Sabtu, 04 Agustus 2012

Pembahasan Tentang Niat

 ASSALAMU ALAIKUM
Wahai sahabat yang sedang merencanakan sesuatu, agar sesuatunya menjadi lebih baik.
Ingat tak akan ada rencana tanpa ada niat,
maka...
Niat itu begitu penting dalam kehidupan. Dengannya akan menjadi sesuatu yang besar,
Oleh karena itu Alloh tidak akan sekali-kali menerima segala amal ibadah hambanya tanpa ada Niat.

Mari belajarlah segala Niat yang mendukung Sahnya dalam amal ibadah.
 
Mari simak penerangannya...Yang kurang faham tanyakan langsung kepada guru-guru anda
NIAT adalah salah satu rukun atau fardhu dalam ibadah, tanpanya tidak akan sah ibadah seseorang walau dengan ibadah yang sangat khusyu' berlinang air mata.
Linangan air mata tak membuat malaikat sedih dan kasihan, jika anda telah berbuat kesalahan dari awalnya.
Seperti bersuci baik kecil maupun besar, sholat, zakat,puasa termasuk Haji.

Berkaitan Niat mencakup 7 bagian :
1> Hakikat Niat :
menuju kepada sesuatu beriringan dengan pekerjaannya.

2> Hukum Niat : 

Wajib . Kecuali memandikan mayyit, maka niatnya Sunnah bagi yang memandikan.

3> Tempat Niat :
adalah di Hati.
Mengucap niat dilisan hukumnya sunnah agar membantu hati untuk hadir dalam Niat tsb.

4> Waktu Niat :
Diawal ibadah,
seperti:> mandi janabah : niatnya ketika menjatuhkan air ketubuh.
> wudhu: niatnya ketika membasuh wajah .
> Sholat> ketika mengucap Alloohu Akbar. Caranya adalah ketika lisan mengucap AL... maka masuk niat dalam hati...tutup AR.
Gambarannya adalah:
Al<llooohu Akb>ar
yang dikurung itu masuk berniat dalam hati.

Yang tidak beriringan dengan niat dalam ibadah adalah puasa, zakat dan penyembelihan.
qurban, maka niatnya tidak beriringan diawal ibadah. Kita boleh niat mulai dr buka puasa s/d sebelum masuk waktu subuh.
Ingat niat dihati bukan dilisan. Sebab jika hanya teriak nawaitu shouma .. Dibibir. Hati tidak hadir dlm niat maka tak sah puasanya.
Biasakan makhroj hurup yang benar.
Jangan seperti umumnya yang kita dengar yaitu nawaitu shauma goodin.
Shauma salah yang betul Shouma.
Goodin salah yang benar Godin.
Ingat jgn ngaji cuma dengar dari org tanpa talaqqi langsung dgn guru.


‎5> Kaifiyyah Niat:
adalah untuk membedakan antara niat yang satu dengan yang lainnya.

6> Syarat-syarat Niat.
Syarat2 niat ada 6 syarat.


1) Islam yang berniat :
maka tidak sah niat dari orang kafir.
Kecuali memandikan istri yang kafir dari haidh dan semacamnya, agar halal untuk suaminya yang muslim.
Ini dulu dizaman Arrosul Saw takala diperbolehkan Pria muslim nikah dgn wanita ahlul kitabiyah.
Setelah datang ayat pelarangan nikah dengan wanita atau pria musyrik, maka harom hukumnya menikah dgn mereka itu.
Karena selain agama islam semuanya Syirik kepada Alloh.

2) Tamyidz / Berakal.
Maka tidak sah hukum niat dari balita yang belum tamyidz atau gila.
Tamyidz itu adalah seorang anak kecil yang sudah bisa makan minum dan istinja sendiri .
Kecuali...Tamyidz yang sah dalam niat wudhu adalah seorang balita untuk tawaf. Maka yang meniatkan walinya, karena tawaf adalah rukun dalam manasik haji. Tdk sah kecuali dengan sebab berwudhu.
Juga memandikan istri yang gila dari haidh agar halal untuk berjima', maka yang meniatkannya adalah suaminya.

3) mengetahui yang diniatkannya.
 

4) meniadakan datang sesuatu yang membatalkan niat. Seperti: setelah berwudhu kemudian Murtad.
 

5) meniadakan yang memutuskan niat dengan sebab sesuatu.
Seperti : seorang ketika dalam sholat meniatkan untuk memutuskan sholat jika datang seseorang. Maka tidak sah niat dan sholatnya sekalipun tidak diputuskan.
 

6) kebenaran yang dituntut.
Yakni: kebenaran tanpa ragu hadast dari wudhu, maka tidak sah bersama keragu-raguan.
Seperti : jika seseorang ingin berwuhu dalam keadaan ragu dalam hadast, apakah masih ada wudhu atau tidak, maka takala selesai berwudhu ternyata dia yakin bahwa dia berhadast. Maka tidak sah wudhunya karena keraguan dalam niatnya.
Jika ternyata dia masih ada wudhu maka wudhunya yang baru sah.
 

7> Tujuan Niat.
Membedakan ibadah dengan ibadah yang lainnya.
Seperti : mandi juma'at adalah Sunnah, mandi biasa adalah adat kebiasaan .yang membedakan keduannya adalah niat.
Juga untuk membedakan derajat niat.
Seperti : mandi janabah adalah Wajib. Mandi jum'at adalah Sunnah.
 

Sumber : Dari kitab TAQRIIROTUS SADIIDAH FIL MASAA'ILIL MUFIIDAH.
Al Imam Al Faqih Al Allamah Alhabib Zein bin Smith. 

Pembahasan oleh Habib Faisol Al Haddad


Demikianlah keterangan dari ana yang faqir dalam ilmu. Kurangnya mohon maaf.
Adapun kurang memahami kiranya anda mengaji kepada guru2 yg mumpuni dibidang Fiqih.
Sebar luas kan dan Syiarkan Majelis Ilmu Fiqih dan Tauhid serta Tasawwuf.
Karena tanpanya apalah arti dzikir dan Sholawat.
Ingat para Aulia mendalami dahulu Ilmu Syariat baru kepada dzikir2 dan wirid.
Ingat.,
jika sholat kita tidak sah karena tak mengerti ilmu syariat. Maka tidak ada artinya kita dzikir ribuan kali setiap hari.
Karena yg pertama ditanya tentang ibadah di hari qiamat adalah Sholatnya.
Jika baik maka baik seluruh amal ibadah. Jika buruk sholatnya maka yang lain sia2 dan menjadi rugi.

Ashsholaah ashsholaah
ashsholaah
itu termasuk yg diwasiatkan Arrosul Saw kepada Ummatnya.
Mari benarkan dan khusu' kan sholat dgn duduk di majlis Ilmu Syariat.





NaraSumber : Habib Faisol Alhaddad, Pimpinan Majelis Talim Nihayatuz Zein
www.info-iman.blogspot.com

MENYIKAPI WACANA PERGESERAN ARAH QIBLAT

BISMILLAH,....

Gempa bumi disamping menimbulkan kerusakan dan korban jiwa, ditengarai juga berdampak pada pergeseran arah kiblat pada beberapa bangunan masjid dan mushalla. Hal ini dikarenakan pengaruh pergeseran lempengan dalam perut bumi yang berdampak pada lapisan permukaan bumi. Issu pergeseran arah kiblat ini cukup menggelisahkan umat Islam secara luas, bahkan MUI untuk sekian kalinya sampai menerbitkan fatwanya yaitu fatwa nomor 3 kemudian disusul fatwa nomor 5. Secara umum sikap umat Islam terhadap issu ini terbelah menjadi tiga, yaitu :



a. Menerima begitu saja, sehingga mereka serentak melakukan penggeseran shaf shalatnya di masjid dan mushalla mereka tanpa melakukan pengukuran ulang arah kiblat terlebih dahulu.



b. Menolak secara apriori, sehingga mereka tidak bersedia melakukan pengukuran ulang (cek ulang) arah kiblat pada masjid dan mushalla mereka.

c. Bersikap dengan bijaksana, yaitu dengan melakukan pengukuran kembali arah kiblat pada masjid dan mushalla mereka.

Untuk kelompok ketiga yang melakukan pengukuran ulang ini ternyata mereka menemukan hasil yang beragam, ada bangunan masjid yang arah kiblatnya benar yaitu 240 01’ (markaz Surabaya) dan ada pula bangunan masjid dan mushalla yang arah kiblatnya tidak benar serta bervariasi. Ada yang menghadap lurus ke arah barat dan ada pula yang condong ke utara 100 140 200 dan lain sebagainya.

Pertanyaan :

a. Terhadap issu pergeseran arah kiblat ini, sikap dan tindakan apa yang mesti diambil oleh umat Islam ?

b. Terlepas ada issu pergeseran atau tidak, adakah kewajiban secara berkala atas umat Islam melakukan pengukuran ulang arah kiblat pada bangunan masjid dan mushalla ?

c. Bagaimana hukum shalat bagi orang yang melakukannya di masjid dan mushalla yang ternyata keliru arah kiblatnya ?

d. Bagaimana pendapat NU sebagai penganut salah satu madzhab empat mengenai menghadap kiblat ?



Jawaban:

a. Issue pergeseran kiblat pada masjid/musholla akibat gempa bumi, realitanya sangat sedikit sekali berdasarkan keterangan ahli dari Lembaga Penerbangan dan Ahtariksa Nasional (LAPAN), pergeseran lempeng bumi yang terjadi di berbagai tempat, misalnya :

* Kasus gempa Aceh 2004, pergeserannya hanya 7 cm dimana sudutnya bergeser 2,32 mili detik busur = 0,00000064 derajat.
* Kasus gempa Chile 2010, pergeserannya sekitar 8 cm dimana sudutnya bergeser 2,7 mili detik busur = 0,00000075 derajat.

Maka dari keterangan di atas pergeseran lempeng bumi yang terjadi tidak merubah arah kiblat. (Jakarta, ANTARA News) Oleh karena itu umat Islam dalam menyikapi issue harus tetap berhati2. Sehingga apabila tidak terbukti memang salah dengan didukung bukti yang akurat dalam jarak geser yang tidak dapat ditoleransi, tidak wajib melakukan pengukuran ulang arah kiblat.

Adapun masjid/musholla yang sejak pendiriannya keliru yang kekeliruan itu baru diketahui akhir-akhir ini, maka wajib dilakukan pembenaran arah kiblat.



Dasar Pengambilan:

Hasyiah al Jamal Juz 1 Halaman 324

والحاصل ان المخبر عن علم مقدم على غيره ثم رؤية المحاريب المعتمدة وفى مرتبتها بيت الابرة للعارف به ثم اخبار عدد التواتر ثم رؤية القطب ثم اخبار شخص انه رأى الجم الغفير يصلون الى هذه الجهة ثم الاجتهاد البرماوى اهـ



Umdatul Mufti wa al Mustafti 1 halaman 37

مسألة: قال ابن حجر في فتح الجواد: وحرم الإجتهاد بمحاريب المسلمين الموثوقة بأن شاهدها قرون من المسلمين وسلمت من الطعن لا ن الغالب نصبها بحضرة جمع عارفين و مرور العدد الكثير بها يصيرها كالمجمع عليها. فماهو بهذه المثابة لايجوز تحويله الا إذا تيقنا أنه لغير القبلة بإخبار عدد كثير عارفين بأدلة القبلة, وإذا تيقنا ذلك وجب قضاء ما صلي فيه لغير القبلة وقال شيخنا المألف أيضا في جواب أخر:إذا خالف عارف بفن الفلك محرابا نشأ به قرون المسلمين أو طرقة كثير منهم وسلمت من الطعن, فالمعتبر حينئذ المحراب.









Al Ghurar al Bahiyyah Juz 3 Hal 161

( ثم ) أي ثم إن عجز عن اليقين فالتوجه ( بقول عدل ) في الرواية ولو عبدا أو امرأة صريحا كان كخبره عن عيان أو دلالة كالمحاريب الآتي ذكرها ولا يجتهد كما في الوقت وخرج بالعدل غيره كالفاسق والمجنون والصبي ولو مميزا (قوله بقول عدل) ولا يجب تكرير سؤاله حيث لم يعرض موجب شك اهـ ع ش وفي معنى خبر المخبر بيت الإبرة كما في الشرح فيقدم على الاجتهاد وعن شيخنا أنه يؤخر عن الاجتهاد وإن عمل به (قوله بقول عدل) أي معروف بالعدالة ولو ظاهرا ولو أخبر مع البعد كرامة ع ش

b. Gugur



c. Bila kekeliruan itu hanya sekedar kearah kiri atau arah kanan dengan batas toleransi 2 derajat tidak sampai merubah jihat (arah kiblat) atau saat menghadap kiblat sudah didahului atas ijtihad maka tidak harus mengulang shalat.

Bila kekeliruan itu pada jihat kiblat (melebihi 2 derajat) atau saat menghadap kiblat tidak berdasarkan ijtihad maka shalatnya harus diulang.

Dasar Pengambilan:

Bughyah al Mustarsyidin 39

((مسألة: ك): الراجح أنه لا بد من استقبال عين القبلة، ولو لمن هو خارج مكة فلا بد من انحراف يسير مع طول الصف، بحيث يرى نفسه مسامتاً لها ظناً مع البعد، والقول الثاني يكفي استقبال الجهة، أي إحدى الجهات الأربع التي فيها الكعبة لمن بعد عنها وهو قويّ، اختاره الغزالي وصححه الجرجاني وابن كج وابن أبي عصرون، وجزم به المحلي، قال الأذرعي: وذكر بعض الأصحاب أنه الجديد وهو المختار لأن جرمها صغير يستحيل أن يتوجه إليه أهل الدنيا فيكتفى بالجهة، ولهذا صحت صلاة الصف الطويل إذا بعدوا عن الكعبة، ومعلوم أن بعضهم خارجون من محاذاة العين، وهذا القول يوافق المنقول عن أبي حنيفة وهو أن المشرق قبلة أهل المغرب وبالعكس، والجنوب قبلة أهل الشمال وبالعكس، وعن مالك أن الكعبة قبلة أهل المسجد، والمسجد قبلة أهل مكة، ومكة قبلة أهل الحرم، والحرم قبلة أهل الدنيا، هذا والتحقيق أنه لا فرق بين القولين ، إذ التفصيل الواقع في القول بالجهة واقع في القول بالعين إلا في صورة يبعد وقوعها، وهي أنه لو ظهر الخطأ في التيامن والتياسر، فإن كان ظهوره بالاجتهاد لم يؤثر قطعاً، سواء كان بعد الصلاة أو فيها، بل ينحرف ويتمها أو باليقين، فكذلك أيضاً إن قلنا بالجهة لا إن قلنا بالعين، بل تجب الإعادة أو الاستئناف، وتبين الخطأ إما بمشاهدة الكعبة ولا تتصوَّر إلا مع القرب، أو إخبار عدل، وكذا رؤية المحاريب المعتمدة السالمة من الطعن قاله في التحفة، ويحمل على المحاريب التي ثبت أنه صلى إليها ومثلها محاذيها لا غيرهما



d. menghadap kiblat bagi NU dalam shalat mengacu pada salah satu dari madzhab empat.

1. Madzhab Syafi’i

Menghadap kiblat menurut madzhab Al-Syafi’i adalah menghadap ‘ain al-ka’bah dengan yaqin, jika mushalli berada di tempat yang dapat melihat ka’bah dan dengan secara zhanny (ijtihady) jika mushalli berada di tempat yang tidak dapat melihat ka’bah.



Dasar Pengambilan :

Al Umm Juz 1 Halaman 114

( قَالَ الشَّافِعِيُّ ) رَحِمَهُ الله تَعاَلى وَاسْتِقْبَالُ الْبَيْتِ وَجْهَانِ فَكُلُّ مَنْ كَانَ يَقْدِرُ عَلَى رُؤْيَةِ الْبَيْتِ مِمَّنْ بِمَكَّةَ فِي مَسْجِدِهَا , أَوْ مَنْزِلٍ مِنْهَا أَوْ سَهْلٍ أَوْ جَبَلٍ فَلَا تُجْزِيهِ صَلَاتُهُ حَتَّى يُصِيبَ اسْتِقْبَالَ الْبَيْتِ لِأَنَّهُ يُدْرِكُ صَوَابَ اسْتِقْبَالِهِ بِمُعَايَنَتِه الى ان قال ( قَالَ الشَّافِعِيُّ ) وَمَنْ كَانَ فِي مَوْضِعٍ مِنْ مَكَّةَ لَا يَرَى مِنْهُ الْبَيْتَ , أَوْ خَارِجًا عَنْ مَكَّةَ فَلَا يَحِلُّ لَهُ أَنْ يَدَعَ كُلَّمَا أَرَادَ الْمَكْتُوبَةَ أَنْ يَجْتَهِدَ فِي طَلَبِ صَوَابِ الْكَعْبَةِ بِالدَّلَائِلِ مِنْ النُّجُومِ وَالشَّمْسِ وَالْقَمَرِ وَالْجِبَالِ وَمَهَبِّ الرِّيحِ وَكُلِّ مَا فِيهِ عِنْدَهُ دَلَالَةٌ عَلَى الْقِبْلَةِ



2. Madzhab Malik bin Anas

Menurut Imam Malik bin Anas menghadap kiblat memiliki tiga katagori. Pertama, kiblat bagi orang yang berada di dalam majid al-haram adalah ka’bah, kedua, kiblat bagi orang yang berada di wilayah tanah haram adalah masjid al-haram dan ketiga, kiblat bagi orang berada di luar tanah haram adalah tanah haram.



Dasar Pengambilan:

Mawahib al-Jalil, vol. 4

حُكِيَ عَنْ مَالِكٍ أَنَّهُ قَالَ : الْكَعْبَةُ قِبْلَةٌ لِأَهْلِ الْمَسْجِدِ وَالْمَسْجِدُ قِبْلَةُ أَهْلِ مَكَّةَ وَالْحَرَمُ قِبْلَةُ أَهْلِ الدُّنْيَا



Tabyin al-Haqaiq Syarh Kanz al-Daqaiq

قَالَ بَعْضُهُمْ الْبَيْتُ قِبْلَةُ مَنْ يُصَلِّي فِي مَكَّةَ فِي بَيْتِهِ أَوْ فِي الْبَطْحَاءِ وَمَكَّةَ قِبْلَةُ أَهْلِ الْحَرَمِ وَالْحَرَمُ قِبْلَةُ الْآفَاقِيِّ

3. Madzhab Abu Hanifah dan Ahmad bin Hanbal

Menurut madzhab Abu Hanifah, Malik dan Ahmad, bagi orang yang dapat melihat ka’bah maka harus (ishabah ‘ain al-ka’bah) yaitu menghadap ‘ain al-ka’bah dan bagi orang yang jauh dari ka’bah, maka mengahadap dengan cara (ishabah jihah al-ka’bah) yaitu mengahadap arah ka’bah,. hal yang demikian ini jika tidak memungkinkan menghadap ‘ain al-ka’bah.



Dasar Pengambilan:



Tabyin al-Haqaiq Syarh Kanz al-Daqaiq, vol. 1, h. 485 (Hanafi)



قَالَ رَحِمَهُ اللَّهُ ( وَلِغَيْرِهِ إصَابَةُ جِهَتِهَا ) أَيْ لِغَيْرِ الْمَكِّيِّ فَرْضُهُ إصَابَةُ جِهَةِ الْكَعْبَةِ وَهُوَ قَوْلُ عَامَّةِ الْمَشَايِخِ وَهُوَ الصَّحِيحُ

Nail al-Awthar Syarh Muntaqa al-Akhbar, vol. 3 (Dar al-Fikr, 1994), 256



وَقَالَ الْأَثْرَمُ : سَأَلْت أَحْمَدَ بْنَ حَنْبَلٍ عَنْ مَعْنَى الْحَدِيثِ فَقَالَ : هَذَا فِي كُلِّ الْبُلْدَانِ إلَّا بِمَكَّةَ عِنْدَ الْبَيْتِ فَإِنَّهُ إنْ زَالَ عَنْهُ شَيْئًا وَإِنْ قَلَّ فَقَدْ تَرَكَ الْقِبْلَةَ ، ثُمَّ قَالَ : هَذَا الْمَشْرِقُ وَأَشَارَ بِيَدِهِ وَهَذَا الْمَغْرِبُ وَأَشَارَ بِيَدِهِ ، وَمَا بَيْنَهُمَا قِبْلَةٌ ، قُلْت لَهُ : فَصَلَاةُ مَنْ صَلَّى بَيْنَهُمَا جَائِزٌ ؟ قَالَ : نَعَمْ وَيَنْبَغِي أَنْ يَتَحَرَّى الْوَسَطَ



Hasil Bahtsul Masail PWNU Jatim 9 Oktober 2010 di PP.Al Hikam Bangkalan
 

www.info-iman.blogspot.com

Mendeteksi penyakit dari kuku


Assalammu 'alaikum.

Blogger setia Islam Online. Kemarin kita membahas adab memotong kuku dalam Islam. Saat ini yang akan kita bahas adalah mendeteksi penyakit lewat Kuku. 


Kuku adalah bagian tubuh yang terdapat atau tumbuh di ujung jari. Kuku tumbuh dari sel mirip gel lembut yang mati, mengeras, dan kemudian terbentuk saat mulai tumbuh dari ujung jari. Kulit ari pada pangkal kuku berfungsi melindungi dari kotoran. Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Secara kimia, kuku sama dengan rambut yang antara lain terbentuk dari keratin protein yang kaya akan sulfur.
Pada kulit di bawah kuku terdapat banyak pembuluh kapiler yang memiliki suplai darah kuat sehingga menimbulkan warna kemerah-merahan. Seperti tulang dan gigi, kuku merupakan bagian terkeras dari tubuh karena kandungan airnya sangat sedikit.
Pertumbuhan kuku jari tangan dalam satu minggu rata-rata 0,5 - 1,5 mm, empat kali lebih cepat dari pertumbuhan kuku jari kaki. Pertumbuhan kuku juga dipengaruhi oleh panas tubuh.
Nutrisi yang baik sangat penting bagi pertumbuhan kuku. Sebaliknya, kalau kekurangan gizi atau menderita anoreksia nervosa, pertumbuhan kuku sangat lamban dan rapuh.

MENDETEKSI PENYAKIT

Sejak dulu, sudah ada teknik mendeteksi penyakit lewat kuku. Selain lewat kuku, penyakit juga dapat dideteksi lewat mata, lidah, pemeriksaan darah, faeses (kotoran) dan air seni. Penafsiran penyakit lewat kuku ini sebenarnya sudah dilakukan orang sejak zaman Hippocrates.
Berikut beberapa kejanggalan kuku yang dapat membantu dokter mendiagnosis suatu penyakit:
  • Warna kebiruan pada pangkal kuku menandakan kurang beresnya sirkulasi darah dan merupakan gejala penyakit jantung.
  • Bila separuh bagian dekat ujung kuku berwarna merah muda atau coklat sementara kulit ari berwarna putih, itu merupakan gejala penyakit gagal ginjal kronis.
  • Bila timbul kerutan horizontal dan kuku tampak kusam, itu menandakan kurang gizi atau gejala suatu penyakit seperti campak,cacar air, gondok, jantung serta kondisi seperti sindrom Reynaud (kejang pada urat jari tangan dan kaki akibat sangat kedinginan).
  • Lapisan merah membujur pada kuku, menandakan perdarahan pada pembuluh kapiler. Garis-garis ganda merupakan gejala penyakit darah tinggi (hipertensi).
  • Bila pertumbuhan kuku tampak lambat, tebal dan mengeras serta kekuning-kuningan, menandakan gangguan getah bening atau penyakit pencernaan kronis.
  • Timbulnya bintik-bintik tak beraturan pada kuku, menandakan adanya penyakit psoriasis (penyakit kulit kronis).
  • Bila ada lengkungan berlebihan pada pangkal kuku dan sekitar ujung kuku, itu menandakan gejala penyakit TBC, emfisema(gangguan pada paru-paru), penyakit kardiovaskuler atau hati.

Demikian ulasanmengenai mendeteksi penyakit lewat kuku. Sesungguhnya bagi orang beriman, penyakit adalah untuk mengurangi dosa-dosanya.

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadualla ilaha illa anta asytagfituka wa atubu ilaik.

Wassalammualaikum.

Sumber : Wikipedia.org

www.info-iman.blogspot.com

Yang Membatalakan Puasa (Habis)

terusan yg ke 7 dan 8 dari yang membatalkan puasa

7. Istimna’ 


yaitu menuntut {sengaja} mengeluarkan sperma, baik dengan tangan sendiri,atau dengan tangan istrinya, atau dengan berpikir, atau dengan memandang, atau dengan tengkurap atau dengan apapun yang menjadikan tujuannya mengeluarkan sperma .
masalah keluar sperma ketika berpuasa adakalanya membatalkan atau adakalanya tidak, maka lihat perinciannya :
-Yang membatalkan ada 2 keadaan :
1. Dengan cara Istimna’.{ sengaja mengeluarkan sperma dengan cara apapun}
2. Dengan menyentuh langsung perempuan tanpa dinding yaitu bersentuhan kulit dengan kulit hingga keluar sperma tanpa sengaja, maka membatalkan puasa. 
-Yang tidak membatalkan ada 2 keadaan :
1. Dengan tidak menyentuh perempuan seperti memandang, tiba-tiba keluar sperma tanpa ada niat sengaja.
2. Dengan menyentuh langsung perempuan akan tetapi dengan dinding/hijab seperti memegang istrinya tapi tidak bersentuhan kulit dengan kulit, tiba-tiba keluar sperma tanpa ada niat sengaja.

Hukum mencium :
adalah harom apabila bergerak syahwatnya dalam puasa yang wajib adapun yang sunnah tidak harom, adapun jika tidak bergerak syahwatnya tak apa, dan tidak membatalkan puasa kecuali jika keluar sperma dengan sebab mencium.
Contoh : Jika sang suami hendak kerja kemudian mencium kening istrinya tanpa ada syahwat maka tidak harom, jika kemudian keluar sperma tanpa Istimna’,maka membatalkan puasa, karena bersentuhan langsung kulit dengan kulit.
Hukum mencium disini bagi yang halal, adapun bagi tidak halal berdosa dan menghilangkan pahala puasa sekalipun tidak mengeluarkan sperma.

8. Sengaja muntah.

yaitu sengaja untuk mengeluarkan muntah sekalipun sedikit maka membatalkan puasa Definisi muntah : Adalah makanan atau minuman yang kembali lagi setelah melewati kerongkongan , sekalipun hanya air atau sekalipun tidak berubah rasa dan warnanya.

Hukum bila keluar muntah :
Bahwa mulut menjadi mutanajjis, maka wajib untuk berkumur-kumur hingga bersih suci sekalipun sedang berpuasa, seandainya tidak sengaja air masuk kedalam kekerongkongan tanpa sengaja , maka tidak membatalkan puasa, karena mencuci najis itu perintah agama.
adapun jika tidak berkumur maka air ludah menjadi mutanajjis, jika sengaja air ludah itu ditelan maka membatalkan puasa. [lihat hukum air ludah].berkumurnya dengan air yang suci mensucikan, bukan dengan air musta’mal, atau air yang berubah seperti air teh atau kopi. [lihat masalah air]
www.info-iman.blogspot.com

KATAGORI GHIBAH

Assalaamu alaikum.

Wahai sahabat dimanapun anda berada,
semoga hari-hari anda diberkahi dengan sebab landasan ilmu,
karena tanpa tuntunan ilmu dan pengamalannya hanya bualan dan mimpi yang anda harapkan dari sisi keberkahan.

Sahabatku disini ana ingin memberikan pengetahuan dalam masalah ghibah yaitu salah satu penyakit hati.
Bagi sahabat yang belum membaca posting penyakit-penyakit hati silahkan melihat ke dokumen grup.
Ghibah di akhir zaman ini sangat samar,
apakah ini ghibah
atau bukan..?
Dosakah atau bolehkah...?
Sebab jika semata aib itu ghibah, maka bagaimana tentang Fir'aun, Namrudz, atau Abu lahab yang dibicarakan tentang kejahatannya.
Ataukah kaum Nabiyulloh Nuh As, Nabiyulloh Luth As, dan kaum yang lainnya yang juga diceritakan dan dikabarkan dalam Alqur'an.
Untuk ini ana ingin memposisikan mana yang boleh dan yang tidak boleh dikabarkan.
 Dikatakan ghibah itu ada 4 bentuk :
  1. Mubah ,
  2. Maksiat ,
  3. Nifaq ,
  4. Kufur.
1 >Adapun yg mubah yakni 
yg dibolehkan adalah menceritakan orang2 yg terang2an kefasikannya yaitu org2 yg ingin menghancurkan syariat agama atau orang2 yg memfitnah Ulama2 yg sholeh. dan org2 yg berjalan dgn bid'ah2 yg sesat atau ajarannya menyimpang yg akan menyebabkan fatwanya di ikuti oleh org2 awam.

Dimana Rosululloh Saw mengatakan :
sebutkan lah oleh kalian orang yg Fajir yg benar jelas merusak agama dgn apa yg ada padanya , agar manusia jadi berhati2 dgnnya.

Contoh :
ada org yg melakukan perbuatan yg keji semisal menipu , kemudian anda juga termasuk yg tertipu, maka beritahukan saudara2 anda hal org tsb, agar jgn sampai nanti saudara anda tertipu.
Ingat...
Khabar tsb anda harus yakin bukan katanya.
Atau memang anda yg pernah terkena kejahatannya,
atau ada 4 saksi yg mengetauhi kejahatannya.
Ingat..
Jgn melebihkan khabar tsb yg memang ia tdk lakukan krn akan menjadi fitnah.
Fitnah lebih berdosa dr pd membunuh.
Perhatian :
jika anda yg termasuk pelaku maksiat , maka sadarlah dan bertaubatlah.
Jika anda hanya difitnah, maka tegaskan dgn berani bhw anda tak melakukannya.
Jangan anda berdiam diri krn akan menjadi byk org2 yg bodoh menjadi korban berita yg akhir menjadi pendosa krn membawa khabar fitnah.
Tegaslah dlm kebenaran walau pahit dlm penderitaan.

2 > Adapun ghibah yg menjadi maksiat adalah :
menyebutkan seseorang dgn apa yg ada padanya dr pada aib dgn menyebut namanya dihadapan jama'ah ,
dan dia mengetahui bhw ghibah nya adalah maksiat maka atas nya untuk bertaubat.
Ingat ...
Aibnya bukan yg merusak agama seperti penjelasan yg pertama.
Tp yg dimaksud adalah tentang agamanya, badannya, atau akhlaknya dan yg berhubungan kpdnya sehingga pada bajunya, rumahnya dan semacamnya.
Ghibah tsb bisa dgn perkataannya, dgn tulisannya, atau dgn isyarat serta dgn hikayat sambil bercerita mengikuti keadaan org tsb,
spti :
mengikuti org yg pincang dgn bercerita kpd org lain tentang org yg pincang tsb.

Hati2 saudaraku..
Jgn suka menceritakan fisik seorang yg telah diciptakan Alloh untuk anda hina.
Ke 3 > Adapun ghibah yg nifaq,adalah 
menyebutkan seseorang dgn apa yg ada padanya dari suatu aib tanpa disebutkan namanya dihadapan orang yg mengenalnya bahwasanya yg dimaksud adalah si fulan.
Tujuan penggibah itu agar terlihat dirinya bahwa ia adalah seorang yg waro' ,maka itulah ghibah nifaq yaitu kemunafikan.

Ana kasih contoh :
eh tau gak ada org yg suka baca doanya salah, kata si A kpd org2, akan tetapi org2 tsb tahu yg dimaksud adalah si B , yg memang sering salah membaca doa.
Tujuan si A adalah tidak lain, agar si A dianggap lebih pintar , alim dan menjaga dirinya.
Itulah menceritakan kejelekan org yg memang ada kejelekannya dgn tujuan agar dirinya yg paling baik.

Solusinya adalah :
jika kita tahu ada yg memang salah pd seseorang apalagi dianggap guru, maka wajib kita benarkan secara langsung kpdnya, tentunya dgn akhlak yg baik.
Jika dia tdk menerima pembenaran, maka tinggalkan.
Selama kesalahannya tidak membuat sesat menyesatkan spti yg ke 1.

Memang zaman skarang yg dianggap guru, byk yg ga mau dibenarkan, krn sudah merasa besar dgn pakaian atau jama'ahnya.
Malah jama'ahnya pun merasa alim.
Mudah2an kita jgn sampai terpedaya dgn nafsu dunia.

ke 4>Adapun ghibah yg kufur, adalah 
menyebut seseorang dgn apa yg TIDAK ADA padanya dari suatu aib dihadapan jama'ah dgn menyebut namanya.
Maka jika dikatakan kepadanya: hey kamu jgn mengghibah !, dan penggibah itu menjawab : ini bukan ghibah saya ini benar dgn apa2 yg saya telah katakan padanya.
Dan inilah ghibah kufur yg menyebabkan kekafiran,karena sesungguhnya dia menghalalkan apa2 yg telah diharamkan ALLAH SWT.

Ana contoh kan:
eh tau ga si A telah melakukan perbuatan keji, padahal si A tsb tdk melakukan perbuatan tsb.
Ketika ada yg menegurnya untuk tdk mengghibah apalagi tdk ada saksi atau korbannya.
Malah dijawab :
ini bukan ghibah tapi ini fakta benar.
Kejadian ini pernah dialami oleh istri Rosululloh Saw yg bernama Sayyidatuna A'isyah Arridho Ra.
Yg pernah di fitnah melakukan selingkuh.
Lengkapnya lht disuroh Annur dgn merunut tafsir para Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.
ALLOH SWT yg langsung membela kesucian Siti A'isyah Ra dgn turunnya ayat2 disuroh Annur.
Untuk itu Faham Sesat Syiah mengklaim bhw Siti A'isyah Istri yg jahat.
Wal iyyaadzu billah.
Hati2 dgn faham sesat Syiah, yg lebih sesat dari ahmadiyah, tp sehalus sutra.

Kita lihat skarang byk org yg terkena fitnah yg tdk dilakukannya sama sekali.
Maka hati2 kalian jgn sampai terbawa bawa.
Mungkin ga sampai kufur , tp setidaknya kalian akan berdosa besar dgn harus meminta ridho kpd yg di ghibahkan.

Mari jaga diri kita dan keluarga kita dari kobaran api neraka Jahannam.
Aamiin

~selesai~
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadualla ilaaha illa anta asytagfiruka wa atubu ilaik.

www.info-iman.blogspot.com

Jumat, 03 Agustus 2012

Doa Lailatul Qadr


Do’a di Malam Lailatul Qadar
Sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada lailatul qadar, lebih-lebih do’a yang dianjurkan oleh suri tauladan kita –Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam- sebagaimana terdapat dalam hadits dari Aisyah. Beliau radhiyallahu ‘anha berkata, “Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab, “Katakanlah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ  تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ [Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku].” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari artikel Dzikir-Dzikir di Bulan Ramadhan — Muslim.Or.Id 

www.info-iman.blogspot.com

Doa Setelah Sholat Witir


Do’a Setelah Shalat Witir
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa pada saat witir membaca surat “Sabbihisma Robbikal a’laa” (surat Al A’laa), “Qul yaa ayyuhal kaafiruun” (surat Al Kafirun), dan “Qul huwallahu ahad” (surat Al Ikhlas). Kemudian setelah salam beliau mengucapkan

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
“Subhaanal malikil qudduus”, sebanyak tiga kali dan beliau mengeraskan suara pada bacaan ketiga. (HR. Abu Daud dan An Nasa-i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengucapkan di akhir witirnya,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
“Allahumma inni a’udzu bi ridhooka min sakhotik wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik” [Ya Allah, aku berlindung dengan keridhoan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan kesalamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjukan kepada diri-Mu sendiri]. (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An Nasa-i dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari artikel Dzikir-Dzikir di Bulan Ramadhan — Muslim.Or.Id

www.info-iman.blogspot.com

PUASA SUNNAH TANPA IZIN SUAMI





“ Tidak halal bagi wanita untuk berpuasa sedangkan suaminya hadir kecuali dengan ada izin darinya” (H.R. Imam Bukhari) 
 
Bagaimanakah hukum puasa sunat bagi istri tanpa izin dari sang suami?
Jawab:

Bagi istri yang suaminya berada di daerahnya maka haram hukumnya berpuasa sunat tanpa izin atau yakin adanya keridhaan dari suami dengan ketentuan:
1. Istri tersebut berada dalam keadaan boleh berhubungan dengan suami. Sedangkan bila ia berada dalam keadaan tidak boleh berhubungan dengan suami misalnya ia sedangkan ihram maka dibolehkan baginya untuk berpuasa.

2. Puasa sunat yang diharamkan hanyalah puasa sunat yang sering datang waktunya dalam setahun seperti puasa senin kamis. Sedangkan puasa yang jarang seperti puasa Arafah, puasa `Asyura, dll maka dibolehkan
Walaupun hukum puasanya haram namun hukum puasanya tetap dihukumi sah dan terhadap suami dibolehkan berhubungan badan dengan istri nya yang berpuasa tersebut sedangkan yang menaggung dosa adalah istri.

Sedangkan shalat sunat maka dibolehkan bagi istri untuk melaksanakannya tanpa izin dan restu dari suami karena shalat tidak membutuhkan waktu yang lama seperti halnya puasa.
Hal ini berdasarkan hadits Nabi SAW:
لَا يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ رواه البخاري
“ tidak halal bagi wanita untuk berpuasa sedangkan suaminya hadir kecuali dengan ada izin darinya”(H.R. Imam Bukhari)

Referensi:
Fathul Mu`in dan Hasyiah I`anatuth Thalibin jilid 2 hal 273 cet. Toha Putra.
ويحرم على الزوجة أن تصوم تطوعا أو قضاء موسعا وزوجها حاضر إلا بإذنه أو علم رضاه
(قوله: ويحرم على الزوجة إلخ) هذا حيث جاز التمتع بها، وإلا كأن قام بالزوج مانع من الوطئ - كإحرام، أو اعتكاف - فلا حرمة، وحيث لم يقع بها مانع - كالرتق والقرن - وإلا فلا حرمة أيضا
ومحل التحريم في الصوم المتكرر في السنة - كالاثنين والخميس - بخلاف صوم يوم عرفة وعاشوراء، لانهما نادران في السنة
ومع الحرمة: ينعقد صومها - كالصلاة في دار مغصوبة - ولزوجها وطؤها، والاثم عليها.............
قوله: إلا بإذنه) أي الزوج. وذلك لخبر الصحيحين: لا يحل للمرأة أن تصوم وزوجها شاهد - أي حاضر - إلا بإذنه

Oleh Mazz Rofii di INFO-IMAN.blogspot.com#

www.info-iman.blogspot.com

Yang membatalkan Puasa (Bag. 2)

Yang membatalkan puasa ,,,,, lanjutan dari ke 1 s/d 5........

6. Masuknya sesuatu kedalam rongga yang terbuka.

Sesuatu itu bukan hawa/angin atau bau-bauan seperti rasa masakan yang tercium.
Rongga terbuka itu adalah telinga, hidung, mulut, kemaluan depan dan belakang, adapun mata tidak termasuk rongga terbuka dalam madzhab Imam Assaafi’iy RA.

- Permasalahan masuknya sesuatu kedalam rongga terbuka :

1. Hukum jarum suntik.

boleh karena darurat, akan tetapi para Ulama saling berbeda pendapat dalam hal membatalkan puasa, maka disini ada 3 pendapat :
A. Pendapat pertama mengatakan batal mutlak, karena sesungguhnya masuk kedalam rongga terbuka yaitu pori-pori.
B. Pendapat kedua mengatakan tidak batal secara mutlak, karena sesungguhnya sampai kedalam rongga yang tidak terbuka.
C. Pendapat ketiga ada perinciannya,dan ini adalah yang paling benar, Jika dapat mengenyangkan atau sifatnya memberikan makan, maka membatalkan puasa.
Dan jika tidak dapat mengenyangkan atau sifatnya tidak memberi makan, maka bisa dapat dilihat dari 2 segi : -Jika adalah urat-urat yang berongga seperti urat leher, maka membatalkan puasa.
- Jika adalah urat-urat yang tak berongga seperti otot <urat keras> lengan maka tidak membatalkan puasa.

catatan : Perhatikan jika istinja/cebok, jangan sampai air dan jari tangan masuk kedalam vagin atau dubur melebihi yang batas dalam, karena membatalkan puasa.
Batas luar vagina adalah yang terlihat jika wanita berjongkok dan pada dubur adalah 
yang berbentuk kerutan.Batas dalam vagina adalah yang tidak terlihat ketika wanita berjongkok. 

2. Hukum dahak/reak atau lendir ingus.
dengan perincian :


- Jika sampai batas Zhohir, maka membatalkan puasa. 
- Jika sampai batas Bathin, maka tidak membatalkan puasa.
- Batas Zhohir adalah makhroj < tempat keluar > huruf Kho.
- Batas Bathin adalah makhroj < tempat keluar > huruf Ha besar.
Oleh karena itu jika dahak telah terkumpul dimulut segera dibuang jangan ditelan lagi karena membatalkan puasa, terkecuali langsung dari hidung masuk kedalam kerongkongan bagian dalam terus tertelan, maka tidak membatalkan puasa.

3. Hukum menelan air ludah 

Boleh, dengan 3 syarat, jika salah satunya terjadi maka membatalkan puasa. Yaitu :
1. Air ludah itu murni, yaitu tidak tercampur dengan selainnya seperti biji-bijian, jika air ludah tercampur biji cabe atau sisa makanan kemudian ditelan, maka membatalkan puasa.
2. Air Ludah itu suci tidak mutanajjis, yaitu tidak bercampur dengan gusi yang berdarah atau bekas muntah yang mulutnya tidak dibersihkan dengan air suci mensucikan, maka air 
ludah yang dimulut menjadi mutanajjis, jika ditelan membatalkan puasa.
3. Air ludah dalam mulut, yaitu tidak keluar sampai batas bibirnya, jika telah keluar dari batas bibirnya kemudian ditelan maka membatalkan puasanya.
4. Hukum kemasukkan air tanpa sengaja ketika mandi kedalam rongga yang terbuka, ketika tengah berpuasa. 
maka dengan perincian :

1. Jika adalah mandi yang di syariatkan secara fardhu seperti mandi janabah, atau secara sunnah seperti mandi jum’at, maka tidak membatalkan puasa jika mandinya dengan mengguyur, dan membatalkannya jika mandinya dengan berendam apabila air masuk kedalam rongga yang terbuka tanpa sengaja.
2. Jika adalah mandinya yang tidak di syariatkan seperti mandi karena gerah atau supaya segar, maka membatalkan puasa jika kemasukkan air kedalam rongga yang terbuka sekalipun tidak sengaja, baik mandi dengan diguyur atau berendam. 
karena mandinya sudah dianggap sengaja.

catatan : Hati-hati bila mandi bukan yang wajib ataupun sunnah ketika berpuasa, karena akan membatalkan puasa bila kemasukkan air kedalam rongga yang terbuka, walaupun tidak ada unsur kesengajaan. Memang puasa itu untuk merasakan haus , lapar, gerah serta menahan nafsu jiwa, nafsu syahwat kepada yang halal, agar mendidik muslimin menjadi pribadi-pribadi yang tangguh, sabar dan bertanggung jawab, karena yang halal saja dapat dikendalikan apalagi yang harom.

catatan : Hati-hati jika kentut dalam keadaan berendam karena membatalkan puasa, sebab ketika angin keluar seketika itu air masuk, sekalipun tidak sengaja.

5. Hukum kemasukkan air tanpa sengaja dalam berkumur-kumur.
maka dengan perincian :
1. Jika berkumur-kumurnya adalah yang di syariatkan dalam berwudhu atau berkumur dalam mandi wajib atau sunnah, maka diperincikan sebagai berikut :
- Jika tidak berlebih-lebihan maka tidak membatalkan puasa bila air masuk kekerongkongan dalam tanpa sengaja.
- Jika berkumur-kumurnya berlebih-lebihan maka membatalkan puasa bila air masuk kekerongkongan dalam walau tanpa sengaja, karena berlebih-lebihan adalah makru dalam berpuasa, dan berlebih-lebihanannya itu sudah dianggap kesengajaan.

2. Jika berkumur-kumurnya tak ada syariat hanya sekedar iseng, maka membatalkan puasa bila air masuk kekerongkongan sekalipun sedikit dan tanpa kesengajaan. Karena memasukkan air tanpa ada syariat sudah dianggap kesengajaan ketika sedang berpuasa.

tunggu kelanjutannya..................... yang ke 7


NB :
bagi yg mencopas tolong dicantumkan nama sumbernya. silahkan dipelajari dgn bimbingan guru karena jika belajar sendiri maka gurunya adalah syaithon,,,,,,camkan.
mau barokah dgn ilmu,,,,? korbankan jiwa raga dan harta anda demi ilmu agama sebagaimana para pendahulu2 kita.
Afwan
www.info-iman.blogspot.com

Memotong Kuku

Potong Kuku
Kuku adalah bagian dari tangan yang tumbuh di ujung jari. Setiap minggu tentu kuku kita akan panjang dan harus dipotong..


Penelitian-penelitian kedokteran mengungkapkan kepada kita bahwa kuku yang panjang dapat mengundang penyakit, karena jutaan kuman akan bersarang di bawahnya.

Penemuan ini menjelaskan kepada manusia sebagian hikmah di balik hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu hadits tentang sunnah-sunnah fithrah yang diwasiatkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam
kepada manusia. Hadits ini adalah pondasi kebersihan individu.
Hari yang baik buat potong kuku itu hari Senin, Kamis, dan Jum'at. Kenapa??Karena yang sering digunakan untuk ibadah sunnah adalah hari-hari itu. Adapun tata cara atau urutan memotong kukunya sebagai berikut:
Tangan

1. Mulai dari Jari Telunjuk tangan kanan.
2. Jari Tengah tangan kanan
3. Jari Manis tangan kanan
4. Jari Kelingking tangan kanan (Tinggalkan Ibu Jari tangan kanan)
5. Jari Kelingking tangan kiri
6. Jari Manis tangan kiri
7. Jari Tengah tangan kiri
8. Jari Telunjuk tangan kiri
9. Ibu Jari tangan kiri
10. Ibu Jari tangan kanan
Kaki

Mulai dari kaki sebelah kanan yaitu dimulai dari kelingking kanan. Mulai dari Kelingking Kanan dan bergerak ke jari-jari lain di sebelah kiri jari kelingking kanan . Terakhir adalah kelingking kiri.
Menurut Imam Syafi'i Sunnah memotong kuku sebelum mengerjakan shalat Jum'at sepertimana disunatkan mandi, bersiwak, bercukur, berharuman, berpakaian bersih dan apik sebelum ke mesjid. 

Selamat mengamalkan.

Sesungguhnya di dalam Sunnah ada kejayaan.

Wallahu a'lam bissawab.

www.info-iman.blogspot.com

Label

'idul adha adab dan sunnah adik saudara sepersusuan adzan air kencing bayi air kencing Rasulullah Akhirat akhlak Akhlaq Kepribadian Akhwat akidah Al Qur'an Al Qur#039;an Al Quran Al-Qur'an Alam Aliran-aliran Amalan AMALIYAH NU anak Analisa Angin Aqidah Aqiqah Artikel Artikel IImiah Asmara Astronomi ASWAJA Azab Bab Adab Bab Nikah Bab Puasa Bab Sholat Bab Thaharah Bab Zakat bantahan belajar islam Berita bersin Bid'ah bid'ah dalam aqidah bid'ah dalam ibadah Biografi Biologi Bisnis Blackberry Budaya Budi Daya buka puasa buku Cantik Fisik catatanku Cerpen Chairil Anwar Curahan Hati Curhat daging qurban Dakwah Dakwah Pemikiran Islam dakwah umum Dambaan insan Dari Salafushshalih Dasar Islam Dasar Keislaman demam Desain Dhaif Do'a do'a buka puasa Do'a dan Dzikir Doa doa bersama doa sholat tarawih download dunia islam Dunia Islam Kontemporer Dzikir dzikir dengan tangan kiri Ekonomi Eksoplanet Emansipasi Emha Ainun Nadjib Fakta Ilmiah Fakta Jin-Iblis-Syetan Fakta Manusia faraidh Fenomena Asteroid Fenomena Bencana Alam Fenomena Bintang Fenomena Bulan Fenomena Bumi Fenomena Hewan Fenomena Kutub Fenomena Langit Fenomena Matahari Fenomena Meteorit Fenomena Petir Fenomena Planet Fenomena Ruang Angkasa Fenomena Tumbuhan Fiqh Fiqh Muamalat Fiqh Wanita Fiqih Fisika Galaksi Geografi Geologi gerhana gigi palsu Hadis Hadis 40 hadist Hadits Hadits Palsu HAID Halal Haram HAM HARI RAYA ID HUKUM ISLAM hukum natal bersama hutang i'tikaf Ibadah ibadah yang baik ibu mertua ilmu ilmuan muslim Ilmuwan imam terlalu cepat bacaannya IMAN Inovasi intermezzo Internet Iptek iqomah isbal Islam jabat tangan setelah sholat JADWAL RAMADHAN Jagad Raya Jalaluddin Rumi jamaah sholat jumat jenazah Jual Beli judi junub Kabar Dalam Negeri kabar manca negara Kahlil Gibran Kajian Karya Buku Karya Ulama KB Keajaiban Alam Keajaiban Hewan KECANTIKAN Kecelakaan Maut Kehutanan Kelautan keluarga Kepemerintahan Kepengurusan Kerajaan Kesehatan Keuangan Keutamaan KHITAN Khitan Wanita khurofat Khutbah Khutbah Jum'at khutbah jumat Khutbah Rasulullah saw Kiamat Kidung Hati Kimia Kisah Kisah Kami Kisah Nyata Kisah Orang-Orang Shaleh Kisah Teladan Komputer Konversi Energi Kosmologi Kumpulan Do'a Kumpulan Kata lafadz adzan lafadz iqomah Lain-Lain Lalu Lintas lembaga sosial Lingkungan Hidup Lubang Hitam macam puasa sunnah mahram Makanan mandi jum'at mandi wajib Manhaj Manusia Manusia dan Teknologi masjid masjid quba Masuk Perguruan Tinggi Matahari Materi gelap Mayit media cetak memandikan jenazah membayar zakat memotong kuku memotong rambut mendahului gerakan imam menemani sholat jamaah menembok kuburan mengadzankan mayit di liang kubur mengangkat tangan menghadiahkan pahala mengqadha puasa menguburkan jenazah mengucapkan selamat natal mengusap kepala Mengusap muka setelah berdoa menikah di bulan syawwal menikah setelah berzina meninggal dunia Meninggalkan sholat jum'at menjawab adzan menjual kotoran hewan menyapu kepala menyentuh wanita Meteorologi Meteorologi-Klimatologi mihrab Mineralogi minum air zamzam Motivasi motivasi belajar Motivasi Beramal MQ (menejemen qolbu) mu'athilah Muallaf muamalah Muhasabah Mungkar murottal Muslimah Muslimah Articles Musyabbihah Mutiara Hikmah Mutiara Kalimat Mutiara Tafakur Nabi Muhammad Nagham Alqur'an Nasehat Neraka News niat sholat nikah nisfu aya'ban Oase Iman Olah Raga OLAHRAGA Otak PAKAIAN panas PAUD Pendidikan Penelitian penelitian sunnah Pengembangan Diri Pengobatan Akibat Sihir Peninggalan Sejarah Penjajahan Pentingnya Waktu Peradaban Islam Perbandingan Agama dan Aliran Perbankan Pergaulan Perkawinan Perkembangan Da'wah Islam Permata Hati pernikahan Personaliti Pesawat Ruang Angkasa Pesepakbola Muslim Pojok Ramadhan posisi imam wanita produksi awal program kerja Proyek Luar Angkasa Psikologi Puasa puasa daud puasa rajab Puasa Setiap Hari puasa sunnah puasa wanita hamil Puisi Puisi bahasa Ingris qunut nazilah QURAN radar lampung Radio Rajab Ramadhan ramalan cuaca Renungan Riba dan Jual Beli salafush shalih salah bacaan sholat Salam Khudam Sastra sedekah Sejarah Sejarah Islam SEKS Sentilan Seputar Daerah Buton Shalat shodaqoh shodaqoh melebihi kadar Sholat sholat dan keputihan sholat di rumah sholat ghoib sholat jamaah sholat jamaah estafet sholat jumat sholat jumat wanita sholat pindah tempat sholat qashar sholat sambil melihat mushaf sholat sendirian sholat sunnah sholat sunnah qobliyah isya sholat sunnah sebelum asar sholat sunnah setelah shubuh sholat takhiyatul masjid sholat wanita sifat dzatiyah sifat fi'aliyah Sihir Simpan Pinjam Sirah Siroh Shahabiyyah Software Islami Sosial Kemasyarakatan Sosiologi sujud sahwi sujud syukur sumpah dan nadzar Sunnah sutrah sutroh syafaat Syurga Tafakur Alam Semesta Tafsir Tafsir Al-Qur'an tahlilan Takbirotul ihram takwil mimpi tambal gigi tamsil Tanda Akhir Zaman Tanda-Tanda Kiamat Tanya jawab Tarbiyah Tasawwuf dan Adab tata cara tidur menurut sunnah Tata Surya Taufiq Ismail Tauhid tayammum Tazkirah Tazkiyah tazkiyatun nafs Tech News Teknik Sipil teladan Tenaga Kerja tertawa saat sholat Thoharoh tidak taat suami tinggi TK Tokoh Tokoh Dan Ulama Tokoh Islam Tools TPA Tsunami Tujuan Hidup tuntunan sholat uang pensiun dari riba uang riba ucapan assalamualaika UNCATEGORY Video da'wah video Motivasi Diri Video Muhasabah video murotal W. S. Rendra waktu membaca doa wanita wanita haid Wisata wudhu yasinan zakat zakat anak kepada orang tua zakat barang temuan zakat harta zakat harta warisan zakat hasil perkebunan zakat hasil pertanian zakat mal zakat padi zakat pns zakat tanah zina