotan indoor telah selesai dilakukan, lap bagian bawah sisi indoor unit dengan kain kering, lalu lepaskan terpal dan kantung plastik pada komponen indoor unit.
bersihkan tutup indoor unit beserta filternya, bila sudah dibersihkan lap tutup dan filter indoor unit sampai benar-benar kering, khususnya bagian yg menutupi komponen pcb.
pasang kembali tutup indoor unit dan jangan lupa pasang kembali bautnya.
setelah penyemprotan pada indoor unit telah selesai, beralih kebagian outdoor unit, dibagian ini tidak diperlukan terpal atau kantung plastik.semprotkan bagian condenser yg dipenuhi oleh debu, cuci outdoor sampai bersih.

setelah penyemprotan/pembersihan pada outdoor selesai dilakukan, operasikan ac split, keringkan air yg keluar dari bagian blower ketika ac dioperasikan.

www.info-iman.blogspot.com

Do'a Kita Dibulan Ramadhan

 Manfaatkan Ketajaman Do'a Kita Dibulan Ramadhan

Saudaraku..
Kedekatan kita selaku seorang hamba dengan Rabb semesta alam, tampak dari seberapa besar kita bermunajat dan berdo’a kepada-Nya. Semakin banyak kita meminta dan berdo’a kepada-Nya, maka kita semakin dekat dan dicintai-Nya.

Berbeda dengan sifat dasar manusia. Semakin sering ia dimintai pertolongan, pinjaman dan sejenisnya. Maka ia semakin menghindar dan menjauh dari kehidupan kita.


Untuk itulah do’a digambarkan oleh Rasulullah saw sebagai otak dan intisarinya ibadah. Artinya seseorang yang mengaku sebagai mukmin, tapi lidahnya kering dari berdo’a, maka seolah-olah tiada nilai dan makna ibadah dalam hidupnya.

Orang yang berperilaku, bersikap dan bertindak tanduk tidak sesuai aturan yang berlaku dikatakan oleh orang Arab sebagai orang yang “mafi mukh”, artinya orang yang tak punya otak atau tidak mempergunakan otaknya dengan baik. Maka orang yang jarang berdo’a, adalah orang yang tidak menta’ati aturan yang Allah tetapkan untuknya.

Saudaraku..
Allah swt murka terhadap hamba yang enggan berdo’a. Bahkan Nabi saw menggolongkan orang yang malas berdo’a ke dalam kelompok orang-orang yang paling lemah. Yakni, lemah kepribadian dan lemah dalam mendaki puncak ubudiyah.

Nabi saw bersabda:
 
إِنَّ أَبْخَلَ النَّاسِ مَنْ بَخِلَ بِالسَّلاَمِ وَأَعْجَزَ النَّاسِ مَنْ عَجَزَ عَنِ الدُّعَاءِ

“Sesungguhnya orang yang paling bakhil dari manusia adalah orang yang bakhil untuk mengucapkan salam. Dan orang yang paling lemah adalah orang yang lemah dalam berdo’a.” H.R; Ibnu Hibban dan dishahihkan oleh syekh Al Bani.

Saudaraku..
Bagi orang yang berpuasa, seluruh waktunya adalah istimewa untuk berdo’a. Artinya, do’a-do’a yang dilantunkan lisannya akan diijabahi Allah swt. Terlebih saat-saat menjelang berbuka puasa. Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةً مَا تُرَدُّ

“Sesungguhnya do’a menjelang berbuka bagi orang yang berpuasa tidak akan tertolak (pasti dikabulkan).” H.R; Ibnu Hibban.

Saudaraku..
Ketika kita berada di super market atau pusat perbelanjaan, lalu kita ditawarkan untuk memilih atau mengambil barang apa saja yang kita inginkan. Waktu yang tersedia hanya satu jam saja. Tentu, kita akan memaksimalkan waktu satu jam tersebut untuk mengambil barang-barang yang sangat kita butuhkan. Sehingga waktu tidak berlalu sia-sia.

Demikian pula dengan waktu istimewa untuk berdo’a. beberapa saat sebelum berbuka bagi kita yang berpuasa. Semestinya kita bisa maksimalkan waktu itu untuk memohon kepada-Nya kebaikan dunia dan akherat kita. Juga orang tua kita, keluarga, karib kerabat, tetangga, handai taulan dan kaum muslimin secara umum.

Jangan lupa hadirkan do’a untuk kebaikan bangsa kita, dan saudara-saudara kita sesama muslim di belahan bumi Islam. Siria, Burma, Pilipina, Palestina dan yang lainnya.

Saudaraku..
Janganlah kita menjadi mukmin yang paling lemah, karena kita lemah dalam berdo’a. tapi jadilah kita mukmin yang kuat. Dengan memperbanyak munajat dan berdo’a kepada-Nya. Semoga. 

Wallahu a’lam bishawab.

Dzikrullah Peran Nafas Bagi Makhluk Hidup

 Tidak Berzikir Berarti Mati.

Istilah dzikrullah (berdzikir kepada Allah) memiliki dua makna, yang kedua-duanya diperintahkan untuk kita penuhi. Yaitu: dzikrullah dengan arti: mengingat Allah, dan yang kedua: dzikrullah dengan makna: menyebut Allah melalui Nama-Nama dan Shifat-Shifat-Nya, serta bukti-bukti keagungan dan kemuliaan-Nya, dalam konteks pujian, pengagungan dan pentauhidan. Dzikrullah dengan arti pertama bisa semakna dengan muraqabatullah (menyadari, mengingat dan memperhatikan pengawasan Allah), yang merupakan esensi dari derajat ihsan, sebagaimana dalam hadits Jibril ’alaihis-salaam:


Dia (Jibril as.) bertanya, ‘Kabarkanlah kepadaku tentang ihsan itu apa? ‘ Beliau (Rasulullah SAW.) pun menjawab: “Kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, dan jika kamu tidak bisa melihat-Nya, maka (ketahuilah) sesungguhnya Dia melihatmu” (HR. Muslim dari ‘Umar bin Al-Khaththab ra.).

Namun istilah dzikir yang lebih umum digunakan di kalangan masyarakat adalah dengan arti kedua, yakni menyebut Nama-Nama Allah melalui tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan lain-lain, yang tentu saja di dalamnya juga harus terkandung makna mengingat Allah.

TIDAK BERDZIKIR = “MATI”

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu dia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Permisalan orang yang berdzikir mengingat Rabb-nya (Tuhan-nya) dan orang yang tidak berdzikir mengingat Rabb-nya seperti (perbandingan antara) orang yang hidup dan yang mati.” (HR. Al-Bukhari).

Oleh karena itu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Imam Ibnul Qayyim mengibaratkan dzikrullah (berdzikir kepada Allah) bagi seorang mukmin adalah seperti peran nafas bagi makhluk hidup atau layaknya fungsi air bagi ikan. Maka seorang muslim atau muslimah yang tidak berdzikir adalah ibarat seseorang yang sudah tidak bernafas atau bagaikan ikan yang dijauhkan dari air, apa jadinya? Tentu saja mati, bukan? Karena memang hidup hakiki dalam konsep Islam adalah ketika seseorang itu senantiasa sambung dan berhubungan dengan Allah melalui dzikir yang banyak dan benar, serta melalui berbagai ketaatan yang lain.

Disamping itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda bahwa, hidup yang tidak diisi dengan dzikrullah, adalah hidup yang penuh laknat, dengan makna terjauhkan sejauh-jauhnya dari rahmat Allah Ta’ala. Lalu, apa arti hidup jika demikian hal dan keadaannya?

‘Abdullah bin Dhamrah berkata: aku telah mendengar Abu Hurairah berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ” Ketahuilah sesungguhnya dunia itu terlaknat (terjauhkan dari kebaikan dan rahmat Allah) dan segala isinya pun juga terlaknat, kecuali (yang diisi) dzikir kepada Allah dan apa-apa yang sejalan dengannya, dan orang yang berilmu atau orang yang menuntut ilmu” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ad-Darimi).

Ditambah lagi bahwa, hanya dengan dzikrullah secara benar, baik dan konsisten-lah, hati-hati kita akan selalu tenang, tenteram, damai dan stabil. Dan itulah landasan dan modal dasar utama untuk kita bisa menggapai hidup bahagia dan sejahtera secara hakiki, baik di dunia maupun di akhirat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya):

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan berdzikir mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan berdzikir mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Oleh karena itu, Teladan kita Baginda Sayyidina Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dulu senantiasa berdzikir kepada Allah dalam segala kondisi, situasi dan keadaan.

Dari Aisyah dia berkata, “Dahulu semasa hidup, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, selalu berdzikir kepada Allah dalam semua keadaannya.” (HR. Muslim).

DZIKIR SEBANYAK-BANYAKNYA

Terdapat banyak sekali perintah dan anjuran agar kita senantiasa berdzikir kepada Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya dalam segala kondisi dan situasi, dengan kedua arti dan esensi dzikir yang telah disebutkan diatas.

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah, dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang” (QS. Al-Ahzaab: 41-42).

“Apabila telah ditunaikan shalat (Jum’at), maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan berdzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung” (QS. Al-jumu’ah: 10).

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal (ulul albab); (yaitu) orang-orang yang senantiasa berdzikir mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring, dan mereka juga selalu bertafakkur memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berucap): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini semua dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali ‘Imraan: 190-191).

ESENSI SELURUH IBADAH ADALAH DZIKIR

Dzikrullah adalah landasan, motivasi, isi, esensi dan sekaligus tujuan seluruh ibadah. Maka tingkat, kualitas dan juga kwantitas ibadah seseorang sangat ditentukan oleh tingkat, kualitas dan juga kwalitas dzikir dan ingatnya kepada Allah. Shalat seluruhnya adalah dzikir. Puasa Ramadhan dan ibadah haji juga penuh dengan dzikir. Sementara itu tidak mungkin seseorang bisa menjaga komitmennya dalam menunaikan kewajiban ibadah zakat dan juga seluruh ibadah yang lainnya kecuali jika ia senantiasa ingat Allah dengan baik. Disaat yang sama, seluruh ibadah itu juga merupakan sarana terbaik untuk menggapai tingkat dzikrullah yang lebih tinggi dan lebih baik.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku. Maka beribadahlah kepada-Ku, dan dirikanlah shalat untuk mengingat (dzikir kepada) Aku” (QS. Thaahaa: 14)..

IBADAH SEGALA SITUASI DAN KONDISI

Salah satu keistimewaan ibadah dzikrullah adalah bahwa, ia merupakan ibadah yang paling mungkin dilaksanakan di segala situasi, kondisi, tempat, waktu, kedaan dan lain-lain, dengan hampir tanpa penghalang atau kendala kecuali dari dalam diri sendiri. Maka maklum jika perintah dan contohnya adalah dzikir sebanyak-banyaknya di segala keadaan. Dan oleh karenanya pula, ibadah dzikrullah juga bisa berfungsi sebagai penutup kekurangan dan pengganti (dari aspek pahala, dan bukan secara hukum) bagi ibadah-ibadah lain yang terlewatkan penunaiannya.

Dari Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu bahwa seorang laki-laki berkata; wahai Rasulullah, sesungguhnya syari’at-syari’at Islam telah (terasa) banyak bagiku (sehingga aku takut tidak bisa memenuhinya semuanya), maka beritahukan kepadaku sesuatu (amalan) yang dapat aku jadikan sebagai pegangan (yang bisa menutup kekurangan-kekuranganku)! Beliau bersabda: “Hendaknya senantiasa lidahmu basah karena berdzikir kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

RINGAN DI LESAN, BERAT DALAM TIMBANGAN

Meskipun ringan dilaksanakan bagi yang sudah terbiasa, namun nilai ibadah dzikrullah sangatlah tinggi dan istimewa, serta besar dan berlipat-ganda pahala juga balasannya di sisi Allah.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya dzikir mengingat Allah (dalam shalat dan lainnya) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain), dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-’Ankabuut: 45).

Dari Abu Hurairah dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: ‘Sesungguhnya membaca dzikir: Subhaanallah, al-hamdu lillah, laa ilaaha illallah, dan Allahu akbar, adalah lebih aku cintai daripada semua yang terkena oleh sinar matahari.(maksudnya bumi seisinya)” (HR. Muslim).

Seperti misalnya dzikir tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan lain-lain, adalah dzikir-dzikir dengan nilai pahala sedekah yang sangat tinggi dan luar biasa sekali.

Dari Abu Dzar bahwa beberapa orang dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah menguasai dan mendominasi seluruh pahala. Mereka shalat seperti kami shalat dan puasa seperti kami puasa, namun (selain itu) mereka bisa bersedekah dengan sisa harta mereka (sementara kami yang miskin tidak bisa)” Maka beliau pun bersabda: “Bukankah Allah telah menjadikan berbagai macam cara bagi kalian untuk bisa bersedekah pula (seperti mereka)? Setiap kalimat tasbih adalah sedekah, setiap kalimat takbir adalah sedekah, setiap kalimat tahmid adalah sedekah, setiap kalimat tahlil adalah sedekah, ber-amar bilma’ruf adalah sedekah, ber-nahi ‘anil munkar adalah sedekah, bahkan pada aktivitas hubungan suami istri seorang dari kalian pun terdapat nilai sedekah.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, ketika salah seorang diantara kami menyalurkan nafsu syahwatnya, apakah juga akan mendapatkan pahala?” Beliau menjawab: “Bagaimana sekiranya ia melampiaskannya secara haram, bukankah berdosa? Begitupun sebaliknya, bila ia melampiaskannya secara halal, maka tentu iapun akan mendapatkan pahala.” (HR. Muslim).

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Ada dua kalimat yang ringan di lisan, berat dalam timbangan, dan disukai oleh Allah Dzat Ar- Rahman yaitu: Subhaanallahil-’adziim dan Subhanallah wabihamdihi.” (HR. Muttafaq ‘alaih).

Maka, mari tak henti selalu berdzikir sebanyak-banyaknya, dengan dzikir-dzikir pujian, pengagungan dan pentauhidan! Agar hidup ini tetap bermakna dan bernilai, dan agar kita tidak tergabung dalam komunitas orang-orang yang “mati” dalam hidup, atau yang hidup tapi “mati”!
 

Senin, 30 Juli 2012

Puasa Sunnah Bulan Syawal

Keutamaan Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawal
Dari Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawwal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh.”[1]

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan puasa sunnah enam hari di bulan Syawwal, yang ini termasuk karunia agung dari Allah kepada hamba-hamba-Nya, dengan kemudahan mendapatkan pahala puasa setahun penuh tanpa adanya kesulitan yang berarti[2].

Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini:

Pahala perbuatan baik akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali, karena puasa Ramadhan ditambah puasa enam hari di bulan Syawwal menjadi tiga puluh enam hari, pahalanya dilipatgandakan sepuluh kali menjadi tiga ratus enam puluh hari, yaitu sama dengan satu tahun penuh (tahun Hijriyah)[3].

Keutamaan ini adalah bagi orang yang telah menyempurnakan puasa Ramadhan sebulan penuh dan telah mengqadha/membayar (utang puasa Ramadhan) jika ada, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas: “Barangsiapa yang (telah) berpuasa (di bulan) Ramadhan…”, maka bagi yang mempunyai utang puasa Ramadhan diharuskan menunaikan/membayar utang puasanya dulu, kemudian baru berpuasa Syawwal[4].

Meskipun demikian, barangsiapa yang berpuasa Syawwal sebelum membayar utang puasa Ramadhan, maka puasanya sah, tinggal kewajibannya membayar utang puasa Ramadhan[5].
Lebih utama jika puasa enam hari ini dilakukan berturut-turut, karena termasuk bersegera dalam kebaikan, meskipun dibolehkan tidak berturut-turut.[6]

Lebih utama jika puasa ini dilakukan segera setelah hari raya Idhul Fithri, karena termasuk bersegera dalam kebaikan, menunjukkan kecintaan kepada ibadah puasa serta tidak bosan mengerjakannya, dan supaya nantinya tidak timbul halangan untuk mengerjakannya jika ditunda[7].

Melakukan puasa Syawwal menunjukkan kecintaan seorang muslim kepada ibadah puasa dan bahwa ibadah ini tidak memberatkan dan membosankan, dan ini merupakan pertanda kesempurnaan imannya[8].

Ibadah-ibadah sunnah merupakan penyempurna kekurangan ibadah-ibadah yang wajib, sebagaimana ditunjukkan dalam hadits-hadits yang shahih[9].

Tanda diterimanya suatu amal ibadah oleh Allah, adalah dengan giat melakukan amal ibadah lain setelahnya[10].

Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, Lc.


Footnote:

[1] HSR Muslim (no. 1164).

[2] Lihat kitab Ahaadiitsush Shiyaam, Ahkaamun wa Aadaab (hal. 157).

[3] Lihat kitab Bahjatun Naazhirin (2/385).

[4] Pendapat ini dikuatkan oleh syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin dalam asy Syarhul Mumti’ (3/100), juga syaikh Sulaiman ar-Ruhaili dan para ulama lainnya.

[5] Lihat keterangan syaikh Abdullah al-Fauzan dalam kitab “Ahaadiitsush shiyaam” (hal. 159).

[6] Lihat kitab asy Syarhul Mumti’ (3/100) dan Ahaadiitsush Shiyaam (hal. 158).

[7] Lihat kitab Ahaadiitsush Shiyaam, Ahkaamun wa Aadaab (hal. 158).

[8] Ibid (hal. 157).

[9] Ibid (hal. 158).

[10] Ibid (hal. 157).

Priksa Diri Sudah Sampai Dimanakah Kita

Catatan kecil Oki Setiana Dewi
Semoga Bermanfaat buat kita semua Amiin.
 
Rasulullah naik mimbar lalu bersabda, 

‘Amin, Amin, Amin’. Para sahabat bertanya, “Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?” Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada orang tuanya)’, maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Allah melaknat seorang hamba yang tidak bershalawat ketika disebut namamu’, maka kukatakan, ‘Amin”.” (HR. Ibnu Khuzaimah & Imam Ahmad).

Rasulullah bersabda, 

“Sesungguhnya di Jannah ada sebuah pintu yang dinamakan Ar Rayyan yang masuk melaluinya pada Hari Kiamat hanyalah orang-orang yang berpuasa. Tidak akan masuk seorangpun melaluinya selain mereka, kemudian diserukan, “Manakah orang-oranga berpuasa?” maka merekapun berdiri. Tidak ada seorgpun yang akan masuk melalui pintu Ar-Rayyan kecuali mereka. Setelah mereka masuk semua, maka pintu itupun ditutup, sehingga tidak ada lagi yang bisa masuk melaluinya.” [Muttafaqun ‘Alaih].

Dari 12 bulan, Allah ciptakan Ramadhan bulan yg amat spesial, hari demi hari, jam demi jam bahkan detik demi detiknya amat spesial, penuh berkah, melimpah rahmat dan maghfirah-NYA Rindukanlah SORGA dan di bulan Ramadhan ini gerbangnya begitu terbuka terbentang lebar..
Subhanallah ...

Rasul SAW bersabda ...
 
"Jika seandainya umatku tahu akan keutamaan bulan Ramadhan maka niscaya mereka akan memohon kepada Allah agar setiap bulan adalah bulan Ramadhan”.

 
Mari kita periksa hati, lisan, pikiran, sikap serta amal-amal kita..
Apakah ada perubahan ? Kita lebih bersungguh-sungguh untuk mengisinya dengan spesial beda dengan bulan-bulan yang lain ?
Atau sama saja ?
Bila memang TAK ADA YANG BERUBAH, sama saja seperti 11 bulan sebelumnya...
Kita harus sangat berhati-hati...
Kita belum tentu jumpa dengan ramadhan yang akan datang
Bahkan kitapun belum tentu bisa jumpa dengan idul fitri,
Bila ajal tiba-tiba menjeput..
Manusia paling rugi adalah yang tak mendapat ampunan-NYA di bulan pengampunan ini.. Karena meremehkannya..


 
Assalamu’alaikum sahabat...tak terasa hari ini kita melaksanakan shaum yg ke 11..semoga kita masih di beri umur dan kesempatan untuk melaksankan ibadah-ibadah di bulan ramdhan ini..sahabat waktu yang tersisa mari kita manfaatkan dengan sebaik-baik untuk beribadah dan lebih mendekatkan diri kepda allah SWT.. masih ada setengah perjalanan lagi meningkatkan kualitas ibadah kita.

Masih ada sepuluh malam terakhir untuk kita mohon ampunan kepada-Nya. Masih ada kesempatan menyisihkan harta untuk berzakat di akhir bulan Ramadhan. Semoga Allah memberi kekuatan dan kesabaran untuk meningkatkan amal ibadah kita. Semoga Allah memanjangkan umur dan mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun depan dan semoga kelak kita mendapatkan surga Ar-Rayyan, yaitu surga untuk orang-orang yang berpuasa. Amin.. 

Sahabat, Beruntunglah yang Ramadhan ini masih ada orang tuan, bisa mencium tangannya, meminta do'anya, meminta maafnya, memuliakannya, memeluknya. Kita harus bersyukur .. jangan sia-siakan keberadaan mereka, sayangilah mereka selalu tanpa pamrih, tanpa mengharapkan apapun , seperti yang telah mereka lakukan selama ini. Bersyukurlah karena mereka masih diberikan kesehatan sampai detik ini, jagalah mereka selalu dan berikanlah yang terbaik untuk mereka, jadilah anak yang berbakti..

Allah Subhaanahu Wata'ala befirman :

".Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.(Qs Al Isro : 23)..

"Ya Allah bimbinglah hamba agar puasa hamba meraih ridhoMu, Ya Allah berilah hamba kesempatan berbuat terbaik untuk kedua orangtua hamba hingga orangtua hamba ridho, Ya Allah ingatkan hamba untuk selalu bersholawat kepada Nabi Muhammad hingga kelak di akhirat Engkau pertemukan dengan beliau...aamiin".


Kesilapan Kerap Muslim Dalam Bulan Ramadhan

Kemampuan untuk mendapatkan kesempurnaan pahala Ramadhan kerap kali tergugat akibat kekurangan ilmu dan kekurangan perihatinan umat Islam kini. Antaranya adalah :-

1) Makan dan minum dengan bebas setelah batal puasa dengan sengaja (bukan kerana uzur yang diterima Islam). Perlu diketahui bahawa sesiapa yang batal puasanya dengan sengaja tanpa uzur seperti mengeluarkan mani secara sengaja, merokok, makan & minum. Ia dilarang untuk makan & minum lagi @ melakukan apa jua perkara yang membatalkan puasa yang lain sepanjang hari itu. (Fiqh as-Siyam, Al-Qaradawi, hlm 112).

Ia dikira denda yang pertama baginya selain kewajiban menggantikannya kemudiannya. Keadaan ini disebut di dalam sebuah hadith, Ertinya : "sesungguhnya sesiapa yang telah makan (batal puasa) hendaklah ia berpuasa baki waktu harinya itu" (Riwayat al-Bukhari)

2) Makan sahur di waktu tengah malam kerana malas bangun di akhir malam. Jelasnya, individu yang melakukan amalan ini terhalang dari mendapat keberkatan & kelebihan yang ditawarkan oleh Rasulullah SAW malah bercanggah dengan sunnah baginda. "Sahur" itu sendiri dari sudut bahasanya adalah waktu terakhir di hujung malam. Para Ulama pula menyebut waktunya adalah 1/6 terakhir malam. (Awnul Ma'bud, 6/469). Imam Ibn Hajar menegaskan melewatkan sahur adalah lebih mampu mencapai objektif yang diletakkan oleh Rasulullah SAW. (Fath al-Bari, 4/138)

3) Bersahur dengan hanya makan & minum sahaja tanpa ibadah lain. Ini satu lagi kesilapan umat Islam kini, waktu tersebut pada hakikatnya adalah antara waktu terbaik untuk beristigfar dan menunaikan solat malam.

Firman Allah ketika memuji orang mukmin ertinya : " dan ketika waktu-waktu bersahur itu mereka meminta ampun dan beristighfar" (Surah Az-Zariyyat : Ayat 18)

"Ditanya kepada Nabi (oleh seorang sahabat) : Wahai Rasulullah :" Waktu bilakah doa paling didengari (oleh ALLAH SWT) ; jawab Rasulullah SAW : Pada hujung malam (waktu sahur) dan selepas solat fardhu" ( Riwayat At-Tirmidzi, no 3494 , Tirmidzi & Al-Qaradhawi : Hadis Hasan ; Lihat Al-Muntaqa , 1/477)

4) Tidak menunaikan solat ketika berpuasa. Ia adalah satu kesilapan yang maha besar. Memang benar, solat bukanlah syarat sah puasa. Tetapi ia adalah rukun Islam yang menjadi tonggak kepada keislaman sesorang. Justeru, ‘ponteng' solat dengan sengaja akan menyebabkan pahala puasa seseorang itu menjadi ‘kurus kering' pastinya.

5) Tidak mengutamakan solat Subuh berjemaah sebagaimana Terawih. Ini jelas suatu kelompongan yang ada dalam masyarakat tatakala berpuasa. Ramai yang lupa & tidak mengetahui kelebihan besar semua solat fardhu berbanding solat sunat, terutamanya solat subuh berjemaah yang disebutkan oleh Rasulullah SAW bagi orang yang mendirikannya secara berjemaah, maka beroleh pahala menghidupkan seluruh malam.

6) Menunaikan solat terawih di masjid dengan niat inginkan meriah. Malanglah mereka kerana setiap amalan di kira dengan niat, jika niat utama seseorang itu ( samada lelaki atau wanita) hadir ke masjid adalah untuk meriah dan bukannya atas dasar keimanan dan mengharap ganjaran redha ALLAH sebagaimana yang ditetapkan oleh Rasulullah SAW di dalam hadith riwayat al-Bukhari. Maka, "Sesungguhnya sesuatu amalan itu dikira dengan niat". (Riwayat al-Bukhari)

7) Bermalasan dan tidak produktif dalam kerja-kerja di siang hari dengan alasan berpuasa. Sedangkan, kerja yang kita lakukan di pejabat dengan niat ibadat pastinya menambahkan lagi pahala. Justeru, umat Islam sewajarnya memperaktifkan produktiviti mereka dan bukan mengurangkannya di Ramadhan ini.

via: USTAZ ZAHARUDIN ABDUL RAHMAN

~ 5 Ramadhan 1433H ~


www.info-iman.blogspot.com

•.•´¯`•.•• ♥ Amalan" Ketika Berbuka Puasa ♥ ••.•´¯`•.••

.✽✽.السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته.✽✽.


Ketika berbuka puasa sebenarnya terdapat berbagai amalan yang membawa kebaikan dan keberkahan. Namun seringkali kita melalaikannya, lebih disibukkan dengan hal lainnya. Hal yang utama yang sering dilupakan adalah do'a. Secara lebih lengkapnya, mari kita lihat tulisan berikut seputar sunnah-sunnah ketika berbuka puasa:

Pertama: Menyegerakan berbuka puasa.

Yang dimaksud menyegerakan berbuka puasa, bukan berarti kita berbuka sebelum waktunya. Namun yang dimaksud adalah ketika matahari telah tenggelam atau ditandai dengan dikumandangkann

ya adzan Maghrib, maka segeralah berbuka. Dan tidak perlu sampai selesai adzan atau selesai shalat Maghrib. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098)

Dalam hadits yang lain disebutkan,

لَا تَزَالُ أُمَّتِى عَلَى سُنَّتِى مَا لَمْ تَنْتَظِرْ بِفِطْرِهَا النُجُوْمَ

“Umatku akan senantiasa berada di atas sunnahku (ajaranku) selama tidak menunggu munculnya bintang untuk berbuka puasa.” (HR. Ibnu Hibban 8/277 dan Ibnu Khuzaimah 3/275, sanad shahih). Inilah yang ditiru oleh Rafidhah (Syi’ah), mereka meniru Yahudi dan Nashrani dalam berbuka puasa. Mereka baru berbuka ketika munculnya bintang. Semoga Allah melindungi kita dari kesesatan mereka. (Lihat Shifat Shoum Nabi, 63)

Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum menunaikan shalat Maghrib dan bukanlah menunggu hingga shalat Maghrib selesai dikerjakan. Inilah contoh dan akhlaq dari suri tauladan kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3/164, hasan shahih)

Kedua: Berbuka dengan rothb, tamr atau seteguk air.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas bin Malik di atas, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sangat menyukai berbuka dengan rothb (kurma basah) karena rothb amat enak dinikmati. Namun kita jarang menemukan rothb di negeri kita karena kurma yang sudah sampai ke negeri kita kebanyakan adalah kurma kering (tamr). Jika tidak ada rothb, barulah kita mencari tamr (kurma kering). Jika tidak ada kedua kurma tersebut, maka bisa beralih ke makanan yang manis-manis sebagai pengganti. Kata ulama Syafi'iyah, ketika puasa penglihatan kita biasa berkurang, kurma itulah sebagai pemulihnya dan makanan manis itu semakna dengannya (Kifayatul Akhyar, 289). Jika tidak ada lagi, maka berbukalah dengan seteguk air. Inilah yang diisyaratkan dalam hadits Anas di atas.

Ketiga: Sebelum makan berbuka, ucapkanlah 'bismillah' agar tambah barokah.

Inilah yang dituntunkan dalam Islam agar makan kita menjadi barokah, artinya menuai kebaikan yang banyak.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ


"Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta'ala (yaitu membaca 'bismillah'). Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta'ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”." (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858, hasan shahih)

Dari Wahsyi bin Harb dari ayahnya dari kakeknya bahwa para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata,


يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَأْكُلُ وَلاَ نَشْبَعُ. قَالَ « فَلَعَلَّكُمْ تَفْتَرِقُونَ ». قَالُوا نَعَمْ. قَالَ « فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ يُبَارَكْ لَكُمْ فِيهِ



»
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan dan tidak merasa kenyang?" Beliau bersabda: "Kemungkinan kalian makan sendiri-sendiri." Mereka menjawab, "Ya." Beliau bersabda: "Hendaklah kalian makan secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan diberi berkah padanya." (HR. Abu Daud no. 3764, hasan). Hadits ini menunjukkan bahwa agar makan penuh keberkahan, maka ucapkanlah bismilah serta keberkahan bisa bertambah dengan makan berjama'ah (bersama-sama).

Keempat: Berdo'a ketika berbuka "Dzahabazh zhoma-u ..."

Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma berkata,


كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا أَفْطَرَ قَالَ « ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ ».

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika telah berbuka mengucapkan: 'Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)'." (HR. Abu Daud no. 2357, hasan). Do'a ini bukan berarti dibaca sebelum berbuka dan bukan berarti puasa itu baru batal ketika membaca do'a di atas. Ketika ingin makan, tetap membaca 'bismillah' sebagaimana dituntunkan dalam penjelasan sebelumnya. Ketika berbuka, mulailah dengan membaca 'bismillah', lalu santaplah beberapa kurma, kemudian ucapkan do'a di atas 'dzahabazh zhoma-u ...'. Karena do'a di atas sebagaimana makna tekstual dari "إِذَا أَفْطَرَ ", berarti ketika setelah berbuka.


Catatan: Adapun do’a berbuka, “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka)” Do’a ini berasal dari hadits hadits dho’if (lemah). Begitu pula do’a berbuka, “Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthortu” (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rizki-Mu aku berbuka), Mula ‘Ali Al Qori mengatakan, “Tambahan “wa bika aamantu” adalah tambahan yang tidak diketahui sanadnya, walaupun makna do’a tersebut shahih. Sehingga cukup do’a shahih yang kami sebutkan di atas (dzahabazh zhomau …) yang hendaknya jadi pegangan dalam amalan.


Kelima: Berdo'a secara umum ketika berbuka.

Ketika berbuka adalah waktu mustajabnya do'a. Jadi janganlah seorang muslim melewatkannya. Manfaatkan moment tersebut untuk berdo'a kepada Allah untuk urusan dunia dan akhirat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ


“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzholimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396, shahih). Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya do’a karena ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 7: 194).

Keenam: Memberi makan berbuka.

Jika kita diberi kelebihan rizki oleh Allah, manfaatkan waktu Ramadhan untuk banyak-banyak berderma, di antaranya adalah dengan memberi makan berbuka karena pahalanya yang amat besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, hasan shahih)

Ketujuh: Mendoakan orang yang beri makan berbuka.

Ketika ada yang memberi kebaikan kepada kita, maka balaslah semisal ketika diberi makan berbuka. Jika kita tidak mampu membalas kebaikannya dengan memberi yang semisal, maka doakanlah ia. Dari 'Abdullah bin 'Umar, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ

"Barangsiapa yang memberi kebaikan untukmu, maka balaslah. Jika engkau tidak dapati sesuatu untuk membalas kebaikannya, maka do'akanlah ia sampai engkau yakin engkau telah membalas kebaikannya." (HR. Abu Daud no. 1672 dan Ibnu Hibban 8/199, shahih)

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى

“Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii” [Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku]" (HR. Muslim no. 2055)

Kedelapan: Ketika berbuka puasa di rumah orang lain.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika disuguhkan makanan oleh Sa’ad bin ‘Ubadah, beliau mengucapkan,


أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ

“Afthoro ‘indakumush shoo-imuuna wa akala tho’amakumul abroor wa shollat ‘alaikumul malaa-ikah [Orang-orang yang berpuasa berbuka di tempat kalian, orang-orang yang baik menyantap makanan kalian dan malaikat pun mendo’akan agar kalian mendapat rahmat].” (HR. Abu Daud no. 3854 dan Ibnu Majah no. 1747 dan Ahmad 3/118, shahih)

Kesembilan: Ketika menikmati susu saat berbuka.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَطْعَمَهُ اللَّهُ الطَّعَامَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ. وَمَنْ سَقَاهُ اللَّهُ لَبَنًا فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ


"Barang siapa yang Allah beri makan hendaknya ia berdoa: “Allaahumma baarik lanaa fiihi wa ath'imnaa khoiron minhu” (Ya Allah, berkahilah kami padanya dan berilah kami makan yang lebih baik darinya). Barang siapa yang Allah beri minum susu maka hendaknya ia berdoa: “Allaahumma baarik lanaa fiihi wa zidnaa minhu” (Ya Allah, berkahilah kami padanya dan tambahkanlah darinya). Rasulullah shallallahu wa 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidak ada sesuatu yang bisa menggantikan makan dan minum selain susu." (HR. Tirmidzi no. 3455, Abu Daud no. 3730, Ibnu Majah no. 3322, hasan)


Kesepuluh: Minum dengan tiga nafas dan membaca 'bismillah'.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

كان يشرب في ثلاثة أنفاس إذا أدنى الإناء إلى فيه سمى الله تعالى وإذا أخره حمد الله تعالى يفعل ذلك ثلاث مرات


“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa minum dengan tiga nafas. Jika wadah minuman didekati ke mulut beliau, beliau menyebut nama Allah Ta’ala. Jika selesai satu nafas, beliau bertahmid (memuji) Allah Ta’ala. Beliau lakukan seperti ini tiga kali.” (Shahih, As Silsilah Ash Shohihah no. 1277)

Kesebelas: Berdoa sesudah makan.

Di antara do’a yang shahih yang dapat diamalkan dan memiliki keutamaan luar biasa adalah do’a yang diajarkan dalam hadits berikut. Dari Mu’adz bin Anas, dari ayahnya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ. غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan: “Alhamdulillaahilladzii ath'amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin” (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu." (HR. Tirmidzi no. 3458, hasan)

Namun jika mencukupkan dengan ucapan “alhamdulillah”setelah makan juga dibolehkan berdasarkan hadits Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا

“Sesungguhnya Allah Ta'ala sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (alhamdulillah)sesudah makan dan minum” (HR. Muslim no. 2734) An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika seseorang mencukupkan dengan bacaan “alhamdulillah”saja, maka itu sudah dikatakan menjalankan sunnah.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17: 51)

Demikian beberapa amalan ketika berbuka puasa. Moga yang sederhana ini bisa kita amalkan. Dan moga bulan Ramadhan kita penuh dengan kebaikan dan keberkahan. Wallahu waliyyut taufiq.

Share Dokumen grup:
https://www.facebook.com/#!/groups/436028619754729/doc/463774533646804


www.info-iman.blogspot.com

Sunnah Sahur

بِســـمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

Firman Allah ta’ala:
Dan makan minumlah kalian hingga telah jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam waktu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam.” (Al-Baqarah: 187)

HadistAnasbinMalik-radhiallahu’anhu-beliau berkata,bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,Makan sahurlah kalian karena pada sahur terdapat berkah.”(HR. al-Bukhari no. 1923 dan Muslim no.770)

Hadist’Amrubinal-’Ash-radhiallahu’anhu-beliau mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,Pembeda antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.(HR. Muslim no. 770-771, Abu Dawud no. 2343, at-Tirmidzi no. 708, an-Nasa`i no. 2165, Ahmad 4/197 dan 202 dan ad-Darimi no. 1697)

HadistAbu Sa’idal-Khudri-radhiallahu’anhu-dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sahur adalah berkah, makan janganlah kalian meninggalkannya walaupun salah seorang diantara kalian hanya dengan meneguk satu tegukan air. Karena sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya mendoakan orang-orang yang makan sahur.(HR. Ahmad 3/12 dan 44)

Hadist Abdullah bin Abbas, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mintalah bantuan dengan makan sahur dalam pengerjaan puasa siang hari dan dengan tidur siang dalam pengerjaan shalat malam.(HR. Ibnu Majah no. 1695 dan al-Hakim 1/425)

Hadistal-’Irbadh bin Sariyah beliauberkata,”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengundangku untuk makan sahur pada bulan Ramadhan,sembari mengatakan, “Marilah menikmati makan pagi yang ber-berkah.(HR. Abu Dawud no.2344, an-Nasa`i no.2162, Ahmad4/129, al-Baihaqi 4/236 dan Ibnu Khuzaimah no. 1938)

Dan beberapa ulama telah mengutip adanya kesepakatan/ijma’ akan sunnahnya sahur bagi orang-orang yang hendak mengerjakan puasa, selama tidak dikhawatirkan masuknya waktu fajar.

Senyum santun santap sahur dan selamat menjalankan Puasa yang insyaAlloh sudah hari ke enam.....
semuga amal ibadah puasa saudara fillah di terima Alloh Subhanahu Wata'ala...aamiiin

~ 6 Ramadhan 1433 H ~

سبحانك الله وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك


www.info-iman.blogspot.com

ISTERI YANG PALING MAHAL

بِســـمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

"Isteri yang mahal dari pandangan Islam ialah
isteri yang tidak meletakkan darjat &
kemuliaannya kepada wang,
tetapi kepada iman, kasih, jiwa dan
hatinya. Kalau diletakkan nilainya
kepada wang, wang akan hilang.
Kalau diletakkan kepada iman,
kasih serta hatinya, ia akan berkekalan
sehingga hari kiamat dan seterusnya
membawanya ke syurga"

~ 5 Ramadhan 1433H ~


www.info-iman.blogspot.com

BURUNG PATAH SAYAP (sebuah catatan dakwah seorang ukhti) Berikut

بِســـمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

catatan perjalanan dakwah seorang muslimah

Ukhti, aku selalu mengagumi sayap-sayapmu yang tak
pernah berhenti mengepak dan senantiasa terbang tinggi
dan kian tinggi. Kecepatan dan gelombang ruhiyahmu pun
sangat luar biasa. Dirimu, aktivis dakwah yang tak pernah
kenal henti berjuang, dinamis, dan haroki, mewakili
motomu tentang jangan pernah diam dan berhenti
bergerak, karena diam dapat mematikan.

“Ustadz, apakah usia perjuangan dakwah akhwat begitu
terbatas?
Terbatas oleh usianya, pekerjaannya, dan
terbatas oleh amanahnya dalam rumah tangga?”
Tanyaku suatu hari pada seorang ustadz. “
Kalau begitu aku iri pada teman-teman ikhwan seperjuanganku.
Mereka dapat cuek untuk tidak memikirkan pernikahan. Toh setua apapun kelak mereka mau menikah, mereka dapat dengan mudah
menikahi akhwat yang lebih muda.

Jika akhwat, semakin tua… Adakah ikhwan yang berkenan padanya?” Aku masih dengan pertanyaan polosku. Ustadz hanya tersenyum… I
know.. Itu berarti aku sendiri tahu jawabannya.

Fenomena ini mungkin mengenai semua lini dakwah. Saat
sebagian akhwat berhenti dari aktivitas dakwahnya justru
setelah ia menikah. Aku mencoba merenungi dalam-
dalam. Pasti ada yang salah, (bisa jadi pemahamanku, pola
pikirku) ya…, pasti ada yang dapat kujadikan pelajaran.
Dalam benakku, pernikahan di jalan dakwah adalah
pernikahan dua aktivis yang bertujuan memperkokoh
tandzhim dakwah, menyatukan kekuatan, dan mencetak
generasi baru jundullah. That’s the point!!

Namun dalam kenyataannya seringkali kondisi ini tidak se-idealis yang ku bayangkan… Ada berbagai situasi dan kondisi yang realistis
yang harus dicermati. Dan aku belajar banyak, dari
pernikahan saudaraku, sahabat-sahabatku, patner-patner
dakwahku…

Bidadari, menikah adalah sunnatullah dan sunnah
Rasulullah bagi setiap muslim. Ya, of course, karena
akhwat adalah tulang rusuk yang bengkok. Harus ada yang
meluruskannya dengan penuh kesabaran kalau tak ingin
patah. Pernikahan sepasang aktivis dakwah haruslah
karena dakwah (terlepas dari berbagai fenomena yang ada
saat ini; VMJ (virus merah jambu), take in, atau hubungan
tanpa status). Dan saat menikah di jalan dakwah, maka
proyek dakwah dalam keluarga adalah konsekuensi logis
dari pernikahan para aktivis.

Namun bagi akhwat, ada banyak hal baru yang
nembuatnya harus berada dalam dunia yang mungkin
berbeda. Tak jarang menghentikan sementara gerak
langkahnya (terlebih saat buah hati telah hadir dalam
kehidupannya). Namun ini hanya sementara, sampai jundi
kecilnya mulai bisa diajak berjihad. Right??? Maka menjadi
amanah bagi keduanya untuk saling mengingatkan, agar
mujahidah dakwah tak bagai burung patah sayap.

Aku yakin engkau tahu benar bidadari, bahwa sebagai
akhwat aktivis dirimu memiliki banyak potensi.
Kemampuan manajerial, strategi dakwah, membina,
kaderisasi, dan banyak hal lainnya yang sebenarnya tidak
terbatas. Apakah harus berakhir di gerbang pernikahan?
Meski ada amanah lain yang juga tak kalah menantangnya,
menjadi madrasah terbaik, bidadari terbaik di rumahnya.
Namun potensi itu punya hak untuk terus berkembang,
jangan dibiarkan padam atau meredup. Potensi itu harus
terus dinamis dan haroki, untuk membuat satu karya
terbaik bagi umat. Ada banyak kader akhwat, namun
mengapa masih sulit untuk mencari mentor? Mengapa
masih sulit untuk mencari pengisi ta’lim? Mengapa begitu
sulit untuk mencari aktivis akhwat di lini dakwah ini?

Nikmat tarbiyah punya satu konsekuensi logis bagi para
jundinya, yaitu bergerak dan beramal, untuk satu cita
IQQOMATUDIEN (menegakkan dienNya).

Entahlah, kadang tanya ini tak berujung jawaban. Satu hal
yang pasti harus terus kita benahi adalah sebuah sistem
yang terbaik untuk mengelola potensi para umahat. Dan
tarbiyah sebenarnya telah menjadi wasilah yang tepat.
Namun terlepas dari sistem ini, ada satu point yang lebih
utama. Niat, ghirah, tadhiyah, hamasah dari para aktivis
dakwah akhwat itu sendiri, untuk terus menjadi cahaya
umat, tidak semata menjadi cahaya di rumahnya saja.

Maka kepak sayap itu akan terus berkembang dengan dua
kekuatan besar dalam sebuah rumah tangga yang tak
ubah bagai sebuah markas jihad. Bagai sayap burung, ia
kan terus terbang lebih tinggi. Tak kenal henti, karena ada
tujuan bersama yang begitu indah… Jannah dan
pertemuan dengan-Nya.

Bidadari, sungguh…, tidak ada yang membedakan usia
perjuangan dakwah akhwat dan ikhwan. Mungkin bentuk
dan kadarnya saja yang berbeda. Namun semangat dan
gelora jihadnya tidak boleh berbeda. Karena kelak
dihadapan Allah, hanya ketaqwaanlah yang membedakan.
Bukan gender, suku, rupa seseorang. (Dan aku tidak mau
mengalah, juga tidak mau berhenti berfastabiqul khoirot
dengan teman-temanku….. Duh…. Nih kepala terbuat dari
apa sih?).

Ukhti fillah, para aktivis dakwah, akhwat, dan umahat.
Gerbang pernikahan adalah awal fase baru dalam
kehidupan (pernikahan bukanlah hidup baru, hanya
sebuah fase baru, karena kehidupan baru kita adalah saat
kita bertemu Rabb kita. Saat nyawa meregang dari tubuh
kita, saat kita akan berhadapan dengan hari yang sangat
berat untuk hisab kita. Itulah hidup baru kita, kematian
dunia untuk sebuah kehidupan abadi di akhirat kelak).
Gerbang itu bukan untuk menutup semua potensi kita,
tapi justru laboratorium pengembangan kapasitas dakwah
kita. (Berat menulis seperti ini, karena Uz belum bisa
membuktikannya alias konsulen teoritis saja).

Saat memasuki rumah dakwah baru, maka saat itulah
genderang jihad dibunyikan untuk melihat sejauh mana
dua kekuatan besar tersebut berkolaborasi membangun
sebuah kekuatan yang dasyat untuk menjadi kemanfaatan
yang besar bagi masyarakatnya, negaranya, dan terutama
bagi diennya. Dan PR ini bukan main-main, agenda ini
harus senantiasa di evaluasi bersama. Karena kita semua
adalah du’at, nahnu du’at qobla kuli syai (kita adalah da’i
sebelum yang lainnya ).

Maka ukhti fillah, akhwat, dan umahat bantulah para
akhwat aktivis untuk tidak fobi terhadap pernikahan.
Dengan segala keterbatasan, teruslah kepakan sayap
jihadmu. Minimal lewat perhatian dan doamu. Karena
Nusaibah, Khadijah, Khansa, tidak lahir begitu saja.
Generasi shahabiyah bukan impian semu yang tak
mungkin hadir di akhir zaman ini. Kita adalah wanita akhir
zaman, kita tidak bisa berhenti melangkah dan bergerak
karena cita-cita besar kita belumlah futuh hingga dakwah
mencapai kemenangannya. Kehidupan kita bukanlah
sebatas suami, anak dan segala kesulitan rumah tangga
kita. Tapi lebih besar lagi… Ini adalah tantangan bagi saya,
meski saya tak pernah mampu meraba masa depan.

Semoga Allah mengistiqomahkan kita, akhwat,
dimanapun nanti ukhti berada, mendampingi mujahid
manapun…. Jannah itu adalah milik kita juga, maka
bertempurlah tuk jadi yang terbaik dari setiap peran yang
harus kita jalani. Ini pertempuran kita…. Tuk buktikan
pada dunia kita mampu setegar para mujahidah Afgan
yang saling menyemangati antar para umahat untuk
mendorong para suaminya berjihad dan menutup pintu
rumah kala suaminya bermalas-malasan dari dakwah.
Ini pertempuran kita, tuk buktikan pada Allah bahwa Dia
tak pernah salah memilih kita menjadi mujahidah
dakwahnya… Yang menjadikan suami dan anak bukan
fitnah baginya. Namun menjadi kekuatan luar biasa,
sekuat para mujahidah dan para umahat Palestina yang
tak pernah berhenti melahirkan dan mendampingi
mujahid dakwah meski mereka harus kehilangan semua
orang yang dicintanya….

Demi izzah Islam.
Ini pertempuran kita… Tuk kalahkah stigma bahwa akhwat
bagai burung patah sayap saat ia menikah. Bertempurlah
ya ukhti, terutama dengan diri kita sendiri. Karena
seringkali ialah musuh terbesar kita.

“ Hai orang-orang yang beriman janganlah harta-hartamu
dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.
Siapa saja yang berbuat demikian, maka merekalah orang-
orang yang rugi…” (Q.S Al Munafiqun : 9).

Karena kau ukhti mujahidah…. Karena kau pendamping
mujahid dakwah… Maka sambutlah seruan ini… Semoga
kelak kau kan menjadi bidadari surga mulia di jannah-Nya.
Wallahualam bishawab.

Share:https://m.facebook.com/groups/436028619754729?view=permalink&id=466526493371608

~ 6 Ramadhan 1433 H ~

سبحانك الله وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك


www.info-iman.blogspot.com

Label

'idul adha adab dan sunnah adik saudara sepersusuan adzan air kencing bayi air kencing Rasulullah Akhirat akhlak Akhlaq Kepribadian Akhwat akidah Al Qur'an Al Qur#039;an Al Quran Al-Qur'an Alam Aliran-aliran Amalan AMALIYAH NU anak Analisa Angin Aqidah Aqiqah Artikel Artikel IImiah Asmara Astronomi ASWAJA Azab Bab Adab Bab Nikah Bab Puasa Bab Sholat Bab Thaharah Bab Zakat bantahan belajar islam Berita bersin Bid'ah bid'ah dalam aqidah bid'ah dalam ibadah Biografi Biologi Bisnis Blackberry Budaya Budi Daya buka puasa buku Cantik Fisik catatanku Cerpen Chairil Anwar Curahan Hati Curhat daging qurban Dakwah Dakwah Pemikiran Islam dakwah umum Dambaan insan Dari Salafushshalih Dasar Islam Dasar Keislaman demam Desain Dhaif Do'a do'a buka puasa Do'a dan Dzikir Doa doa bersama doa sholat tarawih download dunia islam Dunia Islam Kontemporer Dzikir dzikir dengan tangan kiri Ekonomi Eksoplanet Emansipasi Emha Ainun Nadjib Fakta Ilmiah Fakta Jin-Iblis-Syetan Fakta Manusia faraidh Fenomena Asteroid Fenomena Bencana Alam Fenomena Bintang Fenomena Bulan Fenomena Bumi Fenomena Hewan Fenomena Kutub Fenomena Langit Fenomena Matahari Fenomena Meteorit Fenomena Petir Fenomena Planet Fenomena Ruang Angkasa Fenomena Tumbuhan Fiqh Fiqh Muamalat Fiqh Wanita Fiqih Fisika Galaksi Geografi Geologi gerhana gigi palsu Hadis Hadis 40 hadist Hadits Hadits Palsu HAID Halal Haram HAM HARI RAYA ID HUKUM ISLAM hukum natal bersama hutang i'tikaf Ibadah ibadah yang baik ibu mertua ilmu ilmuan muslim Ilmuwan imam terlalu cepat bacaannya IMAN Inovasi intermezzo Internet Iptek iqomah isbal Islam jabat tangan setelah sholat JADWAL RAMADHAN Jagad Raya Jalaluddin Rumi jamaah sholat jumat jenazah Jual Beli judi junub Kabar Dalam Negeri kabar manca negara Kahlil Gibran Kajian Karya Buku Karya Ulama KB Keajaiban Alam Keajaiban Hewan KECANTIKAN Kecelakaan Maut Kehutanan Kelautan keluarga Kepemerintahan Kepengurusan Kerajaan Kesehatan Keuangan Keutamaan KHITAN Khitan Wanita khurofat Khutbah Khutbah Jum'at khutbah jumat Khutbah Rasulullah saw Kiamat Kidung Hati Kimia Kisah Kisah Kami Kisah Nyata Kisah Orang-Orang Shaleh Kisah Teladan Komputer Konversi Energi Kosmologi Kumpulan Do'a Kumpulan Kata lafadz adzan lafadz iqomah Lain-Lain Lalu Lintas lembaga sosial Lingkungan Hidup Lubang Hitam macam puasa sunnah mahram Makanan mandi jum'at mandi wajib Manhaj Manusia Manusia dan Teknologi masjid masjid quba Masuk Perguruan Tinggi Matahari Materi gelap Mayit media cetak memandikan jenazah membayar zakat memotong kuku memotong rambut mendahului gerakan imam menemani sholat jamaah menembok kuburan mengadzankan mayit di liang kubur mengangkat tangan menghadiahkan pahala mengqadha puasa menguburkan jenazah mengucapkan selamat natal mengusap kepala Mengusap muka setelah berdoa menikah di bulan syawwal menikah setelah berzina meninggal dunia Meninggalkan sholat jum'at menjawab adzan menjual kotoran hewan menyapu kepala menyentuh wanita Meteorologi Meteorologi-Klimatologi mihrab Mineralogi minum air zamzam Motivasi motivasi belajar Motivasi Beramal MQ (menejemen qolbu) mu'athilah Muallaf muamalah Muhasabah Mungkar murottal Muslimah Muslimah Articles Musyabbihah Mutiara Hikmah Mutiara Kalimat Mutiara Tafakur Nabi Muhammad Nagham Alqur'an Nasehat Neraka News niat sholat nikah nisfu aya'ban Oase Iman Olah Raga OLAHRAGA Otak PAKAIAN panas PAUD Pendidikan Penelitian penelitian sunnah Pengembangan Diri Pengobatan Akibat Sihir Peninggalan Sejarah Penjajahan Pentingnya Waktu Peradaban Islam Perbandingan Agama dan Aliran Perbankan Pergaulan Perkawinan Perkembangan Da'wah Islam Permata Hati pernikahan Personaliti Pesawat Ruang Angkasa Pesepakbola Muslim Pojok Ramadhan posisi imam wanita produksi awal program kerja Proyek Luar Angkasa Psikologi Puasa puasa daud puasa rajab Puasa Setiap Hari puasa sunnah puasa wanita hamil Puisi Puisi bahasa Ingris qunut nazilah QURAN radar lampung Radio Rajab Ramadhan ramalan cuaca Renungan Riba dan Jual Beli salafush shalih salah bacaan sholat Salam Khudam Sastra sedekah Sejarah Sejarah Islam SEKS Sentilan Seputar Daerah Buton Shalat shodaqoh shodaqoh melebihi kadar Sholat sholat dan keputihan sholat di rumah sholat ghoib sholat jamaah sholat jamaah estafet sholat jumat sholat jumat wanita sholat pindah tempat sholat qashar sholat sambil melihat mushaf sholat sendirian sholat sunnah sholat sunnah qobliyah isya sholat sunnah sebelum asar sholat sunnah setelah shubuh sholat takhiyatul masjid sholat wanita sifat dzatiyah sifat fi'aliyah Sihir Simpan Pinjam Sirah Siroh Shahabiyyah Software Islami Sosial Kemasyarakatan Sosiologi sujud sahwi sujud syukur sumpah dan nadzar Sunnah sutrah sutroh syafaat Syurga Tafakur Alam Semesta Tafsir Tafsir Al-Qur'an tahlilan Takbirotul ihram takwil mimpi tambal gigi tamsil Tanda Akhir Zaman Tanda-Tanda Kiamat Tanya jawab Tarbiyah Tasawwuf dan Adab tata cara tidur menurut sunnah Tata Surya Taufiq Ismail Tauhid tayammum Tazkirah Tazkiyah tazkiyatun nafs Tech News Teknik Sipil teladan Tenaga Kerja tertawa saat sholat Thoharoh tidak taat suami tinggi TK Tokoh Tokoh Dan Ulama Tokoh Islam Tools TPA Tsunami Tujuan Hidup tuntunan sholat uang pensiun dari riba uang riba ucapan assalamualaika UNCATEGORY Video da'wah video Motivasi Diri Video Muhasabah video murotal W. S. Rendra waktu membaca doa wanita wanita haid Wisata wudhu yasinan zakat zakat anak kepada orang tua zakat barang temuan zakat harta zakat harta warisan zakat hasil perkebunan zakat hasil pertanian zakat mal zakat padi zakat pns zakat tanah zina