Kamis, 09 Juli 2009

Membina Keluarga Penuh Bahagia

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir".
(QS. Ar Rum: 21)


Rumah merupakan kebutuhan yang didambakan oleh setiap insan. Di sanalah tempat mereka bercengkrama bersama keluarga, melepas kepenatan dan permasalahan hidup, membina isteri dan anak-anak. Di sanalah tempat seseorang bersembunyi dari aib diri dan keluarga, menjaga diri dari panas dan hujan, menghindarkan keluarga dari mara bahaya. Dan disanalah tempat seseorang menumpahkan segala kebutuhan dan memperoleh kebahagiaan.

Hidup berkeluarga memang merupakan fitrah sosial manusia. Secara psikologis, kehidupan berkeluarga, baik bagi suami, isteri, anak-anak, cucu-cicit atau bahkan mertua merupakan pelabuhan perasaan, ; ketenteraman, kerinduan, keharuan, semangat dan pengorbanan,semuanya berlabuh di lembaga yang bernama keluarga. Sacara alamiah, ikatan kekeluargaan memiliki nilai kesucian. Karenanya, menikah merupakan fitrah pada setiap manusia. Bukan hanya sekedar untuk melangsungkan kehidupan dan mempunyai keturunan, tetapi juga untuk mencapai kebahagiaan baik dunia maupun akhirat.
Menikah tidak terlalu sulit, tetapi membangun keluarga bahagia bukan sesuatu yang mudah. Pekerjaan membangun, pertama harus didahului dengan adanya gambar yang merupakan konsep dari bangunan yang diinginkan. Gambar bangunan (maket) bisa didiskusikan dan diubah sesuai dengan konsep fikiran yang akan dituangkan dalam wujud bangunan itu.

Demikian juga membangun keluarga bahagia, terlebih dahulu orang harus memiliki konsep tentang keluarga bahagia. Banyak kriteria yang disusun orang untuk menggambarkan sebuah keluarga yang bahagia, bergantung ketinggian budaya masing-masing orang, misalnya paling rendah orang mengukur kebahagiaan keluarga dengan tercukupinya sandang, pangan dan papan. Bagi orang yang pendidikannya tinggi atau tingkat sosialnya tinggi, maka konsep sandang bukan sekedar pakaian penutup badan, tetapi juga simbol dari suatu makna. Demikian juga pangan bukan sekedar kenyang atau standar gizi, tetapi ada “selera” non gizi yang menjadi konsepnya. Demikian seterusnya tempat tinggal (papan) , kendaraan, perabotan bahkan hiasan, kesemuanya itu bagi orang tertentu mempunyai kandungan makna budaya. Secara sosiologis pesikologis, kehadiran anak dalam keluarga juga dipandang sebagai parameter kebahagiaan.

Rumah tangga juga demikian, ada konsepnya, isteri bukan sekedar perempuan pasangan tempat tidur dan ibu yang melahirkan anak, suami bukan sekedar lelaki, tetapi ada konsep aktualisasi diri yang berdimensi horizontal dan vertikal. Orang bisa saja menunaikan hajat seksualnya di jalanan, dengan siapa saja, tetapi itu tidak identik dengan kebahagiaan. Hubungan seksual dengan perselingkuhan mungkin bisa memuaskan syahwat dan hawa nafsunya, tetapi tidak pernah melahirkan rasa ketenteraman, ketenangan dan kemantapan psikologis.

Konsep keluarga bahagia yang Islami, biasanya disebut dengan istilah Keluarga Sakinah, keluarga yang bahagia, penuh dengan limpahan rahmat, kasih dan sayang. Untuk mencapai tujuan itu ada beberapa hal yang patut dan seharusnya menjadi perhatian setiap orang yang ingin membina keluarga untuk mendapatkan sakinah, mawadah wa rahmah, antara lain:

1. Rumah yang di dalamnya senantiasa dihidupkan ibadah kepada Allah subhanahu wata'aala dan terhindar dari perbuatan syirik. Ikhlas dan jauh dari riya’ (mengharap pujian orang). Karena Allah subhanahu wata'aala memerintahkan kepada seluruh hamba-Nya untuk beribadah, menyembah dan menauhidkanNya dan menjauhi perbuatan syirik. Allah subhanahu wata'aala berfirman, artinya, "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku".(QS. adz-Dzariyat: 56). Dalam ayat yang lain, artinya, "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun". (QS. an-Nisaa`: 36). Dalam hal ini Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam juga bersabda dalam hadits qudsi, “Aku tidak butuh terhadap sekutu-sekutu, barangsiapa beramal suatu amalan ia menyekutukan Aku dengan selain diri-Ku (dalam amalnya tersebut) maka pasti Aku tinggalkan dirinya dan sekutunya". (HR. Muslim)

2. Rumah yang di dalamnya terdapat amal ibadah yang berdasarkan ittiba` (mengikuti petunjuk rasul shallallahu 'alahi wasallam) dan terhindar dari perbuatan bid`ah (amal ibadah yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam).

Firman Allah subhanahu wata'aala, artinya, "Katakanlah, “Jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu".(QS. Ali Imran: 31).

Dalam ayat yang lain, artinya, “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih". (QS. an-Nur: 63).

Demikian pula Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Seluruh umatku akan masuk surga kecuali yang enggan. Para sahabat beliau bertanya, “Siapa yang enggan masuk surga wahai Rasulullah? Beliau menjawab, “Siapa yang mentaati aku pasti masuk surga dan siapa yang membangkang tidak mentaati aku sungguh ia telah enggan untuk (masuk surga).” (HR. al-Bukhari)

Dalam sabda beliau yang lain, "Siapa yang mengada-adakan (suatu perbuatan) di dalam agama kami ini yang tidak termasuk darinya, maka ia tertolak". (Muttafaqun `alaih)

3. Rumah yang berdiri diatas ketaqwaan kepada Allah, dengan tujuan membentuk sebuah keluarga yang sakinah (tentram), mawaddah (saling mencintai) dan rahmah (saling mengasihi). Hal itu juga merupakan tujuan pokok terjalinnya 'mitsaaqan ghalizha' (perjanjian yang kuat) antara kaum Adam dan Hawa.

4. Rumah yang didalamnya senantiasa memberikan perhatian utama terhadap urusan shalat, membaca al-Qur`an, zikrullah, tasbih, tahmid ataupun tahlil, doa-doa ataupun dzikir-dzikir yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, seperti keluar dan masuk rumah, makan, mau tidur dan bangunnya, memakai pakaian ataupun lainnya. Demikian pula senantiasa memanjatkan do’a kepada Allah terutama di waktu-waktu yang mustajab, qiyamul lail, dan bentuk ibadah-ibadah yang lain.


Beberapa hal di atas adalah sedikit dari berbagai macam kewajiban yang harus diperhatikan agar kehidupan rumah tangga seseorang menjadi keluarga yang bahagia, yang nantinya akan mengantarkan ke kebahagiaan abadi yakni kebahagiaan hidup di akhirat.

Sumber: Disadur dari artikel berjudul "Jawanib at-Tamayyuz Fi Baitil-Muslim", DR. Ahmad bin Utsman al-Mazid dan DR. Adil bin Ali asy-Syuddi.
Ibnu Khalid berpendapat bahagia itu adalah tunduk dan patuh mengikut garis-garis yang ditentukan Allah SWT.





www.info-iman.blogspot.com

Senin, 06 Juli 2009

Muhasabah (Husnudzan kepada Alloh)

"Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku", demikian sebuah penggalan hadist qudsi, hadist yang matannya dari Alloh Subhanahu wata'ala. Artinya, jika seseorang berpasangka baik kepada Alloh maka Alloh akan mengabulkan apa yang ada dalam persangkaannya itu.
Nampaknya hal ini mudah tetapi ternyata untuk bisa berprasangka kepada Alloh tidak semudah yang kita pikirkan. Kenapa?
Ya, karena prasangka baik kepada Alloh hanya  bisa dilakukan oleh orang - orang yang senantiasa berbuat ketaatan  kepada Alloh. Sedangkan orang yang senatiasa berbuat maksiat dan bergelimang dalam dosa akan sulit berprasangka baik kepada Alloh.
Gambarannya demikian. Seorang yang senantiasa  bergelimang dalam hal yang haram dalam berusaha memenuhi kebutuhannya, berarti saat itulah ia sudah su'udzan kepada Alloh. Karena dengan begitu berati dia tidak yakin bahwa Alloh bisa mencukupi kebutuhan hamba-Nya dengan hanya yang halal saja sehingga manusia harus mencari yang  haram dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Bagaimana pendapat Anda terhadap orang yang selalu berbuat kesalahan terhadap bosnya? Tentu kalau ia mengetahui bahwa bosnya tahu pelanggaran yang dilakukan, orang tersebut akan  merasa bahwa apapun kebijakan yang dibuat bosnya untuk dirinya merupakan bentuk hukuman yang diberikan kepadanya. Lalu bagaimana jika yang dilanggar itu aturan Alloh, Dzat Yang Maha Tahu yang lahir maupun yang batin, yang sudah terjadi dan yang akan terjadi? Tentu, orang yang senantiasa berbuat maksiat, akan selalu su'udzan kepada Alloh. (wallohu a'lam bishshowwab)

www.info-iman.blogspot.com

Ummatan Wasatha

Manusia sekarang ini benar-benar berada ditengah arus globalisasi. Kesiapan umat islam dalam menyongsongnya, akan sangat menentukan apakah mereka akan menjadi kelompok penonton, pemain pinggiran, atau menjadi pemain yang secara positif menggerakan sekaligus mengarahkan. Kesemua posisi yang didapat itu, merupakan aspek substansial dalam mengarahkan corak perkembangan yang akan terus bergulir tanpa henti di masa-masa yang akan datang.
Penegasan Allah bahwa umat Islam menjadi Ummatan wasathan selayaknya mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari kita semua.
Ciri Ummatan wasathan yang pertama adalah adanya hak kebebasan yang harus selalu diimbangi dengan kewajiban.”barang siapa yang dianugrahi hikmah, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak.”(QS Al-baqarah (2): 269).
Ciri kedua dari Ummatan wasathan adalah adanya keseimbangan antara kehidupan duniawi dengan ukhrawi, serta material dan spiritual.
Selanjutnya,
Ciri yang ketiga dari Ummatan wasathan adalah keseimbangan yang terwujud pada pentingnya kemampuan akal dan moral. Kemampuan akal manusia tercermin dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi hanya akan mampu menyelesaikan sebagian persoalan manusia, jadi bukan keseluruhannya. Jika ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai produk kecerdasan akal berada di tangan orang-orang yang tidak memiliki moral yang luhur, juga bias menimbulkan malapetaka.”telah tampak kerusakan di bumi dan di laut karena, disebabkan oleh ulah tangan manusia.”(QS Ar-Rum (30):41).

Allah telah menyatakan peran yang harus dimainkan Islam, yaitu sebagai Ummatan wasathan (umat yang serasi dan seimbang), adalah menjadi saksi atas kebenaran dan keagungan ajaran Allah.”Demikian (pula) kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan piliha, agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia dan agar rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu”. (QS.Al-Baqarah (2):143).

Umat Islam atau ummatan wasatha adalah umat penyelaras kehidupan dunia dan akhirat, penengah antara umat Yahudi yang condong memikirkan dunia semata dan umat Nasrani yang condong dalam kehidupan kerohanian tanpa peduli urusan dunia dengan menyendiri di biara-biara dan tidak kawin. Umat ini yang akan menjadi saksi bagi umat-umat yang lain. Mengutip perkataan Hamka: “Umat Muhammad menjadi umat tengah dan menjadi saksi untuk umat yang lain, dan Nabi Muhammad saw menjadi saksi pula atas umatnya itu, adakah mereka jalankan pula tugas yang berat tetapi suci ini dengan baik?” . Itulah makna “ummatan wasathan”, umat pertengahan, umat yang adil serta menyampaikan risalah Islam kepada seluruh umat manusia. Dengan pandangan dan sikap ‘wasatha’, setiap Muslim dilarang melakukan tindakan ‘tatharruf’ atau ekstrim dalam menjalankan ajaran agama.
Kita juga sering mendengar sebutan Islam moderat untuk menyebut ummatan wasatha! Mungkin kata orang modern akhir-akhir ini dengan istilah barunya! Tapi jangan sebut itu. Karena istilah moderat bisa juga dipelintirkan oleh kalangan yang ingin merusak Islam. Biarkan nama Islam tetap Islam, tanpa embel-embel yang lain yang justru akan mengkaburkan makna Islam itu sendiri.
Al Ummah Al Islamiyyah atau ummatah wasatha adalah umat pertengahan di antara umat-umat terdahulu. Hal itu bias dilihat dari beberapa sisi
Mengenai hak Allah ta’ala :

Ummat Yahudi mensifati Allah dengan kekurangan-kekurangan, sehingga menyamakan-Nya dengan makhluk. Adapun Nashrani sebaliknnya, mereka menyetarakan kedudukan makhluk yang penuh kekurangan dengan Rabb yang sempurna. Sedangkan umat ini tidak mensifati Allah dengan kekurangan dan tidak pula menyamakan makhluk dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Mengenai hak para nabi :

Umat Yahudi mendustakan Isa bin Maryam dan mengingkarinya, sedangkan umat Nashrani justru mengkultuskan Isa Alaihissalam sampai menampatkan beliau sebagai Tuhan. Adapun umat ini tetap mengimaninya tanpa mengkultuskannya dan mengatakan bahwa beliau adalah hamba Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya.

Dalam perkara Ibadah :

Umat nashrani beribadah kepada Allah tanpa bersuci, yakni mereka tidak mau bersuci dari najis. Ketika salah seorang di antara mereka kencing dan air kencing mengenai pakaiannya, dia langsung sembahyang dalam gereja tanpa bersuci terlebih dahulu. Sedangkan Yahudi sebaliknya, jika mereka terkena najis meeka akan merobek-robek baju mereka. Menurut mereka air tidak bias mensucikannya, sampai-sampai mereka tidak mau mendekati orang yang sedang haidh, tidak mau makan bersama apalagi berkumpul dengannya.

Adapun umat ini, mereka adalah umat pertengahan. Mereka tidak melakukan satu pun di antara keduanya. Mereka tidak merobek-robek pakaian dan tidak pula shalat dalam keadaan najis, akan tetapi membersihkannya sebersih-bersihnya sampai benar-benar hilang najisnya kemudian shalat dengannya. Mereka tidak menjauhi wanita haidh, bahkan mereka makan bersama, bercanda dan berkumpul dengannya kecuali jima’.

Demikian pula dalam masalah-masalah yang diharamkan seperti makanan dan minuman. Umat Nashrani menghalalkan makanan-makanan yang menjijikkan dan menghalalkan semua yang haram, sedangkan Yahudi mengharamkan setiap binatang yang memiliki kuku, sebagaimana firman Allah Ta’ala :

“Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku, dan dari sapid an domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hokum mereka disebabkan kedurhakaan mereka, dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar.”(QS. Al An’am: 146)

Sekali lagi umat ini adalah umat pertengahan, mereka menghalalkan yang baik-baik dan mengharamkan yang buruk dan kotor.

Dalam hokum qishash :
Umat Yahudi mengatakan bahwa qishash itu wajib, sedangkan Nashrani menyatakan bahwa memberikan toleransi dalam qishash itu wajib. Adapun umat ini, mereka diberikan pilihan antara qishash, membayar diyat (denda) atau dimaafkan begitu saja.
Maka dari itu, umat Islam selalu berada di tengah-tengah, yaitu tidak ekstrim dan tidak pula bersambalewa.


www.info-iman.blogspot.com

Kamis, 02 April 2009

Hukum Membaca Surat Yasiin

Tanya:
Bagaimana hukum membaca surat Yaasin? (Abdullah, Metro)

Jawab:

Surat Yaasiin adalah salah satu diantara 114 surat yang ada dalam Al Qur’an. Membacanya adalah ibadah dan berpahala seperti membaca surat-surat lainnya dalam Al Qur’an.

Akan tetapi kita tidak boleh mengkhususkan untuk membacanya pada malam-malam tertentu, dengan keyakinan-keyakinan tertentu. Karena tidak ada satu hadits shahihpun yang menjelaskan tentang keutamaan membaca surat Yaasiin pada malam tertentu. Kalaupun ada riwayat tentang hal itu, riwayat tersebut tidak shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kita tidak boleh meyakini dan mengamalkannya. Wallahu Ta’ala A’lam Bish Showab.
www.info-iman.blogspot.com

Minggu, 22 Februari 2009

Sujud syukur

Dianjurkan (sunat) untuk sujud syukur bila mendapatkan anugerah Allah.
Cara : dikerjakan di luar shalat langsung atau dalam waktu yang relatif tidak lama setelah mendapat anugerah. Disyaratkan sperti syarat sahnya salat ( suci hadas besar dan kecil), suci tempat dan pakaiandari najis serta menghadap kiblat.
Pelaksanaan sujud :
1. berniat
2. takbiratul ihram
3. sujud
4. mengucap salam sesudah sujud
jika sekiranya seseorang pada waktu mendapat anugerah itu dalam keadaan tidak suci maka hendaklah ia membaca tasbih 4 kali selengkapnya sebagai pengganti sujud syukur yaitu :
SUBHANALLAH WAL HAMDULILLAH WALA ILAHA ILALLAH WALLAHU AKBAR WALA HAULA WALA QUWWATA ILABILLAHIL'ALIYYIL'AZHIM
Sumber : Serambi ummah 16-1-2009
www.info-iman.blogspot.com

Saudara sesusu

seorang anak menjadi saudara sesusu jika minum sama-sama pada seorang perempuan, pada masa pertumbuhan 0-2 tahun, menyusukan sebanyak 5 kali dan mengenyangkan.
sumber : SU 6-2-2009
www.info-iman.blogspot.com

Shalat pada Imsak

imsak diperbolehkan shalat karena waktu imsak bukan waktu yang diharamkan shalat
sumber : Serambi ummah 6-2-2009
www.info-iman.blogspot.com

Selasa, 17 Februari 2009

Puasa Sunnah Dibulan Muharram

Tanya:

Puasa dibulan Muharram bagusnya di hari yang keberapa? (Nashir, Bandar Lampung)

Jawab:


Pada bulan Muharam ini umat islam sangat dianjurkan melaksanakan Ibadah yang sangat disukai oleh Allah ta'ala , yaitu Puasa pada hari As Syura.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله عَنْهُمَا أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ فَقَالَ مَارَأَيْتُ رَسُوْلَ الله صَلَىالله عَلَيْهِ وَسَلَمَ صَامَ يَوْمًا يَتَحَرَّى فَضْلَهُ عَلَى اْلأَيَّامِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَعْنِى يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ

“Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu, bahwasanya beliau ditanya tentang puasa hari As Syura, lalu dia berkata : Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa pada suatu hari yang beliau ingin betul-betul mengharap fadhilah hari itu atas hari-hari lainnya kecuali puasa hari As Syura.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya puasa tersebut sangat diharapkan keutamaannya. Bahkan para Nabi yang hidup sebelum Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam juga melakukan puasa tersebut.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

يَوْمُ عَاشُوْرَاءَ كَانَتْ تَصُوْمُهُ اْلأَنْبِيَاءُ فَصُوْمُوْهُ أَنْتُم

“Hari As Syura adalah hari dimana para Nabi berpuasa, maka berpuasalah kalian. (HR Baqi' bin Mahlad)

Sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda yang artinya:

“Nabi Musa 'alaihi salam bepuasalah pada hari 10 Asysyura, karena pada hari itu Allah telah menenggelamkan fir’aun”

Demikian juga nabi Nuh ‘Alaihissallam berpuasa pada hari tersebut.

Pada hari Asy Syura orang-orang Yahudi juga melakukan puasa. Imam Bukhori dan Muslim menyebutkan:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدِمَ الْمَدِينَةَ فَوَجَدَ الْيَهُودَ صِيَامًا يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا هَذَا الْيَوْمُ الَّذِي تَصُومُونَهُ فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ أَنْجَى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَقَوْمَهُ وَغَرَّقَ فِرْعَوْنَ وَقَوْمَهُ فَصَامَهُ مُوسَى شُكْرًا فَنَحْنُ نَصُومُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَحْنُ أَحَقُّ وَأَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

“Dari Ibnu Abbas ia berkata”ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tiba di madinah, beliau mendapatkan orang-orang yahudi berpuasa pada hari asy syura. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallambertanya kepada mereka:”hari apakah ini, mengapa kalian berpuasa?” mereka menjawab :”ini adalah hari agung, hari dimana Allah telah menyelamatkan Musa dan kaumnya serta menenggelamkan Fir’aun dan kaumnya, maka Musa berpuasa sebagai tanda syukur, dan kamipun berpuasa juga.” Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallamberkata: ”Kami(orang-orang islam)lebih berhak dan lebih utama untuk menghormati Nabi daripada kalian.” Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa dan memerintahkan (para sahabat)untuk berpuasa.”


Fadhilah Puasa Asy Syura

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“Dari Abu Qotadah bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang hari Asy Syura. Lalu beliau bersabda:”Saya memohon kepada Allah agar berpuasa Asy Syura dapat menghapus dosa-dosa selama satu tahun yang lalu.” (HR Tirmidzi No 752 dan dishahihkan oleh Albani)

Dalam hadits lain masih dalam shahih Muslim, dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu bahwasannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa pada tanggal 10 dan beliau memerintahkan para sahabatnya. Para sahabat berkata: ”Hari ini orang-orang yahudi berpuasa juga” maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

“Tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pada hari yang kesembilan” (HR Muslim)

Thowus Rahimahullah berkata: “Tahun berikutnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah wafat.

Oleh karenanya pada bulan Muharram ini, puasa Asy Syra dikerjakan bukan saja pada tanggal 10, tetapi juga pada tanggal 9. Jumhur ulama menyimpulkan: sunnah puasa Asy Syura selama 2 hari (tanggal 9-10 Muharram). Hal ini telah diamalkan oleh Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhu, Abu Ishaq Rahimahullah, dan Imam Ahmad Rahimahullah.

Namun ada juga yang mengatakan sebaiknya berpuasa selama tiga hari, yaitu tranggal 9,10 dan 11 Muharram. Hal ini sesuai perkataan Ibnu Sirin Rahimahullah, beliau berpuasa selama tiga hari, karena untuk kehati-hatian, sebab kita tidak mengerti secara pasti masuknya tanggal 1 Muharram. Bahkan Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah memakruhkan berpuasa hanya pada tanggal 10 Muharram saja. Dasarnya perkataan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana dalam hadits Muslim:

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

“Kalau aku masih hidup tahun depan aku akan berpuasa pada hari yang kesembilan” (HR Muslim No 1134)

Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu mengatakan: “Hari Asy Syura adalah pada tanggal 9 Muharram. Tetapi jumhur tetap berpendapat pada tanggal 10 Muharram. Dan yang paling baik adalah selama tiga hari. Hal ini berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ صُومُوا قَبْلَهُ يَوْمًا وَ بَعْدَهُ يَوْمًا

“Berpuasalah pada hari asy syura dan selisilah orang-orang yahudi, berpuasalah sehari sebelumnya dan sehari setelahnya”(HR Ahmad No 2047, sanadnya hasan)

Hal ini menguatkan pendapat Ibnu Sirin.

Orang-orang yahudi di Khaibar juga menjadikan 10 Muharram sebagai hari raya mereka. Pada hari itu orang-orang yahudi Khaibar memakaikan perhiasan pada isteri dan anak-anak mereka untuk merayakan hari besar tersebut dan orang-orang jahiliyahpun mengikuti mereka. Pada hari itu orang-orang musyrik menutupi Ka’bah dengan kain. Maka disunnahkan berpuasa pada hari itu, untuk menyelisihi mereka, sebab hari itu hari rayanya mereka.

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ تَعُدُّهُ الْيَهُودُ عِيدًا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصُومُوهُ أَنْتُمْ

“Dari Abu Musa ia berkata: “Adalah orang-orang yahudi mengagung-agungkan hari As Syura dan menjadikannya sebagai hari raya.” Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “(kalau begitu) puasalah kalian (pada hari itu),” (HR. Bukhari)

Diriwayatkan oleh Ahmad, Nasa’I dan Ibnu Hibban Rahimahullah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah berpuasa pada hari Sabtu dan Ahad melebihi puasa pada hari lainnya. Dua hari tersebut merupakan hari raya orang musyrik, hal tersebut dimaksudkan untuk menyelisihi mereka.
Wallahu A'lam Bish Showab.
www.info-iman.blogspot.com

Selasa, 03 Februari 2009

zakat emas

yang punya perhiasan emas bila dipakai maka mengeluarkan zakat sekali seumur hidup dengan nisab 94 gr emas. tapi bila diperdagangkan zakat dikeluarkan tiap tahun dengan nisab 94 gr emas dan kadar 2,5 %.
serambi ummah, 5-10-2007
www.info-iman.blogspot.com

Zakat uang deposito

kaum muslim yang punya simpanan uang deposito denan ukuran 94 gr emas atau 18,8 juta maka wajib mengeluarkan zakat harta, dengan kadar 2,5 % tiap tahun.
contoh : A punya simpanan uang 20 juta x 2,5 % berarti zakat yang harus dikeluarkan 500 ribu rupiah pertahun. kalau perbulan 41.600 rupiah.
serambi ummah 5 ok 2007
www.info-iman.blogspot.com

Label

'idul adha adab dan sunnah adik saudara sepersusuan adzan air kencing bayi air kencing Rasulullah Akhirat akhlak Akhlaq Kepribadian Akhwat akidah Al Qur'an Al Qur#039;an Al Quran Al-Qur'an Alam Aliran-aliran Amalan AMALIYAH NU anak Analisa Angin Aqidah Aqiqah Artikel Artikel IImiah Asmara Astronomi ASWAJA Azab Bab Adab Bab Nikah Bab Puasa Bab Sholat Bab Thaharah Bab Zakat bantahan belajar islam Berita bersin Bid'ah bid'ah dalam aqidah bid'ah dalam ibadah Biografi Biologi Bisnis Blackberry Budaya Budi Daya buka puasa buku Cantik Fisik catatanku Cerpen Chairil Anwar Curahan Hati Curhat daging qurban Dakwah Dakwah Pemikiran Islam dakwah umum Dambaan insan Dari Salafushshalih Dasar Islam Dasar Keislaman demam Desain Dhaif Do'a do'a buka puasa Do'a dan Dzikir Doa doa bersama doa sholat tarawih download dunia islam Dunia Islam Kontemporer Dzikir dzikir dengan tangan kiri Ekonomi Eksoplanet Emansipasi Emha Ainun Nadjib Fakta Ilmiah Fakta Jin-Iblis-Syetan Fakta Manusia faraidh Fenomena Asteroid Fenomena Bencana Alam Fenomena Bintang Fenomena Bulan Fenomena Bumi Fenomena Hewan Fenomena Kutub Fenomena Langit Fenomena Matahari Fenomena Meteorit Fenomena Petir Fenomena Planet Fenomena Ruang Angkasa Fenomena Tumbuhan Fiqh Fiqh Muamalat Fiqh Wanita Fiqih Fisika Galaksi Geografi Geologi gerhana gigi palsu Hadis Hadis 40 hadist Hadits Hadits Palsu HAID Halal Haram HAM HARI RAYA ID HUKUM ISLAM hukum natal bersama hutang i'tikaf Ibadah ibadah yang baik ibu mertua ilmu ilmuan muslim Ilmuwan imam terlalu cepat bacaannya IMAN Inovasi intermezzo Internet Iptek iqomah isbal Islam jabat tangan setelah sholat JADWAL RAMADHAN Jagad Raya Jalaluddin Rumi jamaah sholat jumat jenazah Jual Beli judi junub Kabar Dalam Negeri kabar manca negara Kahlil Gibran Kajian Karya Buku Karya Ulama KB Keajaiban Alam Keajaiban Hewan KECANTIKAN Kecelakaan Maut Kehutanan Kelautan keluarga Kepemerintahan Kepengurusan Kerajaan Kesehatan Keuangan Keutamaan KHITAN Khitan Wanita khurofat Khutbah Khutbah Jum'at khutbah jumat Khutbah Rasulullah saw Kiamat Kidung Hati Kimia Kisah Kisah Kami Kisah Nyata Kisah Orang-Orang Shaleh Kisah Teladan Komputer Konversi Energi Kosmologi Kumpulan Do'a Kumpulan Kata lafadz adzan lafadz iqomah Lain-Lain Lalu Lintas lembaga sosial Lingkungan Hidup Lubang Hitam macam puasa sunnah mahram Makanan mandi jum'at mandi wajib Manhaj Manusia Manusia dan Teknologi masjid masjid quba Masuk Perguruan Tinggi Matahari Materi gelap Mayit media cetak memandikan jenazah membayar zakat memotong kuku memotong rambut mendahului gerakan imam menemani sholat jamaah menembok kuburan mengadzankan mayit di liang kubur mengangkat tangan menghadiahkan pahala mengqadha puasa menguburkan jenazah mengucapkan selamat natal mengusap kepala Mengusap muka setelah berdoa menikah di bulan syawwal menikah setelah berzina meninggal dunia Meninggalkan sholat jum'at menjawab adzan menjual kotoran hewan menyapu kepala menyentuh wanita Meteorologi Meteorologi-Klimatologi mihrab Mineralogi minum air zamzam Motivasi motivasi belajar Motivasi Beramal MQ (menejemen qolbu) mu'athilah Muallaf muamalah Muhasabah Mungkar murottal Muslimah Muslimah Articles Musyabbihah Mutiara Hikmah Mutiara Kalimat Mutiara Tafakur Nabi Muhammad Nagham Alqur'an Nasehat Neraka News niat sholat nikah nisfu aya'ban Oase Iman Olah Raga OLAHRAGA Otak PAKAIAN panas PAUD Pendidikan Penelitian penelitian sunnah Pengembangan Diri Pengobatan Akibat Sihir Peninggalan Sejarah Penjajahan Pentingnya Waktu Peradaban Islam Perbandingan Agama dan Aliran Perbankan Pergaulan Perkawinan Perkembangan Da'wah Islam Permata Hati pernikahan Personaliti Pesawat Ruang Angkasa Pesepakbola Muslim Pojok Ramadhan posisi imam wanita produksi awal program kerja Proyek Luar Angkasa Psikologi Puasa puasa daud puasa rajab Puasa Setiap Hari puasa sunnah puasa wanita hamil Puisi Puisi bahasa Ingris qunut nazilah QURAN radar lampung Radio Rajab Ramadhan ramalan cuaca Renungan Riba dan Jual Beli salafush shalih salah bacaan sholat Salam Khudam Sastra sedekah Sejarah Sejarah Islam SEKS Sentilan Seputar Daerah Buton Shalat shodaqoh shodaqoh melebihi kadar Sholat sholat dan keputihan sholat di rumah sholat ghoib sholat jamaah sholat jamaah estafet sholat jumat sholat jumat wanita sholat pindah tempat sholat qashar sholat sambil melihat mushaf sholat sendirian sholat sunnah sholat sunnah qobliyah isya sholat sunnah sebelum asar sholat sunnah setelah shubuh sholat takhiyatul masjid sholat wanita sifat dzatiyah sifat fi'aliyah Sihir Simpan Pinjam Sirah Siroh Shahabiyyah Software Islami Sosial Kemasyarakatan Sosiologi sujud sahwi sujud syukur sumpah dan nadzar Sunnah sutrah sutroh syafaat Syurga Tafakur Alam Semesta Tafsir Tafsir Al-Qur'an tahlilan Takbirotul ihram takwil mimpi tambal gigi tamsil Tanda Akhir Zaman Tanda-Tanda Kiamat Tanya jawab Tarbiyah Tasawwuf dan Adab tata cara tidur menurut sunnah Tata Surya Taufiq Ismail Tauhid tayammum Tazkirah Tazkiyah tazkiyatun nafs Tech News Teknik Sipil teladan Tenaga Kerja tertawa saat sholat Thoharoh tidak taat suami tinggi TK Tokoh Tokoh Dan Ulama Tokoh Islam Tools TPA Tsunami Tujuan Hidup tuntunan sholat uang pensiun dari riba uang riba ucapan assalamualaika UNCATEGORY Video da'wah video Motivasi Diri Video Muhasabah video murotal W. S. Rendra waktu membaca doa wanita wanita haid Wisata wudhu yasinan zakat zakat anak kepada orang tua zakat barang temuan zakat harta zakat harta warisan zakat hasil perkebunan zakat hasil pertanian zakat mal zakat padi zakat pns zakat tanah zina