Jumat, 26 November 2010

SIFAT-SIFAT HURUF

    Sifat menurut bahasa adalah suatu keadaan yang menetap pada sesuatu yang lain.Menurut istilah adalah keadaan yang baru datang yang berlaku bagi suatu huruf yang dibaca tepat keluar dari makhrajnya.
     Ahli qiraat berbeda pendapat dalam menetapkan jumlah sifat-sifat huruf hijaiyah. namun dalam hal ini kita mengambil pendapat yang lebih umum dipakai oleh ahli qiroat, yakni sebanyak 19 sifat-sifat huruf hijaiyyah.
      sifat-sifat huruf hijaiyyah ini dibagi menjadi dua kelompok, yakni:



A. SIFAT _SIFAT HURUF YANG BERLAWANAN
     sifat-sifat huruf yang berlawanan sebanyak 5 sifat ditambah lawannya 5 sifat, sehingga seluruhnya menjadi 10 sifat, yaitu :
1. جَهْرٌ (JAHAR) = Jelas,            Lawannya/ kebalikannya    2. هَمْسُ (HAMAS) = Samar
3. شِدَّةٌ (SIDDAH) = Kuat            Lawannya/ kebalikannya   4. رَخَاوَةٌ  (RAKHAWAH) = Lunak
5. اِسْتِعْلاَءٌ (ISTI’LA’)= Terangkat Lawannya/ kebalikannya   6.اِسْتِفَالٌ  (ISTIFAL)  = turun
7. اِطْبَاقٌ (ITHBAQ) = Tertutup    Lawannya/ kebalikannya     8. اِنْفِتَاحٌ (INFITAH) = Terbuka
9. اِصْمَاتٌ (ISHMAT)= Diam        Lawannya/ kebalikannya     10 اِذْلاَقٌ (IDZLAQ) = Lancar
Adapun uraian sifat-sifat huruf yang 10 tersebut adalah sebagai berikut:
1. جَهْرٌ (JAHAR) = Jelas. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan tidak berdesis dan menahan nafas atau udara, sehingga bunyi terdengar lebih jelas dan bersih. Hurufnya ada 19 yaitu :
     عَظُمَ وَزْنُ قَارِئٍ ذِيْ غَضٍّ جِدٍّ طَلَبَ
2. هَمْسُ (HAMAS) = Samar. Maksudnya ialah membuinyikan huruf dengan berdesis dan mengalirkan nafas atau udara, sehingga bunyi huruf terdengar agak samar. Hurufnya ada 10 yaitu : فَحَثَّهُ شَخْصٌ سَكَتَ
3. شِدَّةٌ (SIDDAH) = Kuat. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan suara tertahan dan lebih kuat tertahannya ketika mati atau waqaf. Hurufnya ada 8 yaitu : اَجِدُ قِطَّ بَكَتْ
4.  تَوَسُّطٌ(TAWASSUTH) = Pertengahan antara Syiddah dan Rakhawah. hurufnya ada 5, yaitu:
لن عمر
5. رَخَاوَةٌ (Rakhawah) = Lunak. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan suara terlepas, berlalu /berjalan beserta huruf itu. Hurufnya ada 16 yaitu :
خُذْ غَثَّ حَظَّ فّضَّ شُوْصٍ زَيَ سَاه
6. اِسْتِعْلاَءٌ (ISTI’LA’)= Terangkat. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan mengangkat pangkal lidah ke langit-langit mulut, sehingga bunyi huruf menjadi lebih tinggi, tebal dan berat. Hurufnya ada 7 yaitu : خُصَّ ضّغْطٍ قِظْ
7.اِسْتِفَالٌ (ISTIFAL) = turun. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan menurunkan pangkal lidah ke dasar lidah, sehingga bunyi huruf menjadi rendah, tipis dan ringan. Hurufnya ada 22 yaitu : 
ثَبَتَ عِزُّ مَنْ يُجَوِّدُ حَرْفَهُ اِنْ سَلَّ شَكَا
8. اِطْبَاقٌ (ITHBAQ) = Tertutup. Maksudnya ialah membnyikan huruf dengan melengkungkan keliling lidah ke langit-langit mulut, sehingga bunyinya lebih besar dan berat. Hurufnya ada 4 yaitu : صَضْطَظَ
9. اِنْفِتَاحٌ (NFITAH ) = Terbuka. Maksudnya ialah membunyikan huruf denganpertengahan lidah terbuka (tidak melengkungkan keliling lidah ke langit-langit), sehingga bunyi huruf lebih kecil dan ringan. Hurufnya 25 yaitu:

مَنْ اَخَذَ وَجَدَ سَعَةً فَزَكَا حَقٌّ لَهُ شُرْبُ غَيْثٍ

10. اِصْمَاتٌ (ISHMAT)= Diam atau menahan. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan berat dan tertahan. Hurufnya ada 23 yaitu :

جَزُّ غِشَّ سَاخِطٍ صَدَّ ثِقَةٍ اِذْوَعَظَهُ يَحُضُّكَ

11. اِذْلاَقٌ (IDZLAQ) = Lancar, ujung atau tajam. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan ringan dan lancar. Hurufnya ada 6 yaitu : فَرَّ مِنْ لُبٍّ

B. SIFAT_SIFAT HURUF YANG TIDAK BERLAWANAN
sifat-sifat huruf yang tidak berlawanan ada 8, yaitu:
1 . لَيِّنٌ(LAYYIN)                   = Lunak 
2 . اِنْحِرَافٌ (INHIRAF)          = Condong. 
3 .تَكْرِيْرٌ (TAKRIR)               = Mengulang-ulang. 
4 . صَفِيْرٌ (SHAFIR)               = Siul/Seruit. 
5 . تَفَشِّيْ (TAFASY-SYI)       = Menyebar.
 6 . قَلْقَلَةٌ (QALQALAH)       = Goncang.
 7 . اِسْتِطَالَةٌ(ISTITHALAH) = Memanjang.
 8 . غُنَّةٌ (GHUNNAH)        = Berdengung.
    Adapun penjelasan tentang 8 sifat-sifat huruf tersebut adalah sebagai berikut:
12. لَيِّنٌ (LAYYIN) = Lunak.
       Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan lunak, lemah dan lembut, ketika huruf itu mati dan jatuh sesudah harakat fathah. Hurufnya ada 2 yaitu : _َوْ _َ يْ 
     خَوْفٌ - سَوْفَ - كَيْفَ- اِلَيْكَ -
13. اِنْحِرَافٌ (INHIRAF) = Condong. 
   Maksudnya ialah membunyikan huruf condong ke ujung lidah dengan sedikit melenturkan (melengkungkan) lidah. Hurufnya ada 2 yaitu : ل ر
14. تَكْرِيْرٌ (TAKRIR) = Mengulang-ulang. 
    Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan lidah bergetar tidak lebih dari dua getaran. Apabila getarannya sampai tiga kali, maka tercelalah. Dan apabila sampai empat getaran, berarti huruf itu telah menjadi dua huruf. Hurufnya ada satu yaitu : ر
15.صَفِيْرٌ  (SHAFIR) = Siul atau seruit.
      Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan berdesis bagaikan suara seruling. Hurufnya ada tiga, yaitu : ص زس
16. تَفَشِّيْ (TAFASY-SYI) = Menyebar. 
     Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan angin tersebar di mulut. Hurufnya ada satu, yaitu : ش
17.قَلْقَلَةٌ (QALQALAH) = Goncang. 
     Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan goncangan pada makhrajnya, sehingga terdengar pantulan suara yang kuat pada saat mati atau dimatikan karena berhenti (waqaf) Hurufnya ada lima, yaitu : قُطْبُ جَدٍ
Qalqalah terbagi menjadi dua, yaitu :
a. قَلْقَلَةٌ صُغْرَى (QALQALAH SHUGHRA), yaitu pantulan suara huruf qalqalah agak lebih kecil, karena huruf qalqalahnya itu mati asli berada di tengah-tengah kata atau kalimat.
 Contoh : يَقْبَلُ – يَطْبَعُ – يَدْخَلُ – يَجْعَلُ – يَبْتَغُ
b. قَلْقَلَةٌ كُبْرَى (QALQALAH KUBRA), yaitu pantulan suara huruf qalqalah agak lebih besar, karena huruf qalqalahnya itu sebenarnya hidup, tapi dimatikan ketika waqaf (menghentikan bacaan).Contoh :
قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ - اَللهُ الصَّمَدُ- لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ- وَلَمْ يَكُنْ لَّه كُفُوًااَحَدٌ
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ- مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ- وَمِنْ شَرِّالنَّفَّاثَاتِ فِى الْعُقَدِ-وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
18. اِسْتِطَالَةٌ (ISTITHALAH) = Memanjang.
       Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan memanjang di salah satu tepi pangkal lidah sampai ke depan. Hurufnya ada satu, yaitu : ض
19. غُنَّةٌ (GHUNNAH) = Berdengung.
    Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan suara berdengung yang keluar dari pangkal hidng. 
Hurufnya ada dua, yaitu : ن م

www.info-iman.blogspot.com

Kamis, 25 November 2010

 Sejarah Huruf Hijaiyyah
1. Dari Abdurrahman bin Usman, dari Qasim bin Asbagh, dari Ahmad bin Zuhair, dari al Fadl bin Dakkin, dari Wail dari Jabir dari Amir dari Samurah bin Jundab, ia berkata:"Saya telah melakukan pengkajian terhadap asal muasal tulisan Arab. Saya temukan tulisan Arab telah ada dan digunakan suku Al Anbar sebelum suku Hiyarah mempergunakanya”.
2. Dari Ibnu Affan dari Qasim dari Ahmad dari az Zubair bin Bakkar, dari Ibrahim bin al Mundzir, dari Abdul Aziz bin lmran, dari Ibrahim bin Ismail bin Abi Hubaib dari Dawud bin Husain dari lkrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata: "Orang yang pertama kali mengucapkan bahasa Arab dan membuat tulisan lafalnya adalah Ismail bin Ibrahim."
3. Dari Ahmad bin Ibrahim bin Faras Al Makky, dan Abdurrahman bin Abdullah bin Muhammad, dari kakeknya, dari Sufyan bin 'Uyainah dari Mujalid, dari as Sya'by, ia berkata: "Kami ditanya orang-orang muhajirin: "dari mana kalian belajar menulis? Kami menjawab: "dari penduduk suku Hiyarah. Kemudian orang-orang Muhajirin mengklarifikasi berita itu kepada penduduk Hiyarah. Mereka bertanya: "Dari mana kalian belajar menulis? Penduduk suku Hiyarah menjawab: "Kama belajar dari: suku Anbar".
Abu 'Amr mengatakan: "Dalam kitab Muhammad bin Sahnun terdapat riwayat sebagai berikut: Dari Abul Hajjaj yang mempunyai nama asli Sakan bin Tsabit berkata: dad. Abdullah bin Farukh dari Abdur Rahman bin Ziyad bin An'am al Mu'afiry dari ayahnya Ziyad bin An'am ia berkata: "saya berkata kepada Abdullah bin Abbas: "Wahai suku Quraisy, apakah kalian pada zaman jahiliyyah menulis dengan tulisan Arab seperti ini, kalian menggabungkan huruf tertentu dan memisah huruf tertentu, ada alif, lam, mim, syakl, qath' dan lain-lain sebelum Allah mengutus Nab' SAW?"
Ia menjawab: “ya”,
Lalu aku berkata: ‘Siapa yang mengajari kalian menulis?”.
Ia menjawab: “Harb bin `Umayyah”.
Aku bertanya lagi: "Lalu siapa yang mengajari Harb bin Umayyah?”.
Ia menjawab: “Abdullah bin Jud'an”.
Aku bertanya lagi: “Siapa yang mengajari Abdullah bin Jud'an?”.
Ia menjawab: "Penduduk Al Anbar".
Aku bertanya lagi: “Siapa yang mengajari penduduk Al Anbar?”.
Ia menjawab: “Seseorang yang datang dari tanah Yaman, dari suku Kindah”.
Aku bertanya lagi: “Lalu siapakah yang mengajarkan seseorang tersebut?”.
Ia menjawab: "Al Juljan bin Al Muhim, ia adalah sekretaris nabi Hud as untuk menuliskan Wahyu dari Allah SWT."
Dari Ibnu Affan, dari Qasim, dari Ahmad bin Abi Khaitsamah ia berkata: "Huruf Hijaiyyah berjumlah 29 huruf, semua lafal dan tulisan Arab tidak bisa lepas dari huruf tersebut."
Dari Ibrahim bin Al Khattab al Lama'iy, dari Ahmad bin Khalid, dari Salamah bin Al Fadl, dari Abdullah bin Najiyah dari Ahmad bin Musa bin Ismail al Anbary dari Muhammad bin Hatim Al Muaddib dari Ahmad bin Ghassan dari Hamid bin Al Madainy dari Abdullah bin Said, ia berkata: “Telah sampai kepada kita sebuah riwayat bahwa ketika huruf-huruf Mu'jam yang berjumlah 29 menghadap Yang Maha Pengasih, huruf Alif merendahkan diri dihadapan-Nya. Allah terkesan dengan sikap rendah hatinya, lalu Dia menjadikan alif sebagai awalan dari nama-Nya (Allah)”.
Abu Amr berkata: “Sebagian ahli bahasa mengatakan alasan alif menempati urutan pertama karena alif merupakan representasi dari hamzah yang menjadi awal kalimat, alif layyinah, dan hampir semua hamzah.”
Kemudian alif hanya menjadi awal kalimat tatkala huruf yang lain yaitu wawu danyaa ikut merepresentasikan dirinya yang pada keadaan yang lain berbentuk hamzah di tengah dan di akhir.
Abu Amr berkata “Alasan kenapa setelah huruf alif adalah huruf baa, taa, tsaaadalah karena huruf tersebut adalah huruf yang paling banyak menyerupai huruf yang lain, di mana jika huruf yaa dan nuun terletak pada awal kalimat atau di tengah kalimat maka akan menyerupainya sehingga kalau di jumlah ada 5 huruf yang berkarakter sama. Oleh karena itu untuk mengantisipasi dan mencari jalan keluamya adalah dengan mendahulukan urutannya. Kemudian urutan setelah baa,taa, tsaa adalah jiim, haa, khaa."
Tertib urutan huruf yang serupa (mutasyabihat) dan Mazdujat (dal, dzal, ra' dan lain-tain) adalah sesuai dengan sedikit atau banyaknya frekwensi dipergunakan dalam percakapan. Jadi semakin depan urutannya, semakin banyak digunakan dalam percakapan. Kecuali untuk huruf nun dan yaa sekalipun kedua huruf tersebut diakhirkan namun ia mempunyai derajat yang sama dengan huruf yang menempati urutan di depan karena huruf yang menyerupai karaktemya telah di tempatkan di depan (ba, ta, tsa).
Selanjutnya Abu Amr mengatakan diantara huruf ada juga yang tidak bisa disambung dengan huruf yang lain setelahnya. Jumlahnya ada 6 yaitu : alif, dal, dzal, ra, za, danwawu.
Alasan kenapa huruf tersebut tidak bisa disambung dengan huruf yang lain juga sama dengan di atas yaitu untuk menghindari keserupaan antar huruf. Andaikata alif bisa disambung dengan huruf lain setelahnya, akan serupa dengan huruf lam, danwawu akan sama dengan huruf fa dan qaf, dan dal, dzal, ra, za akan sama dengan yaadan ta.
Alasan lain yang dikemukakan Abu Amr tentang rahasia di batik urutan huruf hijaiyyah adalah: Alif menempati urutan pertama karena dua alasan yaitu berdasarkan Khabar (tentang sikap rendah diri Alif di hadapan Allah) dan Nadzar(pemyataan ahli bahasa yang telah dijelaskan di atas).
Selain itu karena Alif menjadi awal dari ayat surat Al Fatihah yang merupakan induk Al Quran dan karena seringnya digunakan dalam tulisan dan percakapan.
Bisa disimpulkan huruf alif adalah huruf yang hampir seluruh kata tidak bisa dan tidak mungkin terlepas darinya dan paling banyak diulang dan digunakan dalam percakapan.
Kemudian huruf setelah alif adalah huruf baa, taa, tsaa. Oleh karena ketiga huruf tersebut yang terbanyak mempunyal karakter yang sama maka tradisi pun mengikutinya untuk menulisnya setelah alif.
Alasan kenapa huruf ba terletak setelah huruf alif adalah karena huruf ba menjadi awal dari Basmalah setelah sebelumnya huruf alif menjadi awal Ta'awwudz. Selain itu, ba menempati urutan kedua setelah alif dalam rumusan huruf Arab (hija) kuno yaitu lafal AB' JADIN.
Alasan lain yaitu karena ba bertitik satu, ta bertitik dua, dan tsa bertitik tiga. Jadi sesuai dengan urutan angka. Oleh karena itu ba menempati urutan pertama, takedua dan tsa ketiga.
Ada juga yang mengatakan alasannya adalah karena sedikit atau banyaknya frekwensi penggunaannya dalam kalimat sehingga yang didahulukan adalah yang paling banyak frekwensinya.
Kemudian huruf jim, ha, dan kha. Ketiganya paling banyak mempunyai karakter dibanding huruf yang lain. Alasan setelah tsa dan jim adalah karena bersambungnya huruf jim setelah ba pada lafal ABI JAD.
Selain itu ha diletakkan sebelum kha karena sesuai dengan urutan makhraj (tempat keluarnya huruf) dimana huruf ha keluar dari tengah tenggorokan dan kha dari tenggorokan bagian atas. Sehingga ha diletakan lebih dulu dari kha.
Setelah itu huruf dal dan dzal. Keduanya berkarakter sama. Dal ditempatkan lebih dulu karena terletak setelah huruf jim pada lafal ABI JAD.
Kemudian ra dan za. Keduanya juga mempunyai karakter sama. Semua huruf yang berpasangan diletakkan secara berurutan dengan alasan yang sama.
Sampai disini urutan penulisan huruf hijaiyyah tidak mengalami perbedaan, baik pada penduduk Masyriq dan Maghrib.
Setelah huruf ra dan za penduduk Masyriq dan Maghrib berbeda pendapat tentang urutan huruf setelahnya. Penduduk Masyriq menulis setelah huruf ra dan za adalahsin dan syin dengan alasan za dan sin mempunyai sifat yang sama: as Shafir.
Sin terletak lebih dahulu ketimbang syin karena yang asal adalah huruf tanpa titik sehingga huruf yang sama karaktemya namun bertitik diletakkan sesudahnya. Yang asal selalu diletakkan pertama dan lebih dahulu ketimbang yang sifatnya far'i (cabang).
Setelah sin dan syin adalah shad dan dhad. Huruf ini pun berkarakter sama dan diletakkan setelah sin karena huruf shad mempunyai sifat sama dengan sin yaitushafir dan hams.
Kemudian tha dan dza. Keduanya mempunyai karakter yang sama dan sebagaimana huruf-huruf yang lalu tha dan dza mempunyai sifat yang sama yaitu ithbaq dan isti'la.
Tha terletak lebih dahulu karena tha adalah yang asal (tanpa titik). Selain itu dalam lafal ABI JAD tha lebih dahulu.
Huruf selanjutnya adalah ain dan ghain, sebagaimana huruf-huruf Mazduj(berpasangan) yang lain. Ain didahulukan dari ghain dengan alasan Thariqul Makhraj(urutan tempat keluarnya huruf) dan Jihatul I'jam (yang tidak bertitik didahulukan).
Setelah huruf-huruf yang berpasangan adalah huruf-huruf yang terpisah (tidak berpasangan). Yaitu fa' dan qaf. Fa' dalam lafal ABI JAD ditulis setelah Ain begitu juga dengan qaf.
Kemudian huruf kaf, lam, mim, dan nun sesuai dengan urutan penulisannya dalam lafal KALAMUN. Urutan huruf tersebut juga sesuai dengan urutan tempat keluarnya huruf mulai dari tenggorokan bagian atas.
Lam diletakkan terlebih dahulu ketimbang mim dan nun karena lam sama karaktemya dengan huruf alif yang berada pada urutan pertama.
Mim terletak sebelum nun karena mim lebih dominan dan tampak dalam pengucapan, tidak seperti nun yang misalnya dengan hukum idhgham pengucapannya tidak nampak bahkan hilang (Khaisyum).
Selain itu mim sama makhrajnya dengan huruf ba yang menempati urutan kedua setelah alif dan nun akan hilang pengucapannya jika bertemu ba.
Setelah itu huruf wawu, ha, dan yaa. Wawu diletakkan lebih dahulu karena wawumempunyai kemiripan karakter dengan huruf fa'. Ha terletak sebelum yaa karena lebih dahulu dalam lafal ABI JAD.
Ya menempati urutan terakhir dalam huruf hijaiyyah karena uniknya huruf yaatersebut ketika terletak pada akhir kalimat berbeda dengan ketika berada di awal dan di tengah.
Penduduk Maghrib menuliskan setelah ra adalah huruf za, tha dan dza. Karena thasama makhrajnya dengan huruf dal dan dza dengan dzal, Tha terletak sebelum dzakarena alasan Plain (sama dengan argumentasi penduduk Masyriq di atas).
Kemudian kaf, lam, mim, dan nun sesuai dengan urutan lafal kalimna dan sesuai dengan lafal ABI JAD.
Setelahnya adalah shad dan dhad sesuai dengan urutan penulisan lafal setelah KALAMUN yaitu SHA'AFADHUN. Selain itu karena shad asli dan tidak bertitik. 'Aindan ghain, fad dan qaf, sin dan syin, alasannya adalah karena masalah makhraj dani'jam.
Terakhir adalah ha, wawu, dan yaa. Ha terletak lebih dahulu sebelum wawu dan yaakarena ha berada di awal pada Lafal HAWAZUN. Begitu juga wawu pada lafal HATHIYYUN.
Dari Ibrahim bin Khuttab, dari Ahmad bin Khalid, dari Salamah bin Al Fadl, dari Abdullah bin Najiyah, dari Ahmad bin Badil Al Ayyamy, dari Amr bin Hamid hakim kota ad Dainur, dari Farat bin as Saib dari Maimun bin Mahran, dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Segala sesuatu ada penjelasan (tafsir)nya yang diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya”.
Kemudian ia menjelaskan makna dari:
  • ABU JAD (aba adamu at ta'ah / Adam enggan taat dan bersikukuh untuk memakan buah pohon larangan),
  • HAWAZUN (zalla fa hua minas samai wal ardl/ tereliminasi dari langit dan bumi),
  • HATHIYYUN (hutthath 'anhu khatayahu / Adam diampuni kesalahannya),
  • KALAMUN (akalaminas syajarah wa munna `alaihi bit taubah/ memakan buah dari pohon larangan dan dianugerahi ampunan),
  • SHA'AFADHUN (asha fa akhraja minan na'im ilan nakdy / ia berbuat maksiat sehingga Allah mengeluarkannya dari kenikmatan (surga) menuju kepayahan (dunia),
  • QURAISIYAT (aqarra bidz dzanbi fa amanal 'uqubah/ ia mengakui kesalahan- nya dan akhirnya selamat dari siksa).
Dari Abdur Rahman bin Ahmad al Harwy dalam kitabnya, dari Umar bin Ahmad bin Syahin dari Musa bin Ubaidillah dari Abdullah bin Abi Sa'id dari Muhammad bin Hamid dad Salamah bin Al fadl dad Abu Abdillah al Bajaly, ia berkata: “Abu Jad, Hawaz, Hathy, Kalamun, Sha'afadlun dan Quraisiyat adalah nama-nama raja Madyan”.
Adapun nama raja Madyan yang ada pada kisah dalam Al Quran pada zaman Nabi Syu'aib yang terkenal dengan tragedi yaumudz dzullah adalah Kalamun.
Abu Amr berkata: “Sebagian ahli nahwu mengatakan bahwa lafal Abu Jad, Hawaz, Hathiy, adalah lafal Arab seperti halnya lafal Zaid dan Amr dalam hal tashrif. Adapun Kalamun, Sha'afashun dan Quraisiyat bahasa Arab sehingga tidak bisa ditashrif, kecuali untuk fatal Quraisiyat bisa ditasrif seperti lafal Arafat dan Adzri'at”
Ibnu an Nadim pada salah satu bab berjudul Al Kalam ala al Qalamil 'Araby dalam kitab At Fihrist mengatakan: “Terdapat perbedaan pendapat tentang siapakah yang pertama kali membuat tulisan Arab”.
Hisyarn al Kalby mengatakan: “Orang yang pertama kali membuatnya adalah sebuah kaum dari Arab, 'Aribah yang singgah pada kabilah 'Adnan bin Ad. Nama-nama mereka adalah Abu Jad, Hawaz, Hathiy, Kalamun, Sha'afasadlun, Quraisat”,demikianlah menurut Ibnul Kufy.
Kemudian mereka membuat tulisan yang didasarkan kepada sama-nama mereka. Kemudian mereka menemukan huruf-huruf yang tidak ada dalam nama mereka yaitu tsaa ﺙ, khaa ﺥ, dzal, dza, syin dan ghain.
Mereka menamakan huruf-huruf ini dengan istilah ar Rawadif (yang sama). Ia berkata: “Mereka adalah nama raja-raja Madyan. Mereka binasa pada tragedi yaumudz dzullah pada zaman Nabi Syu'aib”.
Quthrub mengatakan dalam penulisan Abu tidak memakai wawu dan Jad tidak memakai alif. Ada sebagian orang yang pantang mengulang huruf yang telah disebutkan (alif).
Karena pada dasarnya penulisan wawu pada Abu dan alif pada Jad adalah sebagai penambahan dalam cara baca. Oleh karena itu bagi yang sudah tahu tidak perlu menuliskannya demi menjaga keotentikan lafal tersebut.
32 Huruf dalam Metode Struktur dan Format Al Quran
Orang yang pertama kali mengembangkan huruf hijaiyyah menjadi 32 huruf adalah ilmuwan muslim berkebangsaan India bemama Fadlullah Astarabadi pada akhir abad ke 14.
Sejarah membuktikan antara angka Arab dan India mempunyai kaitan erat. Misalnya angka Nol yang memungkinkan terbentuknya operasi matematika yang sangat rumit. Jauh sebelum Ilmuwan Islam mengenal nol, bangsa India telah mengenalnya sebagai "Shunya" atau kekosongan.
Dalam kajian metode struktur dan Format Al Quran, kita mengenal 32 huruf hijaiyyah. Huruf ke 31, dalam kajian ini karakter huruf lam dan alif [ﺍﻝ] yaitu huruf ke 27 dikembangkan melalui sebuah kajian yang intensif dan bersifat empiris spiritual dengan meletakan alif yang asalnya di depan menjadi di belakang dan diletakkan dalam urutan huruf ke 31.
Sedangkan huruf ke 32, Ta' marbuthah merupakan pengembangan karakter huruf Ta'maftuhah (huruf ke 3) ketika terletak di belakang kata.
Uniknya, sekalipun huruf hijaiyyah sudah dikembangkan sedemkian rupa menjadi 32huruf tetap saja imbang. Artinya, 16 huruf mu'jam (bertitik) dan 16 huruf Ghairul Mu'jam (tanpa titik). Semoga bermanfaat.
Keterangan:
 Makhraj-Makhraj Huruf
Makhraj ialah tempat menahan/menyekat udara ketika bunyi huruf dilafazkan. Huruf yg dimaksudkan ialah huruf Hija'iyah bahasa arab yg mengandungi 28 huruf. Menurut pendapat Imam Al-Khalil Bin Ahmad dan kebanyakan Ahli Qiraat serta Ulama Nahu di antaranya Imam Ibnu Al-Jazari. Jumlah bilangan makhraj yg umum terbagi kepada 5 Bagian.
o Bagian rongga mulut dan rongga kerongkong ( Al-Jauf )
o Bagian kerongkong ( Al-Khalk )
o Bagian lidah ( Al-Lisan )
o Bagian bibir mulut ( Asy-Syafatan )
o Bagian hidung ( Al-Khaisyum )
Semoga menambah wawasan kita semua.. Wallaahu a' lam bish showab..
from --> http://www.geocities.com/denwij/

www.info-iman.blogspot.com

Jumat, 19 November 2010

Pengertian & Hukum Tajwid

 Dalam rangka mendukung ilmu naghom qiroatil qur'an, sangant penting rasanya apabila penulis juga menyematkan beberapa ilmu tajwid yang sangat penting bagi proses pembacaan alqur'an yang baik dan benar.berikut akan kami jelaskan satu persatu tentang tajwid mulai dari pengertian, hukum dan kaidah-kaidahnya.

Pengertian &  Hukum Tajwid
Pengertian Tajwid menurut bahasa (ethimologi) adalah: memperindah sesuatu.
Sedangkan menurut istilah, Ilmu Tajwid adalah pengetahuan tentang kaidah serta cara-cara membaca Al-Quran dengan sebaik-baiknya.

Tujuan ilmu tajwid adalah memelihara bacaan Al-Quran dari kesalahan dan perubahan serta memelihara lisan (mulut) dari kesalahan membaca.

Belajar ilmu tajwid itu hukumnya fardlu kifayah, sedang membaca Al-Quran dengan baik (sesuai dengan ilmu tajwid) itu hukumnya Fardlu ‘Ain.

Dalil Wajib Mempraktekkan Tajwid Dalam Setiap Pembacaan Al-Qur’an:
  1. Dalil dari Al-Qur’an.
    Firman Allah s.w.t.:

    Artinya: Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan/tartil (bertajwid). [Q.S. Al-Muzzammil (73): 4].
    Ayat ini jelas menunjukkan bahwa Allah s.w.t. memerintahkan Nabi s.a.w. untuk membaca Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dengan tartil, yaitu memperindah pengucapan setiap huruf-hurufnya (bertajwid).

    Firman Allah s.w.t. yang lain:

    Artinya: Dan Kami (Allah) telah bacakan (Al-Qur’an itu) kepada (Muhammad s.a.w.) secara tartil (bertajwid) [Q.S. Al-Furqaan (25): 32].
  2. Dalil dari As-Sunnah.
    Dalam hadits yang diriwayatkan dari Ummu Salamah r.a. (istri Nabi s.a.w.), ketika beliau ditanya tentang bagaiman bacaan dan sholat Rasulullah s.a.w., maka beliau menjawab:

    Artinya: "Ketahuilah bahwa Baginda s.a.w. sholat kemudian tidur yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi, kemudian Baginda kembali sholat yang lamanya sama seperti ketika beliau tidur tadi, kemudian tidur lagi yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi hingga menjelang shubuh. Kemudian dia (Ummu Salamah) mencontohkan cara bacaan Rasulullah s.a.w. dengan menunjukkan (satu) bacaan yang menjelaskan (ucapan) huruf-hurufnya satu persatu." (Hadits 2847 Jamik At-Tirmizi)
    Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah Ibnu ‘Amr, Rasulullah s.a.w. bersabda:

    Artinya:"Ambillah bacaan Al-Qur’an dari empat orang, yaitu: Abdullah Ibnu Mas’ud, Salim, Mu’az bin Jabal dan Ubai bin Ka’ad." (Hadits ke 4615 dari Sahih Al-Bukhari).
  3. Dalil dari Ijma' Ulama.
    Telah sepakat para ulama sepanjang zaman sejak dari zaman Rasulullah s.a.w. sampai dengan sekarang dalam menyatakan bahwa membaca Al-Qur’an secara bertajwid adalah suatu yang fardhu dan wajib. Pengarang kitab Nihayah menyatakan: "Sesungguhnya telah ijma’ (sepakat) semua imam dari kalangan ulama yang dipercaya bahwa tajwid adalah suatu hal yang wajib sejak zaman Nabi s.a.w. sampai dengan sekarang dan tiada seorangpun yang mempertikaikan kewajiban ini.
Copyright © 2010 BUDI
All Rights Reserved Proudly Powered by sitekno

www.info-iman.blogspot.com

SYARAT MENJADI QORI' YANG BERKUALITAS

Untuk menjadi seorang Qori’ (pembaca) Al-Qur’an yang baik dan berkualitas, ada beberapa syarat yang harus dikuasai dan dimiliki oleh para Qur’anic Lover’s (pecinta Al-Qur’an). Antara lain :

  1. Memiliki niat yang ikhlas dan hanya mengharap ridha Allah SWT semata. Karena niat akan menentukan hasil.
  2. Memiliki kemampuan di bidang ilmu Tajwid.
  3. Memilki waktu khusus untuk berguru, Musyafahah/Talaqqi kepada guru Al-Qur’an yang Ahli.
  4. Selalu “Nderes” ngaji. Atau sering membaca Al-Qur’an secara rutin (istiqomah)
  5. Senantiasa berlatih/melatih kembali Maqro’/segala sesuatu yang telah disampaikan oleh Guru secara istiqomah pula. Hal ini juga sebagai media melatih kualitas vokal.
  6. Memiliki kemampuan bersuara dari nada rendah hingga nada tinggi secara teratur, bahkan sampai kepada nada yang paling tinggi (jawabul jawab)
  7. Mengerti dan memahami makna ayat yang dibaca, sehingga tepat dalam Waqaf dan Ibtida’nya, serta panjang dan pendeknya bacaan.
  8. Memiliki dan menguasai Ilmu Nagham, baik secara teori maupun praktek
  9. Memiliki mental yang kuat, berani tampil di depan masyarakat luas. Sifat- sifat pemalu, demam panggung, nervous/ndre-deg,harus dihilangkan. Karena akan sangat mempengaruhi bacaan.
  10. Memiliki ketahanan nafas yang terkendali. Karena sangat dilarang keras jika suka curi-curi nafas saat membaca Al-Qur’an.
  11. Memiliki kesehatan Jasmani dan Rohani.
  12. Mengamalkan Akhlaqul Qur’an.
Demikian beberapa syarat yang bisa kami sampaikan. Semoga ada barokah, guna, dan manfaatnya. Amin.
Wllahu A’lam bis Showab


www.info-iman.blogspot.com

Menjaga Suara dan Membentuk Kualitas Vokal

Menjaga Suara dan Membentuk Kualitas Vokal


Syeich Hajjaj Ramadan Al-Hindawi, salah satu Qori' Mesir yang kaya akan variasi lagu
Syeich Hajjaj Ramadan Al-Hindawi, salah satu Qori' Mesir yang kaya akan variasi lagu

Menjaga Suara dan Membentuk Kualitas Vokal


Pada saat presentasi atau membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an, kualitas vocal sangat menentukan keefektifan dalam presentasi (penampilan). Walaupun komunikasi visual dan verbal merupakan faktor penting tapi kualitas suara juga merupakan faktor yang signifikan. Untuk menjaga kualitas suara agar tetap fit ada beberapa tips yang dapat dipergunakan :



1. Latihan secara Istiqomah (rutin)
Lakukanlah latihan vocal tertb dimulai dari nada Qoror, Nawa, Jawab, Jawabul-jawab, hingga Murokkab (dari tingkatan yang paling rendah hingga tingkatan nada yang paling tinggi).

2. Jangan merokok
Jika ingin menjaga kualitas suara tetap prima usahakan agar hindari rokok. Unsur dalam rokok menyebabkan dapat merusak suara, terlebih pada kesehatan anda.

2. Minum air putih yang banyak
Hindari untuk meminum teh, kopi, alcohol. dan air bersoda yang terlalu banyak. Usahakan  meminum 8 gelas perhari. Lebih baik minum air putih yang banyak. Jika minum air mineral kemasan, pilihlah merk-merk yang sudah terjamin kualitasnya. Karena tidak semua air mineral kemasan bagus untuk tenggorokan kita. Ada pula yang bisa mengganggu suara kita. Maka dari itu perlu dicoba, bila ada merk-merk tertentu yang berpengaruh tidak baik pada suara anda, jangan diulang untuk yang kedua kalinya. Karena bisa fatal akibatnya.

3. Hindari terlalu lama dalam kondisi cuaca panas dan dingin
Menurut penelitian terlalu banyak berjemur dipanas matahari dan terlalu lama berada diruangan ber AC mengganggu dan menurunkan kualitas suara.

4. Hindari makan terlalu malam
Khusus anda yang selalu ”show” di malam hari, Makan terlalu malam mengakibatkan pencernaan yang tidak sempurna sehingga mempengaruhi kerja tenggorokan yang akan mempengaruhi kualitas vokal.iIdealnya makan malam terakhir adalah jam 7 malam.
Makan malam juga bisa membuat badan menjadi gemuk. Jika badan kita kegemukan maka akan mengakibatkan suara menjadi berat, dan pernafasan menjadi sesak tersengal-sengal. Keinginan untuk makan malam bisa digantikan dengan buah-buahan, seperti pisang dsb. Tetapi kalo anda sudah lapar tak tertahankan, Sikaaaaaaaat abiiiiiiiizzzzzzzz……!!!!


5. Jangan banyak bicara
Hindari terlalu banyak bicara yang tidak ada manfaatnya, berteriak, berorasi dsb. Karena hal ini akan menghilangkan kejernihan, kelembutan serta kesyahduan suara. Akibatnya suara menjadi kasar dan tidak bening lagi.

6. Mengontrol stress
Stress yang berlebihan dapat mengakibatkan menurunnya kualitas suara. Gunakan teknik relaksasi dan bernafas yang dalam dapat mengurangi stress.

7. Puasa beberapa jam sebelum ”Tampil”
Hindari makanan dan minuman yang merangsang tenggorokan, terutama pada saat sebelum tampil.

8. Jaga Kesehatan dan Stamina Tubuh
Selain olah raga, istirahat yang teratur, penuhi tubuh kita dengan gizi, vitamin dan lainnya agar kesehatan dan stamina tetap terjamin.

9. Jaga Kestabilan Mental
Hilangkan perasaan grogi, nervous, kurang percaya diri, malu, ndredeg, Wa ’ala alihi wa shohbih. Karena hal ini akan berakibat fatal terhadap suara.

10. Senantiasa Berdo’a Kepada Allah SWT
Jangan lupa selalu memohon kepada Allah SWT, karena ini satu-satunya faktor penentu. Yang lainnya hanya ikhtiar.

Selamat menerapkan, semoga ada barokah, guna dan manfaatnya. Amin
Wallahu A’lam Bishshowaab. ( z u l )



www.info-iman.blogspot.com

Kamis, 21 Oktober 2010

SUDAHKAH MENJADI ISTRI SHOLEHA???


Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
الدُّنْيَا مَتاَعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Sesungguh dunia itu adl perhiasan2 dan sebaik-baik perhiasan dunia adl wanita shalihah.”

 sungguh indah mendengarnya, membuat para wanita tersanjung, senang, bahagia, tapi tak sedikit di antara mereka merasa malu,sedih,bahkan menangis. karena didalam hati kecilnya bertanya-tanya:" apakah aq termasuk perhiasan dunia itu???".istri sholeha,,sebuah predikat termulya.. bagi seorang wanita di mata Allah sebagai hambanya,...sebagai penyejuk hati setiap saat buat suaminya,, dan sebagai seorang ibu yang baik buat putra putrinya. 


sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu:
أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ
“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki yaitu istri shalihah yg bila dipandang akan menyenangkannya bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.




Tanpa dunia sadar,banyak wanita berpikir, apakah sudah bisa di sebut wanita sholehah apabila wanita setiap harinya ada di rumah?berbaju muslimah dan berjilbab untuk menutup auratnya?,beribadah dengan baik,akhlaqnya baik, mendidik dan merawat anak-anaknya sendiri dengan sabar, menyambut kedatangan suami dengan senyuman, istri yang ngga' pernah marah melaksanakan pekerjaan rumah,  istri yang selalu nurut dengan suami??entahlah...karena banyak sekali kriteria yang di berikan kepada wanita untuk menjadi wanita sholeha. Diantaranya ada yang mengatakan :

@ Istri yang sholeha adalah istri yang taat ibadahnya.( begitu juga suami yang sholeh.. harus menjadi contoh atau suri tauladan bagi istri dan anak-anaknya dalam hal beribadah).

@ istri harus menutup auratnya dengan benar menurut syariat islam



@istri yang sholeha adalah istri yang berakhlaq mulia. ( demikian jg suami).

@  istri harus berdiam diri dan mendengarkan suami apabila ia sedang berbicara.( kalau istri sedang berbicara apakah suami jg bersedia mendengarkannya???)

@senantiasa mentaati perintah suami, selagi perintah itu tidak mengarah ke perbuatan maksiat. (kalo perintahnya tidak sesuai dengan ajaran islam apakah suami  juga bisa menerima jika istri tidak melaksanakannya???apakah  talak & KDRT tidak akan dialami seorang istri??) 

@ridha dan menerima apa adanya atas semua apa yang suami berikan kepada istri. disaat kurang atau lebih. (apakah suami juga ikhlas menerima apa adanya dengan semua kekurangan istri??) 

@tidak menolak ajakan suami jika ia ingin bermesraan dengan istri. (apakah suami jg mau melayani istrinya jika istri membutuhkan kasih sayangnya??)

@Tidak meninggalkan rumah melainkan dengan izin suami. (kalau suami ???boleh meninggalkan rumah meskipun ngga' izin istri??) 

@Menjaga kesetiaan terhadap suami. tidak boleh selingkuh di belakang suami alias selalu menjaga kehormatannya. (bagaimana dengan suami??? apakah suami juga menjaga kehormatannya ketika berada diluar rumah?)

@ menjaga harta suami, anak2 apabila suami tidak ada dirumah. (ok.. suami cari duit aja ya..  tanpa mau tahu problematika pendidikan anak..dan jika suatu saat terjadi kegagalan pada anak- anaknya tinggal salahkan saja istrinya sebagai ibu yang menjaga dan mendidik anak-anaknya.)

 @Tidak meminta sesuatu apapun yang suami tidak mampu menunaikannya. (bagaimana kl sebaliknya?? apakah suami tidak murka apabila istri tidak bisa menunaikan apa permintaan suaminya ??)

@Menghormati keluarga suami dan juga kaum kerabatnya. (bagaimana dengan keluarga istri, apakah suami jg mau menghormati dan menghargai keluarga dan kerabat istrinya???)

@Senantiasa berhias diri bila di hadapan suami, sebaliknya tidak berhias bila ketiadaan suami. (menurut saya istri harus selalu berhias diri di hadapan suami dan suami juga selalu berhias diri di depan istri.bukan kalau pergi kerja berhias pakai wangi-wangian tapi setelah datang dirumah langsung tidur tanpa mandi dan seenaknya sendiri.) 

@memakai wangi-wangi-an pada saat suami berada dirumah. (menurut saya yang betul keduanya harus selalu wangi setiap saat,,) 

@Mengantarkan suaminya ke muka pintu bila ia hendak keluar dan menyambutnya bila ia pulang dengan senyuman.ok

@Mendahulukan keperluan suami dari keperluannya sendiri. ex: suami diambilkan makan dulu baru kita deh yang makan.

@selalu menjaga nama baik suami. 

@Senantiasa menjaga kesehatan, kebersihan dan kesempurnaan diri serta rumahtangganya. (suami hendaknya jg turut membantu menjaga kebersihan. betulkah??) 

@Senantiasa bersyukur saat menerima nikmat atau pun cobaan dari ALlah. 

@Melaksanakan tugas sebagai seorang isteri dan ibu serta segala perintah Allah dan perintah suami dengan tabah dan sabar.


Demikian itu  adalah sedikit dari kriteria menjadi seorang istri sholeha.begitu sulit dan tidak gampang dijalani oleh sebagian wanita di dunia.tapi sangat disayangkan, semua kriteria itu di mana-mana tertulis tidak diimbangi dengan kriteria suami yang sholeh. sungguh ironis sekali. sesungguhnya kita semua menginginkan yang terbaik buat keutuhan rumah tangga kita. oleh karena itu, marilah bersama-sama mewujudkannya. sebagai pemimpin rumah tangga yang mulia bantulah istrimu menjadi wanita dambaan hatimu.bimbinglah dia dengan kesabaran.sayangilah dia dengan beribu pengertian.jangan sering kau persalahkan dirinya,jangan kau remehkan pengorbanannya,dengarkan suara hatinya,  jangan kau sakiti hatinya dan jangan kau nodai cinta dan kasih sayangnya.

yang terakhir, meskipun susah, semoga kita   bisa menjadi istri sholeha seperti dambaan kita semua.. amiin
Robbana Hablana min ajwajina wadzuriyyaatina kurrata 'ayyun waj'alna lilmutaqiina imamaa. "(Wahai Tuhan Kami Karuniakan kepada kami  istri-istri dan anak-anak yang menyejukan mata dan jadikan mereka pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa)".amiin.

Ampuni Ya Alloh, para suami yang pernah mendzalimi  dan menghianati istri dan anak-anaknya.Juga ampuni para istri yang tidak taat pada suami  dan  menelantarkan keluarganya. Ampuni jikalau kami salah mendidik keluarga dan anak-anak kami Ya Alloh. karuniakanlah ridho dan rahmatmu atas pernikahan kami dunia akhirat.langgengkanlah pernikahan kami ya Allah..jadikanlah kami keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.amiin.


Ya Alloh selamatkan anak-anak kami, muliakan akhlaknya, kuatkan imannya.Berikan Ya Alloh, yang lebih baik dari pada yang kami dapatkan. Jadikan ahlimulia dunia, ahli Surga-Mu mulia, Ya Alloh.amiiiiin


www.info-iman.blogspot.com

Label

'idul adha adab dan sunnah adik saudara sepersusuan adzan air kencing bayi air kencing Rasulullah Akhirat akhlak Akhlaq Kepribadian Akhwat akidah Al Qur'an Al Qur#039;an Al Quran Al-Qur'an Alam Aliran-aliran Amalan AMALIYAH NU anak Analisa Angin Aqidah Aqiqah Artikel Artikel IImiah Asmara Astronomi ASWAJA Azab Bab Adab Bab Nikah Bab Puasa Bab Sholat Bab Thaharah Bab Zakat bantahan belajar islam Berita bersin Bid'ah bid'ah dalam aqidah bid'ah dalam ibadah Biografi Biologi Bisnis Blackberry Budaya Budi Daya buka puasa buku Cantik Fisik catatanku Cerpen Chairil Anwar Curahan Hati Curhat daging qurban Dakwah Dakwah Pemikiran Islam dakwah umum Dambaan insan Dari Salafushshalih Dasar Islam Dasar Keislaman demam Desain Dhaif Do'a do'a buka puasa Do'a dan Dzikir Doa doa bersama doa sholat tarawih download dunia islam Dunia Islam Kontemporer Dzikir dzikir dengan tangan kiri Ekonomi Eksoplanet Emansipasi Emha Ainun Nadjib Fakta Ilmiah Fakta Jin-Iblis-Syetan Fakta Manusia faraidh Fenomena Asteroid Fenomena Bencana Alam Fenomena Bintang Fenomena Bulan Fenomena Bumi Fenomena Hewan Fenomena Kutub Fenomena Langit Fenomena Matahari Fenomena Meteorit Fenomena Petir Fenomena Planet Fenomena Ruang Angkasa Fenomena Tumbuhan Fiqh Fiqh Muamalat Fiqh Wanita Fiqih Fisika Galaksi Geografi Geologi gerhana gigi palsu Hadis Hadis 40 hadist Hadits Hadits Palsu HAID Halal Haram HAM HARI RAYA ID HUKUM ISLAM hukum natal bersama hutang i'tikaf Ibadah ibadah yang baik ibu mertua ilmu ilmuan muslim Ilmuwan imam terlalu cepat bacaannya IMAN Inovasi intermezzo Internet Iptek iqomah isbal Islam jabat tangan setelah sholat JADWAL RAMADHAN Jagad Raya Jalaluddin Rumi jamaah sholat jumat jenazah Jual Beli judi junub Kabar Dalam Negeri kabar manca negara Kahlil Gibran Kajian Karya Buku Karya Ulama KB Keajaiban Alam Keajaiban Hewan KECANTIKAN Kecelakaan Maut Kehutanan Kelautan keluarga Kepemerintahan Kepengurusan Kerajaan Kesehatan Keuangan Keutamaan KHITAN Khitan Wanita khurofat Khutbah Khutbah Jum'at khutbah jumat Khutbah Rasulullah saw Kiamat Kidung Hati Kimia Kisah Kisah Kami Kisah Nyata Kisah Orang-Orang Shaleh Kisah Teladan Komputer Konversi Energi Kosmologi Kumpulan Do'a Kumpulan Kata lafadz adzan lafadz iqomah Lain-Lain Lalu Lintas lembaga sosial Lingkungan Hidup Lubang Hitam macam puasa sunnah mahram Makanan mandi jum'at mandi wajib Manhaj Manusia Manusia dan Teknologi masjid masjid quba Masuk Perguruan Tinggi Matahari Materi gelap Mayit media cetak memandikan jenazah membayar zakat memotong kuku memotong rambut mendahului gerakan imam menemani sholat jamaah menembok kuburan mengadzankan mayit di liang kubur mengangkat tangan menghadiahkan pahala mengqadha puasa menguburkan jenazah mengucapkan selamat natal mengusap kepala Mengusap muka setelah berdoa menikah di bulan syawwal menikah setelah berzina meninggal dunia Meninggalkan sholat jum'at menjawab adzan menjual kotoran hewan menyapu kepala menyentuh wanita Meteorologi Meteorologi-Klimatologi mihrab Mineralogi minum air zamzam Motivasi motivasi belajar Motivasi Beramal MQ (menejemen qolbu) mu'athilah Muallaf muamalah Muhasabah Mungkar murottal Muslimah Muslimah Articles Musyabbihah Mutiara Hikmah Mutiara Kalimat Mutiara Tafakur Nabi Muhammad Nagham Alqur'an Nasehat Neraka News niat sholat nikah nisfu aya'ban Oase Iman Olah Raga OLAHRAGA Otak PAKAIAN panas PAUD Pendidikan Penelitian penelitian sunnah Pengembangan Diri Pengobatan Akibat Sihir Peninggalan Sejarah Penjajahan Pentingnya Waktu Peradaban Islam Perbandingan Agama dan Aliran Perbankan Pergaulan Perkawinan Perkembangan Da'wah Islam Permata Hati pernikahan Personaliti Pesawat Ruang Angkasa Pesepakbola Muslim Pojok Ramadhan posisi imam wanita produksi awal program kerja Proyek Luar Angkasa Psikologi Puasa puasa daud puasa rajab Puasa Setiap Hari puasa sunnah puasa wanita hamil Puisi Puisi bahasa Ingris qunut nazilah QURAN radar lampung Radio Rajab Ramadhan ramalan cuaca Renungan Riba dan Jual Beli salafush shalih salah bacaan sholat Salam Khudam Sastra sedekah Sejarah Sejarah Islam SEKS Sentilan Seputar Daerah Buton Shalat shodaqoh shodaqoh melebihi kadar Sholat sholat dan keputihan sholat di rumah sholat ghoib sholat jamaah sholat jamaah estafet sholat jumat sholat jumat wanita sholat pindah tempat sholat qashar sholat sambil melihat mushaf sholat sendirian sholat sunnah sholat sunnah qobliyah isya sholat sunnah sebelum asar sholat sunnah setelah shubuh sholat takhiyatul masjid sholat wanita sifat dzatiyah sifat fi'aliyah Sihir Simpan Pinjam Sirah Siroh Shahabiyyah Software Islami Sosial Kemasyarakatan Sosiologi sujud sahwi sujud syukur sumpah dan nadzar Sunnah sutrah sutroh syafaat Syurga Tafakur Alam Semesta Tafsir Tafsir Al-Qur'an tahlilan Takbirotul ihram takwil mimpi tambal gigi tamsil Tanda Akhir Zaman Tanda-Tanda Kiamat Tanya jawab Tarbiyah Tasawwuf dan Adab tata cara tidur menurut sunnah Tata Surya Taufiq Ismail Tauhid tayammum Tazkirah Tazkiyah tazkiyatun nafs Tech News Teknik Sipil teladan Tenaga Kerja tertawa saat sholat Thoharoh tidak taat suami tinggi TK Tokoh Tokoh Dan Ulama Tokoh Islam Tools TPA Tsunami Tujuan Hidup tuntunan sholat uang pensiun dari riba uang riba ucapan assalamualaika UNCATEGORY Video da'wah video Motivasi Diri Video Muhasabah video murotal W. S. Rendra waktu membaca doa wanita wanita haid Wisata wudhu yasinan zakat zakat anak kepada orang tua zakat barang temuan zakat harta zakat harta warisan zakat hasil perkebunan zakat hasil pertanian zakat mal zakat padi zakat pns zakat tanah zina