Selasa, 16 Oktober 2012

Jika Orang Menghina Tidak Usah Dibalas

Jika orang menghina tidak usah dibalas. karena kita belajar memahami agama supaya bisa berbuat lebih baik, maka balaslah kejelekan dengan kebaikan karena semua perbuatan akan kembali kepada pelakunya. Jangan Galau dengan kejelekan orang tapi galaulah dengan kejelekan diri sendiri.

OBAT GALAU 

 Biarkan hari berlalu dengan segala lakunya, Lapangkan dada atas segala Takdir-Nya

Janganlah gundah dengan segala derita
Karena cobaan dunia hanya sementara

Tangguhkan jiwa atas segala nestapa
Hiasi diri dengan maaf dan sikap setia

Semua aib akan dapat tertutup dengan kelapangan dada
Layaknya kedermawanan menutupi cela manusia

Tak ada kesedihan yang abadi, begitupun suka ria
Dan tak ada pula cobaan yang kekal, begitupun riang gembira

Di depan musuh, janganlah engkau bersikap lemah
Karena hinaan dari seteru adalah bencana

Dan jangan pernah berharap dari kikir durjana
Karena api takkan menyediakan air untuk si haus dahaga

Rizkimu takkan berkurang karena ditunda
Dan takkan bertambah karena lelah mencarinya

Bila engkau punya hati qona'ah bersahaja
Tak ada bedanya engkau dengan pemilik dunia

Bila kematian sudah datang waktunya
Tak ada lagi langit dan bumi yang bisa membela

Ingatlah, dunia Allah sangat luas tak terhingga
Tapi bila takdir tiba, angkasa pun sempit terasa
Maka biarkanlah hari berlalu setiap masanya
Karena kematian tak ada obat penawarnya
(Imam Syafi'i)
----------------------------------------------------------------------------
DAHSYATNYA ISTIGHFAR 

Imam Al-Qurthubi mengisahkan, ada seorang laki-laki mengadu kepada Hasan Bashri tentang kegersangan (kemarau). Hasan Bashri berkata, "istighfarlah kepada اَللّهُ".

Yang lain mengadu kepada beliau tentang kemiskinan. Hasan Bashri juga berkata, "istighfarlah kepada اَللّهُ".

Yang lain mengeluhkan, "doakan aku kepada اَللّهُ agar aku dikaruniakan an
ak".

Hasan Bashri juga menyarankan yαng sama, "beristighfarlah kepada اَللّهُ".

Dan yang lain lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan di kebunnya, Hasan Bashri pun berkata, "Beristighfarlah kepada اَللّهُ".

Kemudian dalam satu kesempatan, Rabi' bin Shabih menemui Hasan Bashri. "Banyak orang mengadukan bermacam-macam masalah dan mengapa anda memerintahkan mereka untuk beristighfar?" Tanya Rabi'.

Hasan Bashri menjawab, "Aku tidaklah mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Tetapi sungguh اَللّهُ SWT telah berfirman;
"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai"
(QS Nuh: 10-12)
-----------------------------------------------------------------------------------
BELAJAR LEGOWO
Agar hati tak jengkel dan larut dalam kemarahan kepada seseorang...Yang melakukan kesalahan (versi kita)

segera ingat-ingat jasa-jasa, kebaikan-kebaikannya sebanyak-banyaknya, terutama hal-hal yang membuat diri kita bisa berubah jadi lebih baik

Dan ingatlah di sisi Alloh setiap kebaikan dilipatgandakan 10 X lipat ganjarannya,
sedangkan kesalahannya hanya dicatat satu dan mudah bagi-Nya untuk mengampuninya dalam sekejap

Jangan-jangan kita memarahi orang yang disukai Alloh dan yang sudah diampuni kesalahannya
 -----------------------------------------------------------------------------------
 PASTI UNTUNG 
Kejadian sepahit dan segetir apapun yang bisa membuka mata hati kita sehingga bisa tahu dan sadar akan kesalahn diri adalah karunia yang besar

Karena keberuntungan kita adalah bila Alloh membuka kekurangan kita kepada diri kita sendiri, itulah gerbang tobat

Dari pintu tobat inilah akan smakin terbuka pintu ma'rifat, kenal dan yakin serta patuh lahir bathin kepada Alloh, ygan pasti berbuah akhlaqul karimah

Petaka adalah jika kita tertipu oleh pujian/penghormatan makhluk. sehingga kita buta akan kekurangan diri, tak akan bisa bertobat

Siapapun yang tak luluh hati karena tobat, niscaya akan ada hijab tebal yang menghalanginya dari keyakinan dan kepatuhan kepada Alloh
----------------------------------------------------------------
MENUNTUT BERUBAH 
Kita sering amat berharap dan menuntut orang lain berubah, namun apakah kita lebih sungguh-sungguh menuntut diri sendiri berubah ?

Kita sering berpikir dan berupaya keras untuk merubah orang lain, namun apakah kita sudah lebih habis-habisan berupaya merubah diri?

Kita sering jengkel dan kecewa melihat yang lain kurang berubah, namun pernahkah kita amat kecew
a dan sedih melihat diri tak kunjung berubah ?

Ketahuilah kita tak akan kuasa merubah hati orang lain, karena setiap hati ada dalam genggaman-Nya, hanya DIA yang kuasa membolak balik hati

Kewajiban ber-amar ma'ruf nahyi mungkar adalah dengan memberi tauladan dan mengingatkan dengan berbagai cara yang hikmah

Tugas terpenting kita adalah menjaga amanah tentang diri kita sendiri, siapa lagi yang bertanggung jawab merubah diri kita selain diri sendiri

Kita harus berupaya membantu orang berubah, namun jangan mengabaikan tugas utama kita yaitu memperbaiki diri sendiri

Percayalah siapapun yang gigih memperbaiki diri karena Allah, pada saat yang sama dia sudah berbuat sesuatu untuk memperbaiki yang lain

Mudah bagi Alloh memilih diri kita jadi jalan perubahan bagi yang lain, sebagai karunia bagi hamba-NYA yang bisa mmperbaiki dirinya sendiri