Senin, 29 Oktober 2012

Cara Pertolongan Allah

Peta Jalan Menuju Pertolongan ALLAH

Dalam menjalani kehidupannya di dunia manusia tidak lepas dari masalah dan kesulitan. Manusia yang kuat adalah manusia yang mampu menghadapi setiap permasalahan dan kesulitan tersebut dan bukannya lari menghindar. ALLAH berfirman dalam Al-qur’an bahwa setiap manusia pasti akan diuji. Bentuk ujian bermacam-macam diantaranya masalah dan kesulitan.
Namun seiring dengan itu ALLAH juga berjanji bahwa: “ tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” (QS; 2:286). Untuk menghadapi berbagai masalah dan kesulitan hidup, manusia dapat menempuh jalan untuk mendapatkan pertolongan ALLAH yang ditunjukkan dalam Al-qur’an. Jalan tersebut akan melalui beberapa ‘pitstop’ sebelum sampai pada finish yang akan berakhir Insya Allah dengan kemenangan. Jalan tersebut secara sederhana dapat dipetakan (roadmap) sebagai berikut;

1.    Yakin
Yakin merupakan kepercayaan dalam hati dengan tidak ada keraguan sedikitpun akan datangnya pertolongan ALLAH. Keyakinan ini merupakan perwujudan dari iman. Sesulit apapun situasi yang dihadapi, jangan memikirkan bagaimana cara ALLAH akan menolong kita.  Tugas kita hanya yakin dan percaya bahwa ALLAH Maha Kuasa atas segala sesuatu dilangit dan dibumi. Kesulitan yang kita hadapi betapapun besarnya merupakan hal kecil bagi ALLAH. Dalam Al-qur’an dinyatakan bahwa pertolongan ALLAH itu datangnya dari arah yang tidak disangka-sangka. Jadi jangan pikirkan cara ALLAH bekerja, cukup yakin saja bahwa pertolongan itu akan tiba.

2.    Do’a
Do’a adalah permintaan atau permohonan yang kita sampaikan pada ALLAH. Selalu iringi hari-hari sulit dengan memanjatkan do’a pada ALLAH. Walaupun sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati, namun do’a menunjukkan adanya kesungguhan kita yang sangat berharap akan pertolongan dari ALLAH. Bukankah ALLAH telah berjanji “memohonlah padaKu maka akan Aku kabulkan…” Memohon pada ALLAH dengan santun dan penuh pengharapan. Sampaikan pada ALLAH semua yang menjadi kegundahan hati dengan penuh kekhusu’an, namum sebaik-baik perkataan adalah bahasa Al-qur’an. Pilihlah kata-kata do’a yang dituntun dalam Al-qur’an, do’anya para Nabi dan do’a yang diajarkan ALLAH dan RasulNya dalam Al-qur’an dan sunnah. Penting juga untuk diperhatikan, manfaatkan momen-momen istimewa dimana do’a biasanya diijabah dan dikabulkan lebih cepat. Diantaranya saat ruku’ sebelum I’tidal (bangkit dari rukuk), saat sujud, dimana pada saat tersebut seorang hamba berada sangat dekat dengan Penciptanya, antara Adzan dan Iqamah, saat para malaikat turun kebumi untuk menjemput segala permintaan dan mengangkatnya kelangit, dipenghujung malam dimana hanya ada kita dan ALLAH dalam kesunyian yang damai. Selain itu juga pada hari Jum’at, hari yang mulia bagi umat Islam, do’a ketika berpuasa, do’anya orang terania, fakir miskin dan kaum dhu’afa. Manfaatkan saat-saat istemewa tersebut untuk menyampaikan do’a-do’a.

3.    Ikhtiar
Ikhtiar adalah usaha sekuat tenaga dengan mengerahkan seluruh kemampuan, tidak malas, tidak lalai dan mampu memanfaatkan waktu dengan baik. Bukan berarti menghalalkan segala cara, tetap ikuti prosedur dan aturan yang berlaku, tidak melanggar hukum dan syariat agama.  Ikhtiar diwajibkan oleh ALLAH pada manusia, bahkan pada hamba-hamba insan pilihan yang sangat dicintai ALLAH seperti Siti Hajar dengan ikhtiar yang luar biasa untuk mendapatkan air untuk anaknya. Jadi jangan putus asa, iringi do’a dengan usaha, sertai usaha dengan do’a.

4.    Tawaqal
Tawaqal adalah berserah diri pada ALLAH. Ini adalah akhir dari perjuangan, apapun hasil yang telah ditetapkan ALLAH adalah hasil yang terbaik untuk kita. Ikhlas merupakan kunci ketenangan hati untuk tawaqal sehingga dapat menerima apapun keputusan ALLAH. Bisa saja hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan harapan, tapi yakinlah bahwa semua itu dari ALLAH dan itu yang terbaik. Dalam Al-qur’an ALLAH berfirman “…boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu pada hal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS; 2:216).

Itulah jalan yang harus ditempuh jika kita bertujuan untuk mendapatkan pertolongan ALLAH dalam menghadapi masalah dan kesulitan dalam kehidupan. Akhir perjalanannya Insya Allah menuju kemenangan.  “Just Do The Best God Will Do The Rest” dapat dijadikan pedoman dalam kesungguhan berusaha. Untuk bisa ikhlas dan tawaqal, yakin dan percaya pada ungkapan berikut:

Jika Tuhan mengabulkan harapanmu itu menandakan Dia menyayangimu.
Jika Tuhan belum mengabulkan harapanmu, Dia menunda hingga saat yang tepat.
Jika Tuhan tidak mengabulkan harapanmu, Dia menyiapkan sesuatu yang lebih baik dari itu
Jadi selalu berbaik sangka pada ALLAH, sesungguhnya ALLAH sebagaimana persangkaan hambaNya. 

Selamat berjuang, selamat menjemput kemenangan. Kemenangan sejati adalah ketenangan di hati. Maha Suci Allah, hanya padaNya kita menyembah dan hanya padaNya kita minta pertolongan.(by.Riny Yunita)