Senin, 29 Oktober 2012

Jangan Lupa Tanyakan Dalam Diri

Pasangan Hidup

Bismillaah...

Ketika kita hendak menuntut kriteria pasangan hidup yang begini atau begitu.. Jangan lupa tanyakan dalam diri , mampukah kita menjadi apa yang kita tuntutkan tersebut? Jika kita terlalu banyak menuntut , sudahkah kita bertanya berapa banyakkah yang mampu kita beri sebagai timbal balik atas banyaknya tuntutan kita terhadapnya?? 


Tidak bijak rasanya , Jika kita meminta orang lain menjadi seperti apa yang kita tuntut , sementara kita sendiri malah tak bisa menjadi satu pun dari deretan tuntutan yang kita ajukan untuk calon pasangan hidup kita.
Anda pemarah, dan anda mendambakan seorang pendamping yang sabar?? Kenapa?? Karena anda ingin diuntungkan... Padahal anda hendak merugikan dan menyakiti orang lain dengan amarah anda yang tidak mampu anda kendalikan. Anda ingin pendamping yang mau menerima dengan damai sifat pemarah anda tanpa perlawanan, karena anda tahu betul jika pendamping anda sama pemarahnya seperti anda, pasti terjadi perang dunia ke tiga :D

Keutuhan rumah tangga pun hanya tinggal kenangan.. Perceraian pun jadi pilihan, karena udah gak ada kecocokan (kea alesan artis-artis aja :P)

Anda kekanakan, dan anda mendambakan seorang seorang pendamping yang dewasa. Kenapa?? Karena anda ingin dimengerti... Anda egois, anda ingin orang lain mengerti anda, sedangkan anda sendiri ingin menjadi tuan putri yang titahnya selalu ingin dituruti, yang suka bertindak semau sendiri.. Tanpa perduli apakah orang lain terusik dan tersakiti oleh sikap kekanak-kanakan anda.

Pernikahan adalah untuk saling melengkapi... Saling melindungi.. Saling mengerti... Saling memberi... Saling menerima...

Jika kita sadar ada sikap kita yang mungkin akan merugikan dan menyakiti pasangan kita, Jangan selalu berfikir untuk membebankan semua kepada pasangan kita.. Belajarlah memperbaiki sikap yang tidak baik dalam diri, meski tidak bisa berubah total, setidaknya berusahalah untuk mengontrolnya agar tidak menjadi kebiasaan buruk yang mendarah daging hingga sama sekali tak mampu kita rubah... meski sedikit mengontrolnya.

Mari berusaha menjadi pasangan yang banyak memberi, banyak mengerti.. Bukan pasangan yang banyak menyakiti dan membebani...

Jangan dzalimi pasangan kita dengan keegoisan kita :')

Barakallahu Laka Wa Barakaah 'Alaika Wa Jama'a Bainakuma Fi Khair

“Semoga berkah Allah dilimpahkan kepadamu, semoga berkah Allah dilimpahkan atasmu, serta menghimpun engkau berdua dalam keadaan yang baik (kebahagiaan)”

Barakallaahu Fiikum. 
Original Created by : Ameera 'Afya' Nurjannah
-----------------------------------------------------------------------------
Copy atau share dipersilahkan... Mo dicantumkan atau tidak nama penulisnya, tidak masalah... Asal jangan diakui sebagai hasil karya anda saja..