Jumat, 28 September 2012

Berprasangka Baiklah, Pasti Akan Baik

Orang-orang Pilihan

Assalamu’alaikum wr. wb.
Pada suatu hari Bang Fulan pergi berjalan kaki ke masjid hendak menunaikan ibadah sholat berjamaah. Selama perjalanan menuju masjid, Bang Fulan telah berhati-hati dengan berjalan di atas trotoar di pinggir jalan. Namun apa dikata, seorang pengendara sepeda motor telah memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi dan kurang berhati-hati hingga akhirnya menabrak Bang Fulan yang menyebabkan Bang Fulan terluka parah sehingga harus dirawat di rumah sakit.

”Seandainya kemarin aku ’nggak pergi ke masjid dan tinggal di rumah saja, tentunya akan lebih baik karena aku tidak akan seperti ini”. Demikian Bang Fulan menyampaikan keluh kesahnya dengan nada penyesalan yang teramat dalam kepada Bang Nafil (sahabatnya) saat menjenguknya di rumah sakit.

Mendengar keluh kesah dari Bang Fulan tersebut, Bang Nafil berupaya untuk menanggapinya:

Saudaraku…,
Janganlah engkau mengeluh seperti itu. Ingatlah, bahwa dalam salah satu hadits qudsi, Ahmad, Ibn Majah dan Albaihaqi meriwayatkan, bahwa Allah berfirman: “Aku selalu mengikuti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Jika ia berprasangka baik, maka untung baginya. Dan jika berprasangka buruk, maka ia akan terkena bahayanya”.

Lebih dari itu, sadarkah engkau, bahwa sesungguhnya engkau termasuk orang-orang pilihan yang dipilih langsung oleh Allah karena engkau dipandang mampu untuk mendapatkan cobaan seperti ini? Karena seandainya hal ini ditimpakan kepada orang lain, belum tentu mereka bisa tabah dan sabar dalam menghadapinya. Bukankah dalam Al Qur’an, Allah SWT. telah berfirman (yang artinya): “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya...”. (QS. Al Baqarah ayat 286)?

Saudaraku…,
Sudahkah engkau menyadarinya?
Dan mempersiapkan diri untuk menghadapinya?
Dengan berupaya untuk bisa tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan ini dan tetap berbaik sangka kepada-Nya?
Bukankah engkau termasuk orang-orang pilihan yang dipilih langsung oleh Allah karena engkau dipandang mampu untuk mendapatkan cobaan seperti ini? Bukankah Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya?

Mendengar nasehat tersebut, Bang Fulan-pun menyampaikan rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada Bang Nafil yang telah mengingatkannya akan makna sebuah cobaan. Hampir-hampir saja Bang Fulan tergelincir, karena telah salah dalam menata hatinya sehingga hanya keluh kesah serta penyesalan saja yang ada. Padahal justru rasa syukur-lah yang seharusnya ada dalam hatinya karena sesungguhnya dia termasuk orang-orang pilihan yang dipilih langsung oleh Allah karena dipandang mampu untuk mendapatkan cobaan ini.

Saudaraku semuanya…,
Jika cara berpikir kita seperti kisah di atas, tentunya tidak ada alasan sedikitpun bagi kita untuk tidak bersyukur atau berkeluh kesah, bagaimanapun situasi / kondisi yang sedang kita hadapi.

Saudaraku…,
Perhatikan kembali penjelasan Al Qur’an berikut ini (yang artinya): "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim. 7).

Sedangkan dalam salah satu hadits qudsi, Ahmad, Ibn Majah dan Albaihaqi meriwayatkan, bahwa Allah berfirman: “Aku selalu mengikuti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Jika ia berprasangka baik, maka untung baginya. Dan jika berprasangka buruk, maka ia akan terkena bahayanya”.
Semoga bermanfaat!


------------------------------------
NB.
Bang Fulan dan Bang Nafil pada kisah di atas hanyalah nama fiktif belaka. Mohon ma’af jika secara kebetulan ada kemiripan nama dengan kisah di atas!