Rabu, 02 November 2011

Koreksi Aqidah KH Said Aqil Sirajd: Jangan Samakan Tauhid Islam dengan Trinitas Kristen

By: A. Ahmad Hizbullah MAG
Jika kekeliruan akidah menimpa kaum awam yang tidak punya pengikut, maka bahayanya relatif kecil hanya kepada dirinya sendiri. Tapi kesesatan akidah akan menjadi musibah besar bila menimpa tokoh dan pemimpin ormas Islam yang memiliki puluhan juta pengikut.
Adalah Bambang Noorsena, pendiri Institute for Syriac Christian Studies (ISCS), komunitas Kristen Ortodoks Syria (KOS) di Indonesia. Untuk sosialisasi KOS di Indonesia, Bambang Noorsena menulis buku “Menuju Dialog Teologis Kristen–Islam” yang diterbitkan oleh Penerbit Kristen Yayasan Andi Yogyakarta.

Buku setebal 172 halaman ini berisi kumpulan makalah, artikel, berbagai karya lepas, liputan, wawancara dan komentar media massa seputar Kristen Ortodoks Syria. Intinya, berusaha menjelaskan kekristenan dan keilahian (ketuhanan) Yesus versi KOS yang diyakini sebagai upaya menembus kebuntuan dialog teologis Kristen dan Islam.
Ciri khas KOS yang berbeda dengan aliran Kristen lainnya adalah identitas kearaban ala Timur Tengah. Istilah-istilah teologi banyak menggunakan bahasa Arab, bukan istilah barat ataupun Yunani. Misalnya, memakai kata “Sayyidina Isa Almasih” untuk menyebut Yesus Kristus, memakai jilbab bagi jemaat wanita ketika beribadat, dan pemakaian Bibel berbahasa Arab. “Kitab kami Injil berbahasa Arab. Karena itu kami juga bisa membaca Al-Qur’an,” jelas Bambang yang juga Dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Cipta Wacana (UKCW) Malang itu pada halaman 143.
Untuk menambah pamor, ulasan KOS dalam buku ini ditutup dengan dua bagian, yaitu Wacana Mitra Islam dan lampiran Qanun Al-Iman Al-Muqaddas.
Dalam Wacana Mitra Islam (hlm. 163-166), Prof Dr KH Said Aqiel Siradj MA menulis artikel tanggapan sebagai umpan balik terhadap gagasan dan teologi Kristen Ortodoks Syria. Sedangkan pada halaman lampiran (hlm 167-169), disertakan kutipan “Qanun Al-Iman Al-Muqaddas” yang berisi 12 pernyataan iman KOS. Pernyataan iman ini sama dengan doktrin keyakinan Kristen lainnya yang menyebutnya sebagai “12 Pengakuan Iman Rasuli” atau “Sahadat Iman Rasuli,” yang dialihbahasakan dari Pengakuan Iman Nicea Konstantinopel (Credo Niceano-Constantinopolitanum).
Meski secara lahiriyah identitas KOS kental dengan nuansa Arab, namun teologinya tidak berbeda dengan aliran Kristen lainnya. Mereka sama-sama meyakini ketuhanan Yesus, penyaliban Yesus, penebusan dosa dan ketuhanan trinitas.
Arabisasi istilah tidak bisa merubah kekafiran suatu keyakinan. Meskipun memakai bahasa Arab, doktrin KOS dalam “Qanun Al-Iman Al-Muqaddas” tetap kafir dalam pandangan Islam jika mempersekutukan Allah. Salah satu doktrin menonjol dalam Qanun KOS ini menyebutkan bahwa Yesus adalah satu-satunya tuhan (rabb): “nukmin birabbin wahid Isa Almasih ibnullahi al-masih” (kami beriman kepada satu-satunya tuhan yaitu Isa Al-Masih, Putra Allah Yang Tunggal). Juga disebutkan bahwa Maryam adalah ibunya Tuhan: “Wa min maryam al-adzraa al-bathuul waalidatul ilah” (dan dari perawan Maryam yang suci, ibunya Tuhan).
....meski KOS meyakini ketuhanan Yesus dan keberadaan Bunda Tuhan, namun KH Said Aqiel Sirajd berani menjamin bahwa akidah Islam dengan akidah Kristen memiliki persamaan substansial dan tak ada perbedaan...
Anehnya, meski secara terang-terangan KOS meyakini ketuhanan Yesus dan keberadaan Bunda Tuhan, namun KH Said Aqiel Sirajd berani menjamin bahwa akidah Islam dengan akidah Kristen memiliki persamaan yang sangat substansial dan tak ada perbedaan berarti. Pada Bab 16 (Wacana Mitra), kiyai jebolan Universitas Ummul Qura Mekkah ini menulis artikel berjudul “Laa Ilaaha Illallah Juga,” demikian kutipannya:
“Tauhid merupakan misi utama yang diemban para nabi dan rasul di muka bumi. Meskipun mereka berbeda kurun waktu, umat ataupun corak peribadatan (syariah), tetapi memiliki ajaran yang konstran di bidang Tauhid (keimanan). Semua rasul dan nabi pasti berseru kepada kaumnya untuk menuhankan Allah yang Mahaesa serta menegasikan sesembahan (ilah) selain-Nya. Mereka memberantas semua upaya yang ditujukan untuk membuat “tuhan tandingan” (musyrik) atau mengingkari eksistensi Tuhan (kafir).…
Secara umum tauhid terbagi dalam tiga kategori: tauhid al-rububiyyah, tauhid al-uluhiyyah dan tauhid asma’ dan sifat-sifat Tuhan. Jika seseorang telah mengakui bahwa Allah itu Tuhan semua makhluk, pemilik alam semesta, pencipta alam seisinya, Maha menghidupkan dan mematikan serta memberi rezeki kepada semua makhluk, maka orang tersebut telah meneguhkan dirinya dalam tauhid al-rububiyyah. Apabila seseorang hamba berupaya menyembah Allah secara tulus dan murni disertai perasaan cinta (mahabbah), takut (khauf), harapan (raja’), pasrah (tawakkal) kepada-Nya, maka ia memasuki wilayah tauhid al-uluhiyyah. Sedangkan tauhid shifat dan asma’ dimaksudkan sebagai keyakinan bahwa Allah itu memiliki sejumlah asma dan sifat yang tiada tahrif (perubahan), ta’thil (pengosongan), takyif (kondisional) ataupun tamsil (personifikasi).
“Dari ketiga macam tauhid di atas, tauhid Kanisah Ortodoks Syria tidak memiliki perbedaan yang berarti dengan Islam. Secara al-rububiyah, Kristen Ortodoks Syria jelas mengakui bahwa Allah adalah Tuhan sekalian alam yang wajib disembah. Secara al-uluhiyah ia juga telah mengikrarkan Laa ilaaha illallah: “Tiada tuhan (ilah) selain Allah,” sebagai ungkapan ketauhidannya. Sementara dari sisi tauhid sifat dan asma Allah secara substansial tidak jauh berbeda, hanya ada perbedaan sedikit tentang sifat dan asma Allah tersebut.... Walhasil, keyakinan Kristen Ortodoks Syria dengan Islam (Sunni), walaupun berbeda dalam hal peribadatan (syari’ah), pada hakikatnya memiliki persamaan yang sangat substansial dalam bidang tauhid” (hal. 163-166).
Pendapat KH Said Aqiel Sirajd ini tidak jelas juntrungnya. Teologi cap apa yang ditelannya, sehingga kiyai yang sekarang menjabat Ketua Umum PBNU itu berani menyamakan akidah Islam dengan trinitas kristiani?
Menurut Kristen Ortodoks Syria (KOS), Yesus adalah satu-satunya Tuhan (Rabb), sedangkan Allah SWT dalam Al-Qur'an Al-Ma’idah 72 mengafirkan doktrin ketuhanan Yesus, dan mengharamkan surga bagi orang yang meyakini Yesus sebagai Tuhan.
KOS mengimani Yesus sebagai Anak Allah (ibnullah al-wahiid), sedangkan Al-Qur'an menolak doktrin yang meyakini Yesus sebagai putra Allah (Qs. Al-Ikhlash 1-4).
Lalu menurut doktrin KOS, Maryam adalah ibunda Tuhan (walidatul ilah), sedangkan Islam menyangkal keyakinan bahwa Tuhan punya ibu dan bapak (Qs. Al-Ikhlash 3).
....akidah Islam tidak sama dengan trinitas kristiani, bahkan bertolak belakang secara substansial. Siapapun yang menyamakan akidah Islam dengan trinitas kristiani, harus segera bertaubat...
Dengan demikian, jelaslah bahwa akidah Islam tidak sama dengan trinitas kristiani, bahkan bertolak belakang secara substansial. Siapapun yang berani menyamakan akidah Islam dengan trinitas kristiani, harus segera bertaubat. Karena salah satu perkara yang bisa menggugurkan keislaman adalah tidak mau mengafirkan agama kafir; man lam yukaffir kaafiran fahuwa kaafir!
Jika Anak SD Bisa Bedakan Tauhid dan Syirik, Mengapa Profesor Doktor Tergelincir?
Secara kasat mata, perbedaan akidah Islam dengan trinitas Kristen Ortodoks sangat tajam. Pada halaman 167-169 dikutip lampiran Qanun Al-Iman Al-Muqaddas (syahadat Kristen Ortodoks), antara lain sebagai berikut:
“Qaanuun al-iimaan al-muqaddas: Bil-haqiiqati nu’minu bi-ilaahin wahid, Allahu al-Aab, dhaabithul-kulli, khaaliqus-samaawati wal-ardhi wa kulli maa yaraa wamaa laa yaraa.
Nu’min birobbin waahidin ‘Iisaa al-Masiih ibnullaahil-waahidi, al-mauluudu minal-aabi qabla kullid-duhuur, nuurun min nuurin, ilaahun haqq min ilaahin haqq, mauluudun ghoiru makhluuqin, waahidun ma’al-aabi fid-dzaati, alladzii bihi kaana kullu syai`in, haadzaal-ladzii min ajlina nahnul-basyar, wamin ajli kholaashinaa, nazala minas-samaa’... wa min maryam al-adzraa al-bathuul waalidatul ilah...”
Terjemah Indonesia: Dan kami beriman kepada satu-satunya Ilah (sembahan) yaitu Allah, Bapa Yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi, segala sesuatu yang kelihatan dan yang tidak kelihatan.
Dari Syahadat Kristen Ortodoks itu, dapat diketahui bahwa secara rububiyah, uluhiyah dan asma wa shifat, keyakinan Kristen Ortodoks bertentangan dengan akidah Islam.
....Siapapun yang menyamakan akidah Islam dengan trinitas kristiani harus segera bertaubat. Karena salah satu perkara yang bisa menggugurkan keislaman adalah tidak mau mengafirkan agama kafir...
Secara Rububiyah, doktrin KOS yang meyakini Yesus sebagai satu-satunya Tuhan (Rabb) adalah akidah batil. Karena menurut Al-Qur'an, hanya Allah saja Tuhan (Rabb) yang Maha memiliki, menciptakan, memberi rizki, menghidupkan, mematikan, memberi manfaat, mendatangkan bahaya, pemilik segala urusan dan kebaikan.
“Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam” (Qs. Al-Fatihah 2, Al-Baqarah 21-22, Az-Zumar 62, Hud 6, Al-Ma’idah 120, Al-Mu’minun 86-89).
Secara Uluhiyah, meyakini kematian  Yesus di tiang salib sebagai penebus dosa jelas sebuah kebatilan yang bertolak belakang dengan akidah Islam yang menekankan hanya Allah saja yang berhak disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya.
“Dan Ilah kamu adalah Ilah Yang Maha Esa; Tidak ada Ilah melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang” (Qs. Al-Baqarah 163).
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan” (Qs. Al-Fatihah 5).
Menurut Tauhid Asma wa Sifat, doktrin KOS yang meyakini adanya Anak Tuhan (ibnullah) dan Bunda Tuhan (walidatul ilah) juga sebuah kekafiran tersendiri yang bertentangan dengan Al-Qur’an (Qs. Al-Ikhlash 1-4, Qs. Asy-Syura 11, dll).
Sebenarnya, dengan kemajuan kurikulum pendidikan Islam, saat ini anak SD sudah sangat memahami tauhid, sehingga mereka tidak akan menyamakan akidah Islam dengan doktrin trinitas Kristen. Perhatikan pelajaran mereka:
“Orang bertauhid meyakini hanya Allah Yang Maha Satu, yang menghidupkan, mematikan dan mengatur seluruh alam semesta. Orang bertauhid beribadah kepada hanya Allah Ta’ala dan melaksanakan seluruh perintah Allah. Lawan dari tauhid adalah syirik, artinya menyekutukan Allah. Orang yang berbuat syirik disebut musyrik. Orang musyrik tidak akan masuk surga dan kekal di dalam neraka selama-lamanya. Orang musyrik menyembah selain Allah, mereka berdoa dan beribadah kepada makhluk” (Aqidah Akhlak untuk Sekolah Dasar Kelas 2, Tim Penulis FKLPI, hlm. 8-9).
Jika anak SD sudah bisa memahami makna tauhid dengan benar, mengapa profesor doktor bisa tergelincir? Aneh bin ajaib!! [voa-islamcom/suara islam]

www.info-iman.blogspot.com

Polisi Terbiasa Bohongi Publik untuk Tutupi Kesalahan Anggotanya

Jakarta (voa-islam) – Pasca penembakan Riyadus Sholihin, Humas Polda Jatim mengumumkan kronologi penembakan yang terkesan membohongi publik, karena sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan.Polisi dianggap berlebihan dan cenderung membohongi publik lantaran alasan yang dibuat- buat untuk menutupi perbuatan polisi yang keji itu.
"Penembakan terhadap korban merupakan perbuatan keji, apalagi dengan alasan yang membohongi masyarakat, baik itu masyarakat Ansor mau pun masyarakat umum," kata Mustofa B Nahrawardaya, koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF).

Riyadus Sholihin, yang sehari-harinya sebagai sopir mobil jemputan karyawan PT Ecco Indonesia, penjual tempe dan guru ngaji ini ditembak anggota reskrim Polres Sidoarjo seusai menyerempet seorang anggota polisi. Sholihin kabur karena ketakutan. Namun bisa dihentikan paksa dan langsung ditembak di tempat oleh Briptu Eko Ristanto, anggota polisi asal Porong, Sidoarjo, dan kemudian tewas. Penembakan itu dilakukan saat korban masih dalam posisi duduk di belakang kemudi mobil Carry bernopol W-1499-NW miliknya.
Namun menurut rilis Humas Polda, Sholihin ditembak mati oleh polisi yang mengejarnya, karena diakui melawan petugas saat akan ditangkap. Bahkan dikatakan polisi, korban membawa celurit. Dan korban dikatakan melawan dengan senjata celurit ketika akan diamankan.
"Kebiasaan polisi memberi alasan stereotip, melawan dan ditembak, tidak bisa begitu saja ditimpakan pada setiap orang yang berurusan dengan polisi. Terhadap penjahat, kemungkinan polisi terbiasa memberikan alasan semacam itu. Namun terhadap aktifis ormas Islam, apalagi anggota Ansor,  polisi tidak patut melakukannya," jelas Mustofa.
Menurut Mustofa, sudah saatnya polisi menghilangkan kebiasaan buruk dengan menyampaikan informasi yang menyesatkan kepada masyarakat, dan mencoba, sekali lagi mencoba meluruskan informasi agar tidak dituduh bohong. Karena masyarakat sudah tidak bisa dibodohi lagi, jadi kebohongan publik adalah perbuatan yang bodoh.
Kejadian pembunuhan oleh anggota polisi di Sidoarjo, bagaimana pun telah mencoreng korps kepolisian. Kemungkinan peristiwa semacam itu sudah sering terjadi, namun tidak ada pihak yang peduli dan akhirnya tidak pernah terungkap ke publik.
Dengan adanya protes yang besar dari masyarakat, maka polisi harus berbenah diri, dan tidak boleh lagi mengulangi perbuatan memalukan tersebut, baik di Sidoarjo mau pun di kota-kota lain seluruh Indonesia. Untuk itu, Mustofa meminta agar Kapolri jangan mudah puas dan percaya begitu saja atas prestasi semu yang didapat bawahan, karena kadang prestasi tersebut bukan prestasi yang sebenarnya.
Mustofa mencontohkan, sangat banyak kabar penembakan kaki terhadap orang maupun tembak mati terhadap penjahat dengan kronologi dan stereotip yang mirip. "Yang paling penting adalah mencoba tidak berbohong pada masyarakat, agar masyarakat tidak membenci polisi," pungkas Mustofa. (Desastian/dbs)

www.info-iman.blogspot.com

10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah



10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah - Hari ini kemungkinan besar adalah hari terakhir bulan Dzulqa'dah 1432 H. Esuk hari, Jum'at (28/10) diprediksi oleh NU dan Muhammadiyah sebagai tanggal 1 Dzulhijjah 1432 H, yang berarti 10 Dzulhijjah 1432 H jatuh pada tanggal 6 Nopember 2011. Untuk memastikan, nanti malam Kementerian Agama akan menggelar sidang itsbat guna menetapkan tanggal 1 Dzulhijjah 1432 H tersebut.

Dzulhijjah merupakan salah satu bulan istimewa dalam Islam. Terutama, pada sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah itu. Setidaknya, ada 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah sebagai berikut :

1. Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah merupakan waktu yang mulia dan barakah
Keutamaan pertama dari 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah, bahwa waktu itu adalah waktu yang mulia dan barakah.

Bukti kemuliaan ini adalah sumpah Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an al-Karim.

وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ

Demi fajar, dan malam yang sepuluh (QS. Al-Fajr: 1-2)

“Wa layaalin ‘asr (dan malam yang sepuluh)," kata Imam al-Thabari dalam tafsirnya,"adalah adalah malam-malam sepuluh Dzulhijjah berdasarkan kesepakatan hujjah dari ahli tafsir.”

Ibnu Katsir juga menjelaskan hal yang sama dalam tafsir Qur'anil adhim. “Dan malam-malam yang sepuluh," tulisnya, "adalah sepuluh (hari pertama) Dzulhijjah sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan lebih dari satu ulama salaf dan khalaf.”

2. Amal pada Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah paling dicintai Allah
Keutamaan kedua dari 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah, bahwa amal di waktu itu paling dicintai Allah Ta'ala.

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Tidak ada satu amal shaleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

3. Haji dilakukan dalam waktu itu
Keutamaan ketiga dari 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah, bahwa di waktu itulah disyariatkan Ibadah haji yang merupakan rukun Islam kelima.

4. Di dalamnya ada hari Arafah
Keutamaan keempat dari 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah, pada waktu itu ada hari Arafah, yaitu jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari itu jama'ah haji diwajibkan melakukan wukuf yang merupakan puncak ibadah haji. Sedangkan bagi umat Islam yang tidak sedang menjalankan ibadah haji disunnah melakukan puasa arafah yang keutamaannya dapat menghapus dosa selama dua tahun.

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya.” (HR. Muslim)

5. Pahala Amal di Hari-hari itu dilipatgandakan
Keutamaan kelima dari 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah, amal-amal pada hari itu dilipatgandakan pahalanya, baik amal di siang hari maupun amal di malam hari.

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيهَا مِنْ عَشْرِ ذِى الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk digunakan beribadah sebagaimana halnya hari-hari sepuluh Dzulhijjah. Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa selama satu tahun dan shalat pada malam harinya sama nilainya dengan mengerjakan shalat pada malam lailatul qadar. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Baihaqi)

Tentu saja, ada pengecualian untuk puasa pada tanggal 10 Dzulhijjah karena pada hari itu diharamkan berpuasa.

6. Keistimewaan membaca tahlil, takbir dan tahmid
Keutamaan keenam dari 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah, istimewanya waktu itu untuk membaca tahlil, takbir dan tahmid sehingga Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk memperbanyaknya.

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمَ عِنْدَ اللَّهِ وَلاَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنَ الْعَمَلِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

Tidak ada hari-ahri yang dianggap lebih agung oleh Allah SWT dan lebih disukai untuk digunakan sebagai tempat beramal sebagaimana hari pertama hingga kesepuluh Dzulhijjah ini. Karenanya, perbanyaklah pada hari-hari itu bacaan tahlil, takbir, dan tahmid. (HR. Ahmad)

7. Di dalamnya ada Idul Adha
Keutamaan ketujuh dari 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah, pada akhir waktu itu yaitu tanggal 10 Dzulhijjah adalah Hari raya Idul Adha yang merupakan hari yang sangat istimewa bagi umat Islam.

8. Di dalamnya disyariatkan ibadah udhiyah (berkurban)
Keutamaan kedelapan dari 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah, disyariatkannya ibadah udhiyah. Yaitu menyembelih kurban -baik unta, sapi atau kambing- yang dimulai pada tanggal 10 Dzulhijjah itu.

9. Disyariatkannya Takbir Muthlaq
Keutamaan kesembilan dari 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah disyariatkannya takbir muthlaq (setiap saat) dan muqayyad (setelah shalat fardhu). Kesempatan bertakbir ini jauh lebih panjang daripada Idul Fitri.

Ibnu Taimiyah dalam majmu' Fatawa menjelaskan, "Hendaklah takbir dilakukan mulai dari waktu fajar hari Arafah sampai akhir hari Tasyriq ( tanggal 11,12,13 Dzulhijjah), dilakukan setiap selesai mengerjakan shalat, dan disyariatkan bagi setiap orang untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika keluar untuk shalat Id. Ini merupakan kesepakatan para imam yang empat".

10. Berkumpulnya Induk-induk Ibadah
Keutamaan kesepuluh dari 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah berkumpulnya induk-induk ibadah pada waktu itu. Sebab inilah yang menjadikan 10 hari pertama bulan Dzhulhijjah begitu istimewa.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani berkata, “Tampaknya sebab yang menjadikan istimewanya sepuluh hari (pertama) Dzulhijjah adalah karena padanya terkumpul ibadah-ibadah induk (besar), yaitu: shalat, puasa, sedekah dan haji, yang (semua) ini tidak terdapat pada hari-hari yang lain.”

Demikian 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah. Semoga kita termasuk orang yang mendapatkan keutamaan-keutamaan itu, termasuk pada bulan Dzulhijjah 1432 H ini. [ Sumber :Bersama Dakwah]

www.info-iman.blogspot.com

Selasa, 01 November 2011

Kesyirikan Dalam Acara Pernikahan Putri Sultan Yogyakarta

Oleh: Badrul Tamam
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Tuhan yang Maha Esa yang hanya kepada-Nya ibadah berhak di berikan. Siapa yang memberikan ibadah kepada selain-Nya maka ia termasuk orang merugi.
Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Acara pernikahan pejabat tinggi selalu mendapat sorotan dari media. Bukan hanya pas acara puncak, jauh-jauh hari biasanya sudah banyak ulasan tentang persiapannya. Sehingga perjalanan acara sakral perjalanan hidup manusia tersebut dapat disaksikan orang banyak. Jika media memujinya, sudah barang tentu banyak khalayak yang menilainya sebagai kebaikan. Karena zaman sekarang media seolah sudah menjadi wahyu yang membawa kebenaran. Apa kata media, maka masyarakat akan mengikutinya.
Terhadap pernikahan putri bungsu Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu Bendara atau GRAy Nurastuti Wijareni dengan Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara atau Achmad Ubaidillah, tak henti-henti media mengulasnya. Bahkan di beberapa stasiun televisi ditayangkan berulang kali dalam Headline News-nya. Beberapa event yang ditayangkan dan diberi perhatian khusus tak semua selaras dengan akidah dan nilai-nilai Islam. Salah satunya -acara yang dianggap menarik dan unik- adalah penganten edan-edanan.
Penganten edan-edanan menjadi salah satu proses pernikahan agung di Kraton Yogyakarta saat mengawal KPH Yudanegara saat hendak melakukan prosesi panggih atau  temu penganten. Yaitu dua pasang penganten yang berdandan seperti penganten namun berantakan. Bahkan terlihat seperti orang gila, makanya disebut penganten edan-edanan.
Menurut keyakinan kraton, tradisi penganten edan-edanan yang berperilaku seperti orang gila sambil menari-nari ini untuk membuka jalan bagi penganten dan untuk mengusir atau menolak bala, agar proses pernikahan berjalan lancar.
"Ini sebagai tolak bala' agar acara berlangsung lancar tanpa halangan apapun, kamilah penolak balanya," kata salah satu pemeran manten edan-edanan Nyi Mas Wedono Hamong Sumowiyardjo. (Lihat: Tolak Bala, Manten Edan-edanan Kawal Mantu Sultan Selasa, www.detiknews.com, 18/10/2011)
Isti'adzah Kepada Selain Allah Adalah Syirik
Isti'adzah maknanya adalah meminta perlindungan. Yakni meminta agar dilindungi dan diamankan dari keburukan. Dan itu termasuk bagian dari thalab (permintaan) seperti istighatsah (meminta dihilangkan bencana), isti'anah (minta pertolongan), istisqa' (meminta diberikan hujan) dan semisalnya. Semua itu termasuk doa. Dan doa termasuk ibadah. Oleh karena itu ia harus ditujukan dan dimohonkan kepada Allah Allah semata, jika kepada selain-Nya maka termasuk syirik. Allah Ta'ala berfirman,
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
"Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah." (QS. Al-Jin:  18)
ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ إِن تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ  
"Yang (berbuat) demikian Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nya lah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu. . ." (QS. Faathir: 13-14)
Maka mengusir bala' dan berlindung dari gangguan makhluk halus dengan mengadakan dua pasang penganten edan-edanan yang bertingkah dan menari-nari seperti orang gila termasuk bagian dari isti'adzah. Hanya kepada siapa itu dimohonkan. Jika kepada Allah tentu ada aturan/syariat yang mengaturnya, dan pasti tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam lainnya seperti menutup aurat dan mejaga kehormatan diri. Sementara tolak bala' ala kraton Yogyakarta jelas tidak ada petunjuknya dalam syariat Islam, padahal Islam selalu memberikan perhatian pada urusan doa. Kemudian pertanyaan, ini syariat siapa? Dan jika menuruti pembuat syariat penganten edan-edanan itu berarti doa ditujukan kepadanya.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin menyebutkan satu kaidah, "Sesungguhnya setiap manusia yang bersandar kepada suatu sebab yang tak pernah ditetapkan oleh syariat sebagai sebab, maka ia telah melakukan kesyirikan dengan syirik kecil." (Al-Qaul al-Mufid, Syarhu Kitab al-Tauhid, Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin: 1/358)
Dan dalam perkataan beliau yang lain, "Sesungguhnya setiap orang yang meyakini sesuatu sebagai sebab dalam satu perkara, tapi tidak pernah ada ketetapan bahwa itu sebagai sebab, baik secara kauni (sebab akibat) atau syar'i, maka kesyirikan yang diperbuatnya itu termasuk syirik kecil. Karena kita tidak punya hak untuk menetapkan bahwa ini merupakan sebab kecuali apabila Allah telah menjadikannya sebagai sebab, baik kauni atau syar'i. Yang disebut syar'i itu seperti membaca Al-Qur'an dan doa. Sedangkan yang kauni itu seperti berobat yang telah terbukti manfaatnya." ((Al-Qaul al-Mufid, Syarhu Kitab al-Tauhid: 1/358)
Maka jikapun acara tola' balak tersebut benar dimintakan kepada Allah, agar Dia menjaga acara tersebut dan melindunginya dari berbagai gangguan, maka itu masih termasuk syirik kecil, karena melakukan sebab yang tak dijadikan syariat sebagai sebab. Dan ia menjadi pintu gerbang menuju kesyirikan sebagaimana yang dijelaskan para ulama. Tapi kalau diperhatikan, sangat jauh kalau tolak bala' itu dimohonkan kepada Allah karena berbalutkan kemaksiatan seperti mengumbar aurat. sang wanita hanya pakai kemben, dan lainnya. Jika demikian maka perbuatan itu termasuk syirik besar yang bisa membatalkan keimanan pelakunya, menghapus amal-amal baiknya, dan jika dibawa mati (belum bertaubat) maka Allah tidak akan mengampuninya sehingga ia akan kekal di dalam neraka. wal-'iyadhu billah. . .
Allah Ta'ala berfirman,
إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya." (QS. Al Nisaa': 48 dan 116)
إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu seorang penolong pun." (QS. Al Maaidah: 72)
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ 
"Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Al-Zumar: 65)
Meminta Perlindungan Kepada Selain Allah Adalah Tradisi Jahiliyah
Kebiasaan bangsa Arab Jahiliyah dahulu, apabila mereka melewati suatu lembah atau tempat yang menyeramkan maka mereka berlindung kepada raja jin di tempat tersebut agar melindungi mereka dari gangguan jin atau hewan yang ingin mencelakakan mereka. Sebagaimana mereka, apabila datang ke negeri musuh lalu mereka meminta perlindungan kepada pembesar negeri tersebut dan di bawah jaminannya.
Maka saat jin melihat para manusia tersebut meminta perlindungan kepada mereka karena takutnya, maka jin tersebut semakin menakut-nakuti mereka sehingga para manusia tersebut terus-menerus meminta perlindungan. Sehingga jin tersebut menambah kesesatan dan dosa, karena mereka terus-menerus melakukan kesyirikan dan kemungkaran yang diperintahkannya.
Allah Ta'ala berfirman,
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
"Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa  laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat." (QS. Al-Jin: 6)
Para ulama telah sepakat bahwa perbuatan semacam ini, yaitu isti'adzah (memohon perlindungan) kepada selain Allah adalah tidak boleh, bahkan termasuk bagian kesyirikan.
Mula Ali al-Qari al-Hanafi berkata, "Tidak boleh memohon perlindungan kepada jin. Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mencela orang-orang kafir atas perbuatan tersebut." Kemudian beliau rahimahullah menyebutkan firman Allah Ta'ala:
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِنَ الْإِنْسِ وَقَالَ أَوْلِيَاؤُهُمْ مِنَ الْإِنْسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِي أَجَّلْتَ لَنَا قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ
"Dan pada suatu hari saat Allah mengumpulkan mereka semua (dan berfirman): "Wahai golongan jin! Kamu telah benyak menyesatkan manusia." Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah saling mendapatkan kesenangan. Dan sekarang waktu yang telah Engkau tentukan kepada kami telah  datang." Allah berfirman, "Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain." Sungguh Tuhanmu Mahabijaksana, Mahamengetahui." (QS. Al-An'am: 128)
. . .Para ulama telah sepakat isti'adzah (memohon perlindungan) kepada selain Allah adalah tidak boleh, bahkan termasuk bagian kesyirikan. . .
Kesenangan yang didapatkan manusia dari jin berupa dituruti keinginannya, dikerjaka apa yang disuruhnya, dan diberitahu dari sebagian kabar ghaib. Sementara kesenangan yang didapatkan jin, manusia mengagungkannya, meminta perlindungan kepadanya, dan tunduk terhadap titahnya. (Diringkas dari Fathul Majid: 196)
Pelajaran dari kisah tersebut, bahwa diperolehnya manfaat duniawi berupa dihindarkan dari keburukan atau mendapatkan keuntungan tidak menunjukkan bahwa itu bukan syirik. Dan terkadang perbuatan syirik yang dilarang oleh Syariat bisa mendatangkan hasil duniawi yang diinginkan, seperti tukang sihir yang meminta bantuan jin untuk menimpakan sihir kepada orang yang disihirnya.
Memohon perlindungan kepada jin (sering dikatakan orang: penguasa tempat tersebut) supaya menghindarkannya dari berbagai mara bahaya, bala', dan gangguan makhluk-makhluk halus (syetan) tidak hanya terjadi pada zaman jahiliyah. Di zaman modern ini pun masih banyak yang melakukannya, seperti memohon perlingdungan kepada Nyi Roro kidul (sering disebut penguasa laut selatan, padahal semua belahan bumi adalah milik Allah dan tunduk pada-Nya) saat melaut dengan melarung sesajen.
Di sebagian tempat meminta pertolongan dan perlindungan kepada jin 'nyi roro kidul' juga menjadi tradisi, khususnya saat melakukan hajatan, agar lancar dan tidak ada gangguan makhluk halus (syetan). Apakah Seperti itu pula yang terjadi pada acara pernikahan keluarga kraton Yogyakarta?
. . .diperolehnya manfaat duniawi berupa dihindarkan dari keburukan atau mendapatkan keuntungan tidak menunjukkan bahwa itu bukan syirik, dan terkadang perbuatan syirik yang dilarang oleh Syariat bisa mendatangkan hasil duniawi yang diinginkan, . .
Tuntunan Syar'i Dalam Memohon Perlindungan
Islam telah memberikan tuntutan di saat muncul kekhawatiran akan gangguan syetan, yaitu dengan berlindung kepada Allah Ta'ala. Yakni dengan berdoa yang disertai dengan iman kepada Allah, yakin dan bersandar kepada-Nya.
إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
"Sesungguhnya setan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya." (QS. Al-Nahl: 99)
Kemudian kesempurnaan isti'adzah itu disertai dengan bertawakkal kepada Allah dan menyerahkan semua urusan kepada-Nya dengan menjaga ketaatan-ketaatan kepada-Nya seperti menjalankan amal wajib, sunnah, dan berdzikir. Dan siapa yang melaksanakan demikian maka Allah berfirman,
أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِن دُونِهِ وَمَن يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ
"Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah? Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak seorang pun pemberi petunjuk baginya." (QS. Al-Zumar: 36)
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
"Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu." (QS. Al-An'am: 17)
وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
"Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya." (QS. Al-Thalaq: 3)
Salah satu contoh isti'adzah yang dituntunkan syariat adalah saat seorang muslim singgah di satu tempat yang seram atau menempati rumah baru dan berharap tidak mendapatkan gangguan atau kejahatan dari jin, kalajengking, ular dan makhluk Allah lainnya yang mempunyai potensi jahat, maka ia dianjurkan untuk berlindung kepada pencipta mereka semua, yaitu Allah Ta'ala. Salah satunya dengan membaca doa yang diajarkan Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ
"Siapa yang singgah di suatu tempat, lalu ia membaca: A'udzu Bikalimaatillaahit Taammaati min Syarri Maa Khalaq (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya), maka tak ada sesuatupun yang membahayakannya sehingga ia beranjak dari tempatnya tersebut." (HR. Muslim)
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A'udzu Bikalimaatillaahit Taammaati min Syarri Maa Khalaq
"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya."
Jika orang-orang jahiliyah saat singgah di satu tempat mereka berlindung kepada jin-jin penguasa tempat tersebut, maka syariat datang dengan memerintahkan kepada kaum muslimin agar berlindung kepada Allah dengan menyebut nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Wallahu Ta'ala a'lam.

www.info-iman.blogspot.com

Astagfirullah!! PKS Bolehkan Miras Asal Bayar Retribusi

MAKASSAR (voa-islam.com) – Allah SWT secara tegas mengharamkan khamr sebagai perbuatan syaitan dan senjata andalan setan untuk memprovokasi manusia supaya saling memusuhi dan menghalangi manusia dari zikir kepada Allah (Qs. Al-Ma'idah 90-91). Tapi ada anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berpandangan unik soal khamr (miras).Menurut Wakil Ketua Badan Legislasi DPRD Kota Makassar dari Fraksi PKS, Asriady Samad, untuk menekan jumlah pengecer miras, maka retribusi izin tempat penjualan minuman keras (miras) bakal dinaikkan dua hingga empat kali lipat. Nantinya, pengecer miras dihilangkan, dan hanya penjual langsung yang diperbolehkan.

“Kalau terlalu kecil retribusinya, pengecer bisa bertambah banyak. Pengecer diusulkan dihilangkan saja dan yang dipertahankankan hanya penjual langsung,” kata Asriady, Jumat (23/9/2011) seperti dilansir tribun-timur.

Penjual langsung yang dimaksudnya adalah pub, kafe, dan hotel. Usulan awal retribusi penjualan langsung senilai Rp 7,5 juta, namun jika naik hingga empat kali lipat, retribusi mencapai Rp 30 juta pertahun.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Makassar ini menambahkan, kenaikan retribusi ini juga sebagai upaya menekan perdagangan bebas miras. Nantinya, kadar alkohol dalam miras akad dikategorikan menjadi tiga golongan.

Golongan A atau kadar alkohol kurang dari lima persen diperbolehkan untuk dijual bebas, golongan B untuk miras dengan kadar alkohol sampai 20 persen, dan golongan C untuk miras dengan kadar alkohol mencapai 20 hingga 50 persen. “Nantinya miras hanya dijual untuk orang tertentu,” tutur Asriady.

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang minum khamar, maka Allah tidak akan ridha kepadanya selama empat puluh malam. Bila ia mati saat itu, maka matinya dalam keadaan kafir. Dan bila ia bertobat, maka Allah akan menerima tobatnya. Kemudian jika ia mengulang kembali (meminum khamar), maka Allah memberinya minuman dari “thinatil khabail.” Asma bertanya, “Ya Rasulullah, apakah thinatil khabali itu? Rasulullah menjawab, “Darah bercampur nanah ahli neraka” (HR Ahmad).  [taz/trb]

www.info-iman.blogspot.com

Sesuatu Banget, PKS Akan Calonkan Syahrini & Desi Ratnasari sebagai Walikota

SUKABUMI (voa-islam.com) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku tengah mendekati dua artis asal Sukabumi, Syahrini dan Desi Ratnasari, untuk menjadi calon kepala daerah dalam Pilkada Kota Sukabumi 2013 mendatang.
Pendekatan ‘Partai Dakwah’ terhadap dua artis wanita tak berjilbab itu, dilakukan semata-mata atas pertimbangan hasil survei Tim Musyarokah Daerah PKS. “Kami sudah mulai melakukan pendekatan kepada dua artis asal Sukabumi ini untuk maju dalam Pilkada Kota Sukabumi 2013, karena dari hasil survei menempatkan Desi Ratnasari dan Syahrini menempati posisi pertama pada surver calon kepala daerah,” kata anggota tim optimalisasi musyarokah daerah (Tomda) DPD PKS Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, kepada wartawan, Selasa (1/11/2011).

Menurutnya, survei yang dilakukan pihaknya selama dua bulan kepada masyarakat hasilnya dari 15 calon walikota ternyata dua artis ini yang menduduki tingkat popularitasnya paling tinggi. Lebih lanjut, kedua nama artis tersebut mengalahkan sejumlah nama lainnya yang diprediksi maju dalam Pilkada Kota Sukabumi. Seperti Mulyono (Wakil Walikota Sukabumi), Muhammad Muraz (Sekda Kota Sukabumi), dan Inggrid Kansil (anggota DPR RI dari Partai Demokrat yang juga artis).
“Kami jauh hari sudah melakukan pendekatan kepada keluarga Desy Ratnasari mudah-mudahan ada respon positif dari keluarganya yang ada di Kota Sukabumi,” tambahnya.
Selain itu, PKS juga akan berusaha menggandeng salah satu dari artis ini khususnya Desy yang menurut rencana nantinya akan disandingkan dengan calon lainnya yang berasal dari internal PKS. Kader PKS yang disiapkan maju, Yudi Widiana Adia (anggota DPR RI), Deden Muhlisin (pengurus DPW PKS Jabar), dan Achmad Fahmi (Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi). Ketiga nama tersebut meraih suara terbanyak dari kader internal PKS Kota Sukabumi.
“Jumlah kursi anggota DPRD Kota Sukabumi dari PKS juga mempunyai hak untuk mengusung calon wali kota dan wakil walikota karena kursi di legislatif mencukupi yang mencapai lima kursi,” kata Fahmi. [lum/ant]

www.info-iman.blogspot.com

Keseimbangan Hidup Seorang Musllim

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ ، نَحْمَدُهُ ، وَنَسْتَعِيْنُهُ ، وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا ، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا .
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ .وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
.يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءلونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
أ للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْراَهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ ، أ للَّهُمَّ ٌ وَبَارِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعلَىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ في العالمين إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ
Ma’asyiral Muslimin...Jama’ah Sholat Jum’at Rahimakumullah...
Marilah pertama-tama,  kita mengucapkan syukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita, nikmat Iman, nikmat Islam dan nikmat kesehatan, sehingga kita bisa hadir untuk melaksanakan sholat Jum’at di masjid yang dimuliakan Allah ini.
Yang kedua, marilah kita selalu meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullahu...
 Allah telah memberikan  predikat kepada umat Islam sebagai umat yang pertengahan, yaitu umat yang berada di tengah-tengah antara umat-umat lainnya. Umat yang berada di tengah karena mampu menyeimbangkan dan meratakan amal dalam seluruh aspek kehidupan ini. Allah swt berfirman :
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا
“ Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang pertengahan,  agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” ( Qs Al Baqarah : 143 )
Umat Islam menjadi umat yang pertengahan dan mampu menjadi saksi bagi umat-umat yang lainnya, karena mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya adalah :
Pertama : seimbang antara imu dan amal.
Umat Islam dalam hidupnya harus bisa menyeimbangkan antara ilmu dan amal. Tidak boleh - umpamanya - hanya menekankan pada ilmu saja, tanpa diimbangi dengan amal perbuatan yang nyata dalam kehidupan ini.
Sifat seperti ini adalah sifat yang dimurkai oleh Allah swt, sebagaimana firman-Nya :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
“ Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. “ ( Qs Ash Shof : 2-3 )

Mengatakan sesuatu yang tidak dikerjakan, artinya seseorang hanya berkutat pada teori belaka dan berjalan di atas konsep yang kosong. Dia menjadikan ajaran Islam hanya sebagai islamologi, ilmu pengetahuan tentang Islam yang hanya dibicarakan, didiskusikan dan diseminarkan tanpa ada prkteknya dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan ironisnya lagi, amalan sehari-harinya justru bertentangan dengan ajaran Islam yang biasa ia bicarakan di berbagai tempat.
Ini adalah sifat orang-orang Yahudi, dimana mereka dikarunia oleh Allah ilmu yang sangat banyak, tetapi perbuatan mereka tidak mencerminkan ilmu yang mereka miliki, bahkan justru ilmu karunia Allah tersebut, mereka gunakan untuk membuat kerusakan di muka bumi ini dengan menipu dan membodohi orang lain demi kepentingan dunia mereka. Orang-orang Yahudi inilah yang dimurkai Allah di banyak tempat dalam Al Qur’an.
Di sisi lain, umat Islam juga tidak boleh hanya menekankan amal ibadah saja, tanpa diimbangi dengan ilmu yang cukup. Sebelum beramal harus diketahui dulu teori dan ilmunya, sehingga diharapkan amal yang dilakukan tersebut benar dan tidak menyeleweng, sehingga dia akan berjalan pada jalan yang lurus dan benar yang akan mengantarkannya pada tujuan. Beramal tanpa disertai ilmu yang cukup akan menyebabkan seseorang tersesat di jalan, sehingga tujuannyapun tidak akan tercapai. Inilah yang dilakukan oleh orang-orang Nashrani yang bersemangat di dalam beribadah, tetapi malas menuntu ilmu sehingga dicap oleh Allah semoga umat yang sesat.
Allah swt telah menggambarkan ketiga umat ini dengan cirri-cirinya masing-masing di dalam surat Al Fatihah :
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ
“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. “ ( Qs Al Fatihah : 6-7 )
Jalan yang lurus adalah jalannya umat Islam, yaitu umat yang menggabungkan antara ilmu dan amal secara bersamaan. Sedang jalan orang-orang  yang dimurkai oleh Allah adalah jalannya umat Yahudi yang hanya menekankan keilmuan tapi kosong dari pengamalan. Sedang jalan orang-orang yang sesat adalah jalannya umat Nashara yang hanya semangat di dalam beribadah, tapi tidak punya bekal ilmu yang cukup.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah....
Kedua : Seimbang antara rasa takut dan harapan.
Seorang muslim di dalam hidupnya tidak boleh selalu diliputi rasa takut terhadap dosa-dosa yang selama ini dikerjakannya secara berlebihan, sehingga menimbulkan rasa putus asa terhadap rahmat dan ampunan dari Allah swt. Sebaliknya pula, dia juga tidak boleh berlebihan di dalam mengharap rahmat dan ampunan Allah sehingga meremahkan dosa-dosa yang selama ini dia kerjakan, bahkan menganggap enteng dosa besar dengan dalih bahwa Allah Maha Pengampun.
Seorang muslim yang baik adalah yang menggabungkan antara kedua hal di atas, yaitu menggabungkan antara rasa takut terhadap siksaan Allah karena dosa-dosanya dan dalam waktu yang sama, dia sangat mengharap rahmat dan ampunan dari-Nya. Dua hal ini merupakan dua sayap orang muslim yang baik, sehingga dengan keduanya dia mampu terbang ke angkasa dengan bebas dan penuh percaya diri. Jika salah satu dari kedua sayap itu tidak ada, maka secara otomatis  dia akan terjatuh di jurang kehancuran di dunia dan di akherat kelak.
Allah swt telah menggambarkan dengan indah kedua hal tersebut yangterdapat dalam diri seorang muslim yang baik.
أُولَـئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا
“ Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.” ( Qs Al Isra’ : 57 )
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…
Ketiga : Seimbang di dalam menjalankan ajaran agama, sehingga tidak bersikap berlebihan ( Ifrath )  dan juga tidak bersikap meremehkan ( Tafrith ).
Seorang muslim di dalam hidupnya tidak boleh terlalu berlebih-lebihan dalam menjalankan ajaran Islam, yaitu melampaui batas dari apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasul-Nya. Tidak boleh – umpamnya – dia berlebih-lebihan di dalam melaksanakan sholat tahajud sehingga tidak ada waktu tidur sama sekali, akhirnya pagi hari dia dalam keadaan lemah dan kusut, serta tidak semangat menjalani kehidupan sehari-hari karena belum istirahat semalam penuh. Begitu juga seorang muslim tidak boleh – umpamanya- melakukan puasa ngebleng ( puasa tiap hari ) tanpa berbuka sedikitpun, atau membujang selamanya, tidak mau menikah dengan seorang perempuan dengan dalih bahwa menikah itu akan melalaikan ibadahnya.
Itu semua adalah bentuk-bentuk berlebihan di dalam menjalankan ajaran agama yang dilarang di dalam Islam. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selama seimbang di dalam ibadah dan amalannya. Dalam suatu hadist yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, bahwasanya ia berkata :
جَاءَ ثَلَاثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوتِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُونَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أُخْبِرُوا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوهَا فَقَالُوا وَأَيْنَ نَحْنُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ قَالَ أَحَدُهُمْ أَمَّا أَنَا فَإِنِّي أُصَلِّي اللَّيْلَ أَبَدًا وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَصُومُ الدَّهْرَ وَلَا أُفْطِرُ وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلَا أَتَزَوَّجُ أَبَدًا فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ أَنْتُمْ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي
Ada tiga orang mendatangi rumah isteri-isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan bertanya tentang ibadah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan setelah diberitakan kepada mereka, sepertinya mereka merasa hal itu masih sedikit bagi mereka. Mereka berkata, "Ibadah kita tak ada apa-apanya dibanding Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bukankah beliau sudah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang?" Salah seorang dari mereka berkata, "Sungguh, aku akan shalat malam selama-lamanya." Kemudian yang lain berkata, "Kalau aku, maka sungguh, aku akan berpuasa Dahr (setahun penuh) dan aku tidak akan berbuka." Dan yang lain lagi berkata, "Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selama-lamanya." Kemudian datanglah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada mereka seraya bertanya: "Kalian berkata begini dan begitu. Ada pun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa. Aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku." ( HR Bukhari, no : 4675 )
Dalam hadist Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda :
إِنََّّ الدِّينَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْءٍ مِنْ الدُّلْجَةِ
"Sesungguhnya agama itu mudah, dan tidaklah seseorang  ( mempersulit diri ( berlebih-lebihan) di dalam mengamalkan agama ini, kecuali dia akan dikalahkan (semakin berat dan sulit). Maka berlakulah lurus kalian, mendekatlah (kepada yang benar) dan berilah kabar gembira dan minta tolonglah dengan Al Ghadwah (berangkat di awal pagi) dan ar-ruhah (berangkat setelah zhuhur) dan sesuatu dari ad-duljah ((berangkat di waktu malam) ".( HR Bukhari, no : 38 )
Allah swt juga melarang umat-umat terdahulu untuk tidak berlebihan di dalam mengamalkan agama, sebagaiman larangan Allah kepada ahlul kitab di dalam firman-Nya :
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لاَ تَغْلُواْ فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلاَ تَتَّبِعُواْ أَهْوَاء قَوْمٍ قَدْ ضَلُّواْ مِن قَبْلُ وَأَضَلُّواْ كَثِيرًا وَضَلُّواْ عَن سَوَاء السَّبِيلِ
“ Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus." ( Qs Al Maidah : 77 )
Disamping larangan untuk berlebih-lebihan di dalam melaksanakan ajaran agama Islam ini, seorang muslim dituntut juga untuk tidak meremahkan dan bermalas-malas di dalamnya. Jadi harus seimbang dan bersikap wajar.
بارك الله لكم في القرآن الكريم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات و الذكر الحكيم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم .
Khutbah Kedua :  
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…
Pada kesempatan khutbah kedua ini, saya ingin melengkapi apa yang sudah saya sampaikan pada khutbah pertama tentang bentuk-bentuk kesimbangan di dalam hidup seorang muslim.
Keempat : Kesimbangan Antara urusan Dunia dan Akherat.
Seorang muslim yang baik, dituntut untuk memikirkan dan mempersiapkan diri untuk mencari bekal yang akan dibawanya ke alam akherat kelak, dan di waktu yang sama dia tidak boleh melupakan keberadaannya di dunia yang dia jalani ini. Dalam hal ini Allah swt berfirman :
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
“ Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” .( Qs Al Qashash : 77 )
Ayat di atas memberikan isyarat kepada kita tentang konsep keseimbangan dalam hidup seorang muslim. Diantaranya adalah memadukan antara kepentingan dunia dan akherat sekaligus. Oleh karenanya, tidak boleh seorang muslim hanya mementingkan kehidupan akherat saja, tanpa pernah memikirkan kehidupan dunianya.
Sangat tidak dibenarkan apa yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin yang aktivitasnya hanya duduk-duduk di pojok-pojok masjid bermunajat kepada Allah, berdzikir, berdo’a kepada Allah tapi pada saat yang sama mereka tidak bekerja mencari nafkah untuk istri dan anaknya, tidak bergaul dengan masyarakat serta menjauhi kehidupan dunia yang kita diperintahkan untuk memakmurkannya. Bahkan ironis lagi, mereka bergantung kepada belas kasih orang lain di dalam mempetahankan hidup mereka padahal mereka mampu bekerja.
Di sisi lain, kita dapatkan sebagian kaum muslimin yang lain disibukkan dengan mengumpulkan perhiasan dunia dan mengumbar hawa nafsunya dengan kenikmatan-kenikmatan dunia yang semu. Mereka menghabiskan waktu mereka untuk memburu harta, tanpa ada sisa waktu sedikitpun untuk memperbaiki agama dan kehidupan akherat mereka, bahkan tidak waktu untuk istri dan anak-anak mereka.
Sikap yang paling tepat adalah memadukan antara kepentingan dunia dan akherat sekaligus, mencari dunia tanpa megorbankan akherat dan memperhatikan akherat tanpa mengabaikan kehidupan dunia.
Rasulullah saw pernah mengajarkan kepada kita do’a untuk kepentingan dunia dan akherat. Dalam hadist Abu Hurairah ra, bahwasanya ia berkata :
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ
"Rasulullah saw pernah berdoa sebagai berikut: "Ya Allah ya Tuhanku, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan!" ( HR Muslim, no : 4897 )
Mudah-mudahan yang sedikit bermanfaat bagi kita semua, amien yang rabbal  ‘alamin.
أ للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْراَهِيْمَ ، ٌ وَبَارِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعلَىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ في العالمين إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَات
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ

www.info-iman.blogspot.com

Pesan dari Ulama Salafi Mesir untuk Rakyat Libiya

MESIR,(voa-islam) – tak henti-hentinya orang membicarakan dan menganalisa masalah revolusi ditimur tengah, apalagi pasca tewasnya Qaddafi dan peralihan sistem di Libiya, banyak kalangan terutama ulama ummat Islam yang menaruh harapan akan berubahnya sistem politik yang membeck-up segala kepentingan kaum muslimin dalam kebijakan politik.

...Dan termasuk dari ayat Allah -‘Azza wa Jalla- adalah ketika ia mati, ia dihujani oleh kutukan-kutukan. Maka langit dan bumi sama sekali tak meneteskan airmata saat kepergiannya. Itu adalah ganjaran atas kezaliman dan pembangkangan (terhadap agama)”...
Syaikh Yasir Burhami, Ulama Mesir, pada hari Sabtu lalu tanggal 22 oktober 2011 memberikann pesan pada bangsa Libiya untuk kedepannya. Diawal pesan beliau memberikan ucapan selamat kepada warga Libiya dan mengucapkan rasa syukur atas lenyapnya tiran Qaddafi yang menghalang-halangi tegaknya Dinullah selama beberapa dekakade dengan rezimnya yang zalim menindas rakyat Libiya dan merampas harta mereka (korupsi).
“Allahumma lakal Hamdu, segala puji bagi Allah, yang pantas dipuji, kami tak dapat menghitung pujian yang terucap Untuk-Mu, hanya Engkaulah yang dapat menghitung pujian yang diperuntukan buat-Mu” ujar beliau dengan penuh wibawa dan wajah berseri. “Dan termasuk dari ayat Allah -‘Azza wa Jalla- adalah ketika ia mati, ia dihujani oleh kutukan-kutukan. Maka langit dan bumi sama sekali tak meneteskan airmata saat kepergiannya. Itu adalah ganjaran atas kezaliman dan pembangkangan (terhadap agama)”. Tutur Ulama dan Da’i Mesir itu.
...“kami ingin kebebasan rakyat yang terikat dengan kaidah-kaidah Syari’at. Bukan dengan atuarn demokrasi” tandas beliau...
Beliau melanjutkan pesannya dengan ajakan kepada rakyat Libiya untuk memperhatikan Ilmu agama dan dunia untuk membangun Libiya. Terlebih lagi dalam masalah penerapan hukum dalam bentuk sistem yang sesuai dengan Islam. Beliau juga mengingatkan kepada mereka agar berhati-hati dengan orang-orang yang dari kalangan mereka (muslim arab) namu hatinya adalah hati Syaithan yang ingin menguasai Libiya sebagaimana mereka mau menguasai Mesir untuk melancarkan kepentingan barat dan menanamkan akar-akar Liberalisme dan demokrasi di negri .
“kami ingin kebebasan rakyat yang terikat dengan kaidah-kaidah Syari’at. Bukan dengan atuarn demokrasi” tandas beliau yang menekankan agar tidak mengulangi keselahan yang fatal dimasa lalu dan agar membela agama Allah dimuka bumi.(usamah/anasalafy)

www.info-iman.blogspot.com

Meninggal di Kamar Kecil Pertanda Su'ul Khatimah?

Oleh: Badrul Tamam
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Tak seorangpun yang tahu tentang ajal, kapan dan di mana ia mendatangi seseorang. Karena Allah sengaja merahasiakannya dalam ilmu ghaib di sisi-Nya. Tapi satu hal yang pasti, tak seorangpun yang bisa mengundurkan atau memajukannya barang sesaat. Oleh sebab itu, seorang muslim yang meyakini rahasia kematian ini akan senantisa mempersiapkan diri. Ia tak mau tunda taubatnya dan tak mau mengundur beramal shalih saat keempatan itu menghampirinya.

Dalam beberapa kasus ditemukan, kematian menghampiri seseorang saat ia berada di tempat yang dinilai kotor, yaitu di kamat kecil. Tak hanya satu dua cerita tentang kematian seseorang di sana, baik karena terpeleset atau sebab lainnya. Dari kabar tersebut timbul penilaian dari sebagian orang, bahwa itu pertanda su'ul khatimah (akhir hayat yang buruk). Apakah benar demikian, meninggal di kamar kecil sebagai pertanda su'ul khatimah?
Sesungguhnya kematian termasuk dari tanda-tanda kekuasaan Allah 'Azza wa Jalla. Allah Ta'ala berfirman,
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan." (QS. Al-Ankabut: 57)
Dan Allah sengaja menutup pengetahuan hamba dari mengetahui kapan datangnya kematian dirinya. Begitu juga dirahasiakan tentang tempat di mana ia akan menemui ajalnya dan dengan cara apa dicabut ruhnya. Allah Ta'ala berfirman,
وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
"Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. Luqman: 34)
Pada dasarnya kematian adalah rahmat bagi orang-orang beriman dan azab bagi orang kafir. Kenapa bisa begitu? Karena dengan datangnya kematian maka terbukalah jalan bagi orang beriman menuju surga Allah, rahmat dan keridhaan-Nya.
Diriwayatkan dari 'Aisyah Radliyallah 'Anha, berkata, "Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengenai kematian yang datang tiba-tiba. Lalu beliau menjawab,
رَاحَةٌ لِلْمُؤْمِنِ وَأَخْذَةُ أَسَفٍ لِفَاجِرٍ
"Itu merupakan kenikmatan bagi seorang mukmin dan merupakan bencana bagi orang-orang jahat." (HR. Ahmad dalam al-Musnad no. 25042, al-Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman no. 10218. Syaikh al Albani mendhaifkannya dalam Dha'if al Jami' no. 5896)
Dari Abu Qatadah, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah dilalui iring-iringan jenazah. Beliau lalu bersabda, "Yang istirahat dan yang diistirahatkan darinya." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apa maksud yang istirahat dan yang diistirahatkan darinya?" Beliau menjawab,
الْعَبْدُ الْمُؤْمِنُ يَسْتَرِيحُ مِنْ نَصَبِ الدُّنْيَا وَأَذَاهَا إِلَى رَحْمَةِ اللَّهِ ، وَالْعَبْدُ الْفَاجِرُ يَسْتَرِيحُ مِنْهُ الْعِبَادُ وَالْبِلاَدُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ
"Seorang hamba yang mukmin beristirahat dari keletihan dunia dan kesusahannya, kembali kepada rahmat Allah. Sedangkan hamba yang jahat, para hamba, negeri, pohon dan binatang beristirahat (merasa aman dan tenang) darinya." (HR. Muslim no. 950, Ahmad no. 21531)
Sedangkan cara datangnya kematian seperti di kamar kecil, melotot, jatuh dari kendaraan dan semisalnya, dalam Islam, bukan menjadi satu bukti atau tanda su'ul khatimah. Kecuali jika saat dicabut ruhnya ia berada di atas kemaksiatan.
Oleh sebab itu, jika ada seorang muslim yang meninggal dunia, khususnya jika terlihat keshalihannya selama hidup, hendaknya kita berhusnudzan kepada Allah, Dia mewafatkannya di atas iman. Sedangkan kematiannya di kamar kecil bukanlah satu bukti atau tanda akan status kematiannya yang su'ul khatimah. Karena tidak ada satu dalil pun yang menunjukkan akan hal itu. Terlebih, kematian merupakan bagian dari takdir Allah. Maka di mana seseorang meninggal dunia, kapan dan dengan cara apa merupakan bagian dari ketentuan Allah yang dia tidak punya kuasa memilih dan mengusahakannya. Semua itu termasuk dari perbuatan Allah Ta'ala yang, "Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya." (QS. Al-Buruj: 16)
Adapun kematian seorang muslim di atas ketaatan atau di kala sedang menjalankan ketaatan, maka kita berhusnudzan bahwa dia memperoleh khusnul khatimah yang diharapkan dia mendapat kebaikan dan masuk surga. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,
إِنَّ صَاحِبَ الْجَنَّةِ يُخْتَمُ لَهُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ
"Sesungguhnya penghuni surga akan menutup akhir hayatnya dengan amalan ahli surga." (HR. Al-Tirmidzi dan Ahmad, dihassankan dan disepakati oleh Syaikh Al-Albani)
إِنَّ اللَّهَ إِذَا خَلَقَ الْعَبْدَ لِلْجَنَّةِ اسْتَعْمَلَهُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَمُوتَ عَلَى عَمَلٍ مِنْ أَعْمَالِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُدْخِلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ
"Sesungguhnya apabila Allah menciptakan seorang hamba untuk menghuni surga maka Allah memperkerjakannya dengan amalan ahli surga sehingga ia meninggal di atas amalan ahli surga sehingga Allah memasukkannya ke dalam surga." (HR. Abu Dawud dan al-Tirmidzi dari Umar bin al-Khathab Radhiyallahu 'Anhu)
Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya (5126), dari Jabir, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ
"Setiap hamba akan dibangkitkan sesuai dengan kondisi saat ia meninggal." Lalu imam Nawawi dalam Syarah Muslim menerangkan maknanya sebagaimana keterangan para ulama, "ia akan dibangkitkan di atas kondisi yang dia meninggal di atasnya."  
. . cara datangnya kematian seperti di kamar kecil, melotot, jatuh dari kendaraan dan semisalnya, dalam Islam, bukan menjadi satu bukti atau tanda su'ul khatimah.
Kecuali jika saat dicabut ruhnya ia berada di atas kemaksiatan. . .
Khususnya jika dia meninggal di atas amal-amal khusus yang disebutkan oleh beberapa hadits. Di antaranya menutup hayatnya dengan mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah, dengan berpuasa, atau bershadaqah. Disebutkan dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, yang bersumber dari hadits Khuzaifah Radhiyallahu 'Anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Siapa yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah dan dengan kalimat itu ditutup hayatnya, pasti ia masuk surga. Siapa yang berpuasa satu hari karena mencari wajah Allah dan dengan amal itu ditutup hayatnya, pasti ia masuk surga. Dan siapa yang bershadaqah karena mencari wajah Allah, dengannya ditutup hayatnya, pasti ia masuk surga." (HR. Imam Ahmad)
Semoga Allah menganugerahkan husnul khatimah kepada kita semua dengan menjadikan penutup dari amal kita berupa ketaatan kepada-Nya. Amiin. [PurWD/voa-islam.com]

www.info-iman.blogspot.com

Ditemukan 3.229 Kesalahan Tarjamah Al-Quran Versi Kemenag RI

Jakarta (voa-islam) – Buku berjudul Koreksi Kesalahan Terjemah Harfiyah Al-Qur’an Kemenag RI” yang ditulis oleh Amir Majelis Mujahidin, Ustadz Muhammad Thalib, memuat sebagian kecil dari 3.229 jumlah kesalahan terjemah yang terdapat dalam Tarjamah Harfiyah Al-Quran versi Depag. Sementara kesalahan pada edisi revisi tahun 2010 bertambah menjadi 3.400 ayat.

Seperti diketahui, penelaahan selama bertahun-tahun terhadap Al-Qur’an dan Terjemahnya yang diterbitan Departemen Agama RI sejak 1965, kemudin mengalami revisi secara bertahap mulai 1989, 1998, 2002, hingga 2010, telah menyentak kesadaran iman kita, betapa selama ini ajaran kitab suci Al-Qur’an ternodai akibat adanya salah terjemah yang jumlahnya sangat banyak.
“Maka, kami tidak hanya sebatas koreksi, tapi juga menerbitkan Tarjamah Tafsiriyah Al-Qur’an lengkap 30 juz, sebagai tanggungjawab meluruskan terjemah harfiyah yang salah dari Al-Qur’an dan Terjemahnya versi Kemenag RI. Adapun Buku Koreksi Kesalahan Terjemah Harfiyah Al-Qur’an Kemenag RI ini hanya memuat 170 ayat saja. Karena sangat prinsip yang harus segera diketahui kaum muslim. Sebab tidak mungkin membukukan kesalahan terjemah 3.229 ayat sekaligus dalam waktu dekat ini,” kata Ustadz Thalib.
Dijelaskan Amir Majelis Mujahidin, ayat salah terjemah itu berkaitan dengan masalah akidah, syariah, dan mu’amalah. Khususnya menyangkut problem terorisme, liberalism, dekadensi moral, aliran sesat dan hubungan antar umat beragama.
Dalam Simposium Nasional bertema: “Memutus Mata Rantai Radikalisme dan Terorisme” di Jakarta, Rabu 28 Juli 2010, Dirjen Bimas Islam Kemenag dan sekarang menjadi Wamenag, Prof. Dr. Nasaruddin Umar dengan gamblang menyatakan: sejumlah ayat berpotensi untuk mengajak orang beraliran Islam keras, karena itu dalam terjemahan Al-Qur’an versi baru pemerintah menyusun kata yang lebih moderat, namun memiliki makna yang sama.
Selain meluncurkan terjemahan dan tafsir Al-Qur’an versi baru, Kemenag juga melakukan upaya deradikalisasi lain, yaitu pembinaan pengurus masjid oleh 95 ribu penyuluh agama hingga ke pedesaan.
Ayat Salah Terjemah
Diantara ayat Al-Qur’an yang dituding berpotensi radikal adalah: QS. Al-Baqarah (2):191. Terjemah Harfiyah Depag: “dan bunuhlah mereka dimana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Makkah)…”
Kalimat ‘bunuhlah mereka dimana saja kamu jumpai mereka’, seolah oleh ayat ini membenarkan untuk membunuh musuh di luar zona perang. Hal ini, tentu sangat berbahaya bagi ketentraman dan keselamatan kehidupan masyarakat. Karena pembunuhan terhadap musuh diluar zona perang sudah pasti menciptakan anarkisme dan teror, suatu keadaan yang tidak dibenarkan oleh syariat Islam.
Maka Tarjamah Tafsiriyahnya adalah: “Wahai kaum mukmin, perangilah musuh-musuh kalian di manapun kalian temui mereka di medan peran dan dalam masa perang…”
Ayat Al-Qur’an lain yang dituding berpotensi radikal adalah: QS. Al-Ahzab (33): 61. Adapun Tarjamah Harfiah Depag/Kemenag: “Dalam keadaan terlaknat. Dimana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-hebatnya.”
Dijelaskan, kalimat dibunuh dengan sehebat-hebatnya dalam tarjamah Depag versi lama, dan dibunuh tanpa ampun dalam tarjemah Kemenag versi baru, keduanya merupakan tarjamah harfiah dari kata quttilu taqtiila, artinya bukan dibunuh, tetapi dibunuh sebagian besar. Kemudia kata sehebat-hebatnya, atau ‘tanpa ampun’ sebagai tarjemah kata taqtiilaa tidak benar. Karena kata taqtiilaa hanya berfungsi sebagai penegasan, bukan berfungsi menyatakan sifat atau cara membunuh yang tersebut pada ayat ini.
Dijelaskan, Tarjamah Depag maupun Kemenag diatas berpotensi membenarkan tindakan kejam terhadap non-muslim. Padahal Islam secara mutlak melawan tindakan kejam terhadap musuh. Islam sebaliknya memerintahkan kepada kaum muslim berlaku kasih sayang dan adil kepada seluruh uma manusia, sebagai wujud dari misi rahmatan lil-‘alamin.
Tarjamah Tafsiriyah: “Orang-orang yang menciptakan keresahan di Madinah itu akan dilaknat. Wahai kaum mukmin, jika mereka tetap menciptakan keresahan di Madinah, tawanlah mereka dan sebagian besar dari mereka benar-benar boleh dibunuh dimana pun mereka berada”.
Dengan dua contoh terjemah ini, membuktikan bahwa tindakan radikal maupun teror yang banyak terjadi akhir-akhir ini, mendapat dukungan dan pembenaran, bukan dari ayat Al-Qur’an, melainkan terjemah harfiyah terhadap ayat di atas, dan hal itu bertentangan dengan jiwa Al-Qur’an yang tidak menghendaki tindakan anarkis. Dan para pelakunya telah menjadi korbanterjemah yang salah ini.
Ketika Rasulullah Saw dan kaum Muslimin di Madinah, beliau hidup berdampingan dengan kaum Yahudi, Nasrani, Musyrik dan kaum yang tidak beragama, sepanjang mereka tidak menganggu Islam. Apa yang akan terjadi sekiranya Rasulullah memerintahkan pengamalan ayat tersebut sebagaimana terjemahan Al-Qur’an dan Terjemahnya itu.
Kontroversi terjemah Al-Qur’an versi Kemenag RI, terutama disebabkan oleh kesalahan memilh metode terjemah. Metode terjemah Al-Qur’an yang dikenal selama ini ada dua macam, yaitu terjemah harfiyah dan terjemah tafsiriyah, dan Depag memilih metode harfiyah/tekstual. (Desastian)

www.info-iman.blogspot.com

Label

'idul adha adab dan sunnah adik saudara sepersusuan adzan air kencing bayi air kencing Rasulullah Akhirat akhlak Akhlaq Kepribadian Akhwat akidah Al Qur'an Al Qur#039;an Al Quran Al-Qur'an Alam Aliran-aliran Amalan AMALIYAH NU anak Analisa Angin Aqidah Aqiqah Artikel Artikel IImiah Asmara Astronomi ASWAJA Azab Bab Adab Bab Nikah Bab Puasa Bab Sholat Bab Thaharah Bab Zakat bantahan belajar islam Berita bersin Bid'ah bid'ah dalam aqidah bid'ah dalam ibadah Biografi Biologi Bisnis Blackberry Budaya Budi Daya buka puasa buku Cantik Fisik catatanku Cerpen Chairil Anwar Curahan Hati Curhat daging qurban Dakwah Dakwah Pemikiran Islam dakwah umum Dambaan insan Dari Salafushshalih Dasar Islam Dasar Keislaman demam Desain Dhaif Do'a do'a buka puasa Do'a dan Dzikir Doa doa bersama doa sholat tarawih download dunia islam Dunia Islam Kontemporer Dzikir dzikir dengan tangan kiri Ekonomi Eksoplanet Emansipasi Emha Ainun Nadjib Fakta Ilmiah Fakta Jin-Iblis-Syetan Fakta Manusia faraidh Fenomena Asteroid Fenomena Bencana Alam Fenomena Bintang Fenomena Bulan Fenomena Bumi Fenomena Hewan Fenomena Kutub Fenomena Langit Fenomena Matahari Fenomena Meteorit Fenomena Petir Fenomena Planet Fenomena Ruang Angkasa Fenomena Tumbuhan Fiqh Fiqh Muamalat Fiqh Wanita Fiqih Fisika Galaksi Geografi Geologi gerhana gigi palsu Hadis Hadis 40 hadist Hadits Hadits Palsu HAID Halal Haram HAM HARI RAYA ID HUKUM ISLAM hukum natal bersama hutang i'tikaf Ibadah ibadah yang baik ibu mertua ilmu ilmuan muslim Ilmuwan imam terlalu cepat bacaannya IMAN Inovasi intermezzo Internet Iptek iqomah isbal Islam jabat tangan setelah sholat JADWAL RAMADHAN Jagad Raya Jalaluddin Rumi jamaah sholat jumat jenazah Jual Beli judi junub Kabar Dalam Negeri kabar manca negara Kahlil Gibran Kajian Karya Buku Karya Ulama KB Keajaiban Alam Keajaiban Hewan KECANTIKAN Kecelakaan Maut Kehutanan Kelautan keluarga Kepemerintahan Kepengurusan Kerajaan Kesehatan Keuangan Keutamaan KHITAN Khitan Wanita khurofat Khutbah Khutbah Jum'at khutbah jumat Khutbah Rasulullah saw Kiamat Kidung Hati Kimia Kisah Kisah Kami Kisah Nyata Kisah Orang-Orang Shaleh Kisah Teladan Komputer Konversi Energi Kosmologi Kumpulan Do'a Kumpulan Kata lafadz adzan lafadz iqomah Lain-Lain Lalu Lintas lembaga sosial Lingkungan Hidup Lubang Hitam macam puasa sunnah mahram Makanan mandi jum'at mandi wajib Manhaj Manusia Manusia dan Teknologi masjid masjid quba Masuk Perguruan Tinggi Matahari Materi gelap Mayit media cetak memandikan jenazah membayar zakat memotong kuku memotong rambut mendahului gerakan imam menemani sholat jamaah menembok kuburan mengadzankan mayit di liang kubur mengangkat tangan menghadiahkan pahala mengqadha puasa menguburkan jenazah mengucapkan selamat natal mengusap kepala Mengusap muka setelah berdoa menikah di bulan syawwal menikah setelah berzina meninggal dunia Meninggalkan sholat jum'at menjawab adzan menjual kotoran hewan menyapu kepala menyentuh wanita Meteorologi Meteorologi-Klimatologi mihrab Mineralogi minum air zamzam Motivasi motivasi belajar Motivasi Beramal MQ (menejemen qolbu) mu'athilah Muallaf muamalah Muhasabah Mungkar murottal Muslimah Muslimah Articles Musyabbihah Mutiara Hikmah Mutiara Kalimat Mutiara Tafakur Nabi Muhammad Nagham Alqur'an Nasehat Neraka News niat sholat nikah nisfu aya'ban Oase Iman Olah Raga OLAHRAGA Otak PAKAIAN panas PAUD Pendidikan Penelitian penelitian sunnah Pengembangan Diri Pengobatan Akibat Sihir Peninggalan Sejarah Penjajahan Pentingnya Waktu Peradaban Islam Perbandingan Agama dan Aliran Perbankan Pergaulan Perkawinan Perkembangan Da'wah Islam Permata Hati pernikahan Personaliti Pesawat Ruang Angkasa Pesepakbola Muslim Pojok Ramadhan posisi imam wanita produksi awal program kerja Proyek Luar Angkasa Psikologi Puasa puasa daud puasa rajab Puasa Setiap Hari puasa sunnah puasa wanita hamil Puisi Puisi bahasa Ingris qunut nazilah QURAN radar lampung Radio Rajab Ramadhan ramalan cuaca Renungan Riba dan Jual Beli salafush shalih salah bacaan sholat Salam Khudam Sastra sedekah Sejarah Sejarah Islam SEKS Sentilan Seputar Daerah Buton Shalat shodaqoh shodaqoh melebihi kadar Sholat sholat dan keputihan sholat di rumah sholat ghoib sholat jamaah sholat jamaah estafet sholat jumat sholat jumat wanita sholat pindah tempat sholat qashar sholat sambil melihat mushaf sholat sendirian sholat sunnah sholat sunnah qobliyah isya sholat sunnah sebelum asar sholat sunnah setelah shubuh sholat takhiyatul masjid sholat wanita sifat dzatiyah sifat fi'aliyah Sihir Simpan Pinjam Sirah Siroh Shahabiyyah Software Islami Sosial Kemasyarakatan Sosiologi sujud sahwi sujud syukur sumpah dan nadzar Sunnah sutrah sutroh syafaat Syurga Tafakur Alam Semesta Tafsir Tafsir Al-Qur'an tahlilan Takbirotul ihram takwil mimpi tambal gigi tamsil Tanda Akhir Zaman Tanda-Tanda Kiamat Tanya jawab Tarbiyah Tasawwuf dan Adab tata cara tidur menurut sunnah Tata Surya Taufiq Ismail Tauhid tayammum Tazkirah Tazkiyah tazkiyatun nafs Tech News Teknik Sipil teladan Tenaga Kerja tertawa saat sholat Thoharoh tidak taat suami tinggi TK Tokoh Tokoh Dan Ulama Tokoh Islam Tools TPA Tsunami Tujuan Hidup tuntunan sholat uang pensiun dari riba uang riba ucapan assalamualaika UNCATEGORY Video da'wah video Motivasi Diri Video Muhasabah video murotal W. S. Rendra waktu membaca doa wanita wanita haid Wisata wudhu yasinan zakat zakat anak kepada orang tua zakat barang temuan zakat harta zakat harta warisan zakat hasil perkebunan zakat hasil pertanian zakat mal zakat padi zakat pns zakat tanah zina