Kamis, 01 November 2012

Jika Marah Berwudhulah

Dan Sifat Itu Bernama Amarah

Sebenarnya jika kita marah, tubuh ini sebenarnya bereaksi, gigi bergemeretak, mata melotot, otot mengejang, nafas menjadi pendek dan sebagainya, berubah seakan-akan menjadi monster. Walaupun tak berubah menjadi warna hijau dan tak selebay Hulk.
Namun tetap tubuh kita bereaksi berubah. Karena pada saat itu api kemarahan berkobar membakar darah di hati, kemudian darah yang terbakar itu mengalir ke otak, yang kemudian diteruskan sekujur anggota tubuh untuk melakukan sesuatu tindakan.

Bila kita melihat lebih jauh tentang kemarahan atau amarah, Allah SWT menciptakan makhluk-Nya disertai keinginan untuk mendapat perlindungan, memiliki kekuatan dan keinginan untuk menghindar dari bahaya dan segala kehancuran. Itulah yang menjadi sebab kenapa di dalam diri manusia terdapat sifat marah.

Dengan sifat itu manusia menkreasikan segala sesuatu untuk dijadikan alat untuk melindunginya. Namun seperti pisau yang bermata dua kemarahan itu dapat muncul ketika manusia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Dalam beberapa hadits kita dapat melihat betapa amarah itu menjadi sangat penting untuk kita ketahui agar dapat senantiasa berlatih dalam mengontrolnya. Seperti hadits di bawah ini :

Abdullah bin Amr r.a. bertanya kepada Rasullulah, “Apa yang menyelamatkan aku dari kemurkaan Allah?” Beliau menjawab, “Jangan marah!” Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan bahwa Rasullulah saw. Bersabda, “Siapakah orang yang perkasa menurut kalian?” Para sahabat menjawab, “Orang yang tidak dikalahkan oleh orang lain.” Lalu beliau menjawab, “Bukan keperkasaan dengan mengalahkan orang lain, akan tetapi keperkasaan adalah orang yang dapat menguasai dirinya ketika marah.”  (Mutafaq ‘alaih)

Dan dalam hadis lainnya dijelaskan bahwa “Sesungguhnya amarah adalah bara yang dinyalakan di dalam hati. ”(HR. Tirmidzi). Oleh karena itu dalam surat An Naas pun kita memohon perlindungan kepada Allah dari bisikan-bisikan kejahatan ke dalam dada manusia. Amarahpun dapat dihindari dengan mengucapkan Ta’awudz, ”Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

Rasulullah SAW bersabda :“sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api dan api dapat padam dengan air, maka apabila di antara kalian dalam keadaan marah maka berwudhulah!”.

Hadis ini menjelaskan bila amarah muncul sebaiknya kita diam, dan jika belum mereda duduklah jika posisi kita berdiri, berbaringlah jika dalam posisi duduk, tidurlah ke tanah yang merupakan bahan baku Allah SWT menciptakan manusia, berusahalah diam dan tenang karena penyebab amarah adalah gejolak dan penyebab gejolak adalah gerakan.  Apabila belum reda, maka berwudhulah dengan air yang dingin karena emosi itu berasal dari api dan api akan padam dengan air.

Seorang teman ketika peristiwa bom kembali menguncang negeri, dengan tangan yang terkepal, menahan gemeretak giginya, namun hatinya sedih, sambil menitikkan air matanya seraya berdoa: “Ya Allah, ampunilah dosaku, hilangkanlah kemarahan hatiku, dan lindungi aku dari berbagai fitnah yang menyesatkan). Aamiin.

Tidaklah lebih baik dari yang menulis ataupun yang membaca, karena yang lebih baik di sisi ALLAH adalah yang mengamalkannya.

Ustaz Erick Yusuf
pemrakarsa Training iHAQi (Integrated Human Quotient)
twitter: @erickyusuf