Senin, 15 Oktober 2012

6 Tauhid Yang Tertanam Dalam Kehidupan Kita

Buah Tauhid dalam Kehidupan 

Jika tauhid yang murni telah tertanam di dalam kehidupan pribadi ataupun dalam kehidupan berjamaah maka tauhid tersebut akan membuahkan dampak yang baik bagi kehidupannya. Di antara buah tauhid tersebut adalah:
1. Tauhid membebaskan jiwa dari penyembahan dan tunduk pada selain Allah.
Semua yang ada di dunia ini adalah makhluq Allah SWT. Mereka tidak bisa menciptakan sesuatu yang belum. Tidak bisa memberikan kemanfaatan pada dirinya dan tidak pula bisa memberikan mudhorat. Tidak bisa menghidupkan yang mati, tidak bisa mematikan yang hidup.

Tauhid pada dasarnya memberikan kebeasan bagi manusia dari segala bentuk penyembahan kepada selain Allah. Membebaskan aqal dari bentuk-bentuk khurofat dan keragu-raguan. Membebaskan hati dari ketundukan dan penyerahan diri kepada makhluq. Dan membebaskan kehidupan dari dominasi tuhan-tuhan tandingan yang mereka ambil dari makhluq Allah dan membebaskan dari dominasi dan pengaruh dukun dan orang-orang yang ingkar dari penyembahan kepada Allah.

Karena alas an inilah para pemimpin kaum musyrikin dan orang-orang jahiliyah dahulu menentang dakwah para rasul secara umum dan dakwah nabi Muhammad secara khusus. Karena mereka memahami bahwa makna kalimat ‘La Ilaha Illallaah’ adalah merupakan deklarasi secara umum terhadap pembebasan manusia dari ibadah kepada selain Allah.

2. Tauhid membentuk pribadi manusia yang tangguh.
Tauhid membentuk kepribadian yang tangguh, yang memiliki tujuan yang khusus dalam kehidupannya dan memiliki tujuan yang satu. Dia tidak memiliki tuhan kecuali tuhan yang satu. Menyembah kepadaNya baik dalam keadaan terlihat maupun terang-terangan. Dan selalu berdoa kepadanya baik dalam keadaan senang maupun susah. Berbeda dengan orang yang mensekutukan Allah (Musyrik), hati mereka terbagi-bagi pada beberapa tuhan dan sesembahan-sesembahan. Terkadang menyeru dan meminta kepada yang hidup dan terkadang meminta kepada yang mati. Dalam hal ini, nabi Yusuf Alaihis salam berkata:

Wahai kedua penghuni penjara! Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa, Maha Perkasa?(QS. Yusuf: 39)

Maka orang-orang beriman hanya menyembah tuhan yang satu. Sehingga dengan begitu dia tahu apa saja yang diredoi oleh tuhannya dan apa saja yang dibenci olehNya. Ketika dia melakukan sesuatu yang diredoi oleh Allah maka tenanglah hatinya. Sedangkan orang-orang yang menyekutukan Allah, mereka menyembah banyak tuhan. Yang satu menyeru dia untuk menempuh jalan ke kanan dan yang lain menyeru dia untuk menempuh jalan ke kiri. Hatinya terpecah antara tuhan-tuhan tersebut dan tidak ada kepastian.

3. Tauhid merupakan sumber keamanan bagi manusia.
Tauhid merupakan sumber keamanan bagi manusia, karena tauhid memenuhi hati dengan rasa aman dan tenang. Tidak ada yang ditakuti selain Allah. Tauhid telah menutup pintu-pintu rasa takut terhadap kekurangan rizki dan kematian. Menutup pintu-pintu rasa takut terhadap manusia, jin, kematian dan yang lainnya yang menjadi ketakutan manusia.

Orang beriman memiliki tauhid yang kuat tidak akan takut kepada apapun selain Allah. Karena inilah dia akan merasa aman walaupun diancam oleh manusia dengan suatu yang membahayakan dirinya. Merasa tenang jika diusik oleh orang lain. Inilah sifat orang beriman yang digambarkan oleh Allah dalam Al Qur’an:
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk. (QS: Al An’am: 82).

Keamanan yang terbentuk merupakan keamanan yang tumbuh dari dalam jiwa bukan keamanan yang terbentuk karena penjagaan satpam ataupun polisi. Ini baru merupakan keamanan yang ditimbulkan oleh tauhid di dunia, adapun keamanan di akhirat akan lebih besar dan lebih kekal. Keamanan ini tidak didapatkan kecuali dengan ikhlas beribadah hanya untuk Allah dan tidak mencampur-adukkan ketauhidan kepadaNya dengan perbuatan syirik. Karena syirik merupakan kezholiman yang sangat besar.

4. Tauhid merupakan sumber kekuatan jiwa.
Tauhid memberikan kekuatan kepada jiwa, karena tauhid mengisi jiwa dengan sifat roja’ (harapan kepada Allah), sifat tsiqoh (percaya penuh kepada Allah), sifat tawakkal, ridho kepada ketetapan Allah, sifat tidak tergantung kepada makhluk. Dia teguh seperti sebuah gunung. Jika ditimpa oleh musibah maka dia meminta kepada Allah untuk menghilangkan musibah itu darinya, bukan meminta kepada benda-benda mati. Syi’ar dalam hidupnya adalah sabda rasullallah SAW:

Jika kamu meminta, maka pintalah kepada Allah. Dan jika kamu meminta pertolongan maka pintalah pertolongan kepada Allah. (HR. At Tirmizi)
Dan firman Allah SWT:

Dan Jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS: Al An’am: 17).

5. Tauhid merupakan dasar persaudaraan, persamaan dan keadilan.
Tauhid merupakan dasar persaudaraan, persamaan dan keadilan, karena karena tauhid kepada Allah tidak mengizinkan bagi pengikutnya untuk menjadikan sebagian yang lainnya sebagai yang dipertuhankan selain Allah. Manusia di sisi Allah adalah sama. Berasal dari asal yang satu yaitu Adam. Sebagaimana Allah berfirman:

Hai manusia, bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kalian dari jiwa yang satu. (QS: An Nisa’: 1).

Manusia tidak dilebihkan dari yang satu dengan yang lainnya kecuali karena takwanya. Rasulallah SAW bersabda:

Hai manusia, sesungguhnya tuhan kalian adalah tuhan yang satu, dan bapak kalian adalah satu. Setiap kalian berasal dari Adam dan Adam berasal dari tanah. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian. Dan tidak ada kelebihan antara orang arab dari orang yang bukan arab, tidak juga ada kelebihan bagi orang yang bukan arab dari orang arab. Tidak ada kelebihan antara yang berkulit merah dengan yang berkulit putih, tidak juga ada kelebihan antara orang yang berkulit putih dari orang yang berkulit merah kecuali karena takwanya. (HR. Bukhori dan Muslim).

6. Tauhid merupakan sebab dibukakannya pintu-pintu rizki dan kebaikan bagi manusia.
Dengan tauhid Allah akan membukakan bagi manusia pintu-pintu rizki dan kebaikan dari langit dan bumi. Tauhid juga merupakan sebab datangnya kemuliaan dan pertolongan Allah kepada orang-orang yang beriman dari ancaman musuh-musuh mereka walaupun umat islam berjumlah sedikit. Allah SWT berfirman:
 
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.(QS. Al A’raaf:96). (Diposkan olehHerman. HS)