Selasa, 30 Oktober 2012

Sabar Itu Bukanlah Pasrah

Indahnya Kesabaran

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS 2:155)


Sabar merupakan bagian dari kecerdasan emosi berupa sifat pengendalian diri. Sesungguhnya orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya. Berilah berita gembira pada orang-orang yang sabar, karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Menurut Rabiah Adawiyah, Orang yang sabar adalah orang yang gembira hatinya ketika mendapat musibah sama gembiranya ketika ia mendapat berkah. Karena orang yang sabar yakin segala sesuatu itu datang dari Allah dan apa yang datang dari Allah adalah yang terbaik sehingga ia bergembira.

Sabar bukanlah pasrah yang menerima segala sesuatu tanpa melakukan apapun. Sabar adalah usaha maksimal yang dilakukan dan selanjutnya menyerahkan hasilnya pada keputusan Allah. Sabar merupakan suatu keadaan hati yang rela dan ridha atas apapun ketentuan Allah.

Ada 5 hal yang menuntut kesabaran dalam menghadapi dan menjalankannya, yaitu;

1. Sabar dalam beribadah
Menjalankan ibadah sesuai dengan ketentuan, tidak buru-buru, berat maupun ringan dijalankan dengan sungguh-sungguh. Salah satu ibadah yang menuntut kesabaran yang tinggi adalah Shalat berjamaah. Rajin Shalat berjamaah dapat melatih kesabaran.

2. Sabar dalam berjihad
Berjihad atau berjuang tidak hanya dalam berperang, menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh juga merupakan jihad. Meningkatkan disiplin diri, rajin, memberikan pelayanan yang baik (pelayanan prima) adalah implementasi jihad yang nyata. Melayani dan memenuhi kebutuhan keluarga juga termasuk jihad. Jadi bersabarlah dalam berjihat, bersabar dalam bekerja, bersabar dalam berkeluarga.

3. Sabar dalam menghadapi maksiat
Sesungguhnya musibah yang ditimpakan memperlihatkan akibat perbuatan manusia itu sendiri, diturunkan sebagai peringatan supaya mereka kembali bertaqwa. Sabar dalam menghadapi maksiat bukan berarti membiarkannya merajalela, tetapi mencegahnya dengan segala upaya. Mulai dari kekuasaan, tindakan, dan perkataan. Dan selemah-lemah upaya adalah dalam hati dengan tekad, mulailah dari diri sendiri, dari hal yang paling kecil, saat ini.

4. Sabar dalam urusan dunia
Selalu melihat kebawah, merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah (d’masiv)

5. Sabar dalam menghadapi musibah
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. (QS 2:155)

Artinya: Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali. Kalimat ini dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil. Sabar dalam menghadapi musibah, menerima dengan ikhlas karena setiap musibah yang ditimpakan pada manusia sesuai dengan kapasitas yang sanggup dipikul oleh manusia itu. Sesungguhnya dibalik kesulitan ada kemudahan

Dalam sebuah hadist Qudsi Allah berkata; “Ketika Ku timpakan musibah pada seorang hamba, lalu ia bersabar, sungguh Aku malu menghitung dosanya pada Hari Kiamat”. Subhanallah.., indahnya. Jadi hiasilah dirimu, hatimu dan hari-harimu dengan sabar karena sesungguhnya sabar adalah pakaian yang indah dan Allah senantiasa bersama orang-orang yang sabar.