Selasa, 30 Oktober 2012

Keutamaan Bagi Siapa Yang Bershalawat

Ungkapan Empat Malaikat ALLAH, JIbril, Mikail, Israfil dan Israil Alaihissalam Tentang Keutamaan Bagi Siapa Yang Bershalawat Ke Atas Nabi Shallalllahu Alaihi wa Sallam

Rasulullah S.A.W telah bersabda bahwa, “Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku.


Berkata Jibril A.S. : “Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca selawat ke atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa diamelintasi titian seperti kilat menyambar.”

Titian shirotol mustaqim adalah suatu jembatan Rahmad dan adzab ALLAH Ta’ala, barang siapa yang dengan selamat melewati titian tersebut niscaya ALLAH Subhana wa Ta’ala akan memasukkan seorang manusia itu kepada Rahmad-Nya menjadi ahli syurga serta kekal didalamnya. Akan tetapi barang siapa yang apabila saat melintasi titian tersebut dengan bersusah payah dan terjatuh ketika melintasinya, maka sesungguhnya ia telah terjatuh kepada lembah kebinasaan dan termasuk kepada golongan orang-orang yang merugi sedang siksa adalah suatu jalan yang ia pilih semasa menjalani hidupnya didunia, merugilah ia dengan sebenar-benar kerugian sedang ia kekal didalam neraka  Maka seorang  malaikat ALLAH yang mulia telah berjanji kepada ummat Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam bahwa barang siapa yang bershalawat ke atas diri Nabi niscaya pada hari disaat seorang melintasi titian tersebut seorang  malaikat ALLAH Djibril Alaihissalam akan membimbingnya sehingga ia mampu melewati titian tersebut dengan selamat.

Berkata pula Mikail A.S. : “Mereka yang berselawat ke atas kamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu.”

Telaga Al-Kautsar adalah telaga milik Rasulullah Alaihi wa Sallam untuk para ummatnya, dan hanya bagi orang-orang yang menanglah yang dapat menyentuh telaga Al-Kautsar sedang bagi orang-orang mukmin yang berdosa niscaya ia akan kehausan dan hanya merasakan adzab ALLAH dalam siksa neraka  dan diberi minum dengan nanah yang busuk dan kotor. akan tetapi bagi siapa yang bershalawat ke atas Nabi niscaya seorang malaikat ALLAH akan memberi minum seorang manusia itu dari telaga Al-Kautsar.

Berkata pula Israfil A.S. : “Mereka yang berselawat kepadamu aku akan sujud kepada Allah S.W.T dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T mengampuni orang itu.”

Seorang hamba yang penuh dosa amatlah menyesali akan tiap-tiap amal perbuatannya, namun sesal sudah tiada berarti dikala itu. segala amalan seornag manusia yang bergelimang dosa akan ALLAH balasi dengan siksa yang tiada henti-hentinya seperti Firman ALLAH didalam Qur’an : “jika kulit mereka telah hangus, niscaya Kami akan menggantikannya dengan kulit yang baru”, Masha ALLAH..demikian pedihnnya siksa itu. Namun bagi seorang manusia yang kerap bershalawat ke atas Nabi akan tetapi ia adalah seorang manusia yang bergelimang dosa semasa hidupnya, niscaya seorang Malaikat ALLAH Israfil Alaihissalam akan senantiasa bersujud kepada ALLAH Ta’ala untuk memohon ampunan  kepada ALLAH agar ALLAH mengampuni  orang tersebut dan tidak akan mengangkat kepala maupun wajah beliau dari sujud sampai ALLAH mengampuni segala dosa seorang mukmin yang berdosa tersebut dan memasukkannya kedalam Rahmad-Nya. Subhanallah..

Malaikat Izrail A.S juga berkata : “Bagi mereka yang berselawat ke atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi.”

Berpisahnya antara ruh dengan jasad adalah suatu peristiwa terbesar dalam sejarah hidup manusia, yaitu ketika seorang malaikat ALLAH Izrail Alaihissalam mencabut nyawa seorang manusia hingga terpisahlah kedua di antaranya yaitu ruh dan jasad. bagi seorang manusia yang berlumur dosa niscaya Malaikat Izrail Alaihissalam akan mencabut nyawa manusia tersebut dengan keras dan kasar, sedang bagi seorang manusia yang beramal shaleh  niscaya Malaikat Izrail Alaihissalam akan mencabut nyawanya dengan selembut-lembutnya.

Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah S.A.W.? Para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang berselawat ke atas Rasulullah S.A.W.

Dengan kisah yang dikemukakan ini, kami harap para pembaca tidak akan melepaskan peluang untuk berselawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan  Allah, Rasul dan para malaikat. (by.tausyah)