Sabtu, 08 September 2012

◈◐◈ Kebebasan dalam pekerjaan bagi kaum hawa.◈◑◈

◈◐◈ Kebebasan dalam pekerjaan bagi kaum hawa.◈◑◈


Assalamu'alaiku
m warohmatullohi wabarokatuh.

Islam menganggap perempuan sebagai salah satu dari dua fondasi masyarakat dan meletakkan tanggung jawab-tanggung jawab ke atas pundaknya. Perempuan tidak bisa dan tidak boleh menjadi anggota yang lumpuh dan makhluk pengangguran yang tidak berguna. Islam menganggap bahwa pekerjaan adalah tugas dan termasuk ibadah yang terbaik sehingga memerintahkan kepada para pengikutnya untuk mewaspadai pengangguran bermalas-malasan dan berhela-hela. Terdapat banyak hadist yang berkaitan dengan hal ini.

Rasulullah bersabda

"Ibadah ada 70 bagian dan yang paling utama adalah mencari rejeki yang halal."

Imam Musa bin Ja'far as berkata

"Sesungguhnya Allah 'Azza Wajalla sangat membenci hamba yang selalu tidur dan pengangguran."

Bekerja menurut perspektif Islam bukan merupakan hak melainkan tugas dan baik laki-laki maupun perempuan dalam hal ini tidak berbeda. Perempuan juga harus melaksanakan tugasnya dalam hal-hal sosial dan bebas memilih pekerjaannya. Namun dengan memperhatikan penciptaan khusus secara fisik dan kejiwaan maka tidaklah setiap pekerjaan baik baginya dan bagi seluruh individu masyarakat. Perempuan adalah eksistensi yang lembut dan cantik. Karena kelembutan dan kecantikannya yang menarik bagi laki-laki maka dia harus berusaha untuk memilih pekerjaan yang tidak merusak kecantikannya.(menimbulkan pandangan buruk terhadapnya). Oleh karena itu melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berat susah dan melelahkan tidak baik bagi kaum perempuan seperti mengendarai mobil-mobil berat pekejaan (lembur) malam buruh tambang buruh pelebur besi buruh perusahaan semen buruh perusahaan pembuatan mobil pertanian peternakan dan semacamnya.

Melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti itu kebanyakan berada di luar kemampuan banyak perempuan dan membahayakan kecantikan kelembutan serta daya tarik yang mereka miliki.

Dengan alasan ini Islam memerintahkan kepada kaum laki-laki supaya tidak mendorong kaum perempuan kepada pekerjaan-pekerjaan tersebut.

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata kepada putranya Imam Hasan

"Janganlah engkau mendorong perempuan untuk melakukan pekerjaan di luar kemampuannya. Maka hal yang demikian lebih baik bagi keadaannnya dan lebih menenangkan hatinya serta lebih menjaga kecantikannya. Maka sesungguhnya perempuan adalah lembut seperti bunga dan bukan seorang yang gagah."

Hal penting lainnya adalah kelembutan kecantikan dan daya tarik perempuan yang identik dengan ketidakmampuan kaum pria untuk menghadapi gelora seks. Ini merupakan sesuatu yang wajar. Oleh karena itu berguna bagi kaum perempuan dan demi kemaslahatan sosial apabila mereka menerima pekerjaan-pekerjaan yang berada di lingkungan yang sedikit berhubungan dengan para pria asing sehingga mereka terjaga dari bahaya-bahaya yang mungkin terjadi dan yang merusak keimanan serta harga diri.

Ini membantu keselamatan dan kesucian lingkungan sosial khususnya bagi para pemuda dan pria lajang.

Poin paling penting yang juga harus diperhatikan bahwa perempuan adalah eksistensi sentimentil (berperasaan) dan kebanyakan lebih cepat dipengaruhi perasaan dibandingkan para laki-laki. Oleh karena itu melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih membutuhkan ketajaman dan kekerasan tidak baik bagi kaum perempuan seperti pekerjaan-pekerjaan militer ketentaraan dan pengadilan.( walau kenyataan sekarang banyak dari kaum hawa yang bekerja dibidang ini)

Hal terakhir yang harus diperhatikan oleh para perempuan dalam memilih pekerjaan adalah menjaga kondisi anak-anak dan melindungi keluarga. Apabila seorang perempuan telah menikah dan mempunyai anak maka ia harus menyadari bahwa tanggung jawab yang satu ini lebih berat yaitu mendidik secara benar anak-anak yang penciptaan khususnya dibebankan di atas pundaknya. Benar bahwa memilih pekerjaan adalah bebas tetapi harus menerima pekerjaan yang tidak menggoncangkan fondasi kehangatan keluarga dan tidak menghilangkan kasih sayang simpati ibu dan pendidikan yang benar terhadap anak-anak.

Dalam kasus-kasus ini intinya adalah kesepahaman. Para lelaki juga harus berhenti dari segala fanatisme yang salah kesombongan diskriminasi dan tradisi dominasi lelaki dan harus mengizinkan para perempuan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dan layak berdasarkan atas kemaslahatan baik individu maupun sosial.

www.info-iman.blogspot.com