Senin, 03 September 2012

Prinsip Tawakal

4 Unsur Prinsip Tawakal (Mujahadah, Do'a, Syukur, Sabar) 

Islam mengajarkan kita untuk menyertakan Tawakkal Principles (prinsip-prinsip tawakal) dalam proses pencapaian cita-cita. Suatu aktivitas dan kreativitas bisa dikategorikan menggunakan Tawakkal Principles apabila mengandung empat unsur:

 
1.      Mujahadah.
 
Mujahadah diambil dari kata Jahada, artinya sungguh-sungguh. Allah SWT memerintahkan agar kita sungguh-sungguh dalam melakukan suatu pekerjaan, jangan asal-asalan. Kalau kita jadi mahasiswa, belajarlah sungguh-sungguh dan selesaikan tepat waktu. Kalau kita jadi pedagang, berikan pelayanan dan produk terbaik agar pelanggan ketagihan menggunakan produk yang kita jual. Kalau kita jadi karyawan, selesaikan pekerjaan sesuai target agar pihak manajemen menilai positif  cara kerja kita.

Mujahadah, selain bermakna sungguh-sungguh, juga bermakna sistematis. Suatu pekerjaan hasilnya akan menggembirakan apabila dilakukan dengan kesungguhan dan sistematis, sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut, 
 
Maka apabila kamu telah selesai dari sesuatu pekerjaan/urusan, maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”.( QS. Asy-Syarh 94: 7-8)
 
2.      Doa
 
Allah SWT memiliki kekuasaan tak terhingga, sedangkan kita memiliki banyak kelemahan. Karena itu, walaupun sudah melakukan mujahadah, kita harus memohon kekuatan dari Allah SWT agar pekerjaan bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang selalu berdoa memohon pertolongan-Nya. Apabila kita sering mengingat-Nya dalam segala aktivitas, Allah pun akan menolong kita. Kalau kita melupakan-Nya, Dia pun akan melupakan kita, 
 
“ Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku”. ( QS. Al Baqarah 2: 152)
 
3.      Syukur
 
Apabila mujahadah dan doa menyertai seluruh aktivitas dan kreativitas kita, insya Allah kesuksesan yang kita raih akan mengantarkan pada rasa syukur. Prinsip ini perlu kita pegang karena kesuksesan sering mengantarkan manusia pada keangkuhan, padahal angkuh adalah sifat yang paling dimukai Allah SWT. Apabila kita pandai bersyukur, Allah SWT akan semakin menambah nikmat-Nya:
 
” Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku amat pediah”.(QS. Ibrahim 14: 7)
 
4.      Sabar
 
Sabar artinya tahan uji menghadapi berbagai cobaan. Mungkin saja kita telah bekerja keras, sistematis, dan disertai doa, namun sangat mungkin hasilnya tidak seperti yang kita harapkan. Nah, sabar adalah obatnya. Sabar bukan diam dan meratapi kegagalan, tetapi sabar adalah introspeksi dan bekerja lebih baik lagi agar kegagalan tidak terulang kembali.
 
“ Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (waspada/mawas diri)...( QS. Ali Imran 3: 200)
 
Inilah prinsip-prinsip tawakal yang harus melandasi seluruh aktivitas dan kreativitas kita. Apabila hal ini dilakukan, kita akan sadar bahwa kemenangan, kesusesan dan keberhasilan tidak bisa diraih tanpa pertolongan-Nya.