Senin, 06 Agustus 2012

Mengontrol Diri

Kebiasaan Mengontrol Diri

Dalam hidup, kita selalu punya nafsu dan kemauan tertentu yang terus memburu. Jika negatif yang dituruti, maka akan banyak hal kurang baik yang kita dapati. Sebaliknya, jika yang positif yang kita utamakan, maka banyak manfaat pula yang bisa kita nikmati. Karena itu, keputusan berada di tangan kita.


Kita sendiri yang mengontrol diri, apakah akan mengikuti “panggilan” nafsu atau kemauan yang negatif, atau segera menyingkirkan dan menggantikan dengan yang positif. Di sini, peran kontrol diri yang diikuti dengan pikiran yang terang, jiwa yang lapang, hati yang bersih akan menjadi aspek kontrol yang akan mengarahkan kita pada pencapaian-pencapaian kehidupan yang membahagiakan.

Mari.. kontrol emosi, perilaku, tindak-tanduk, keinginan, kemauan, dan hawa nafsu kita. Arahkan pada hal-hal yang positif! Niscaya akan muncul banyak hal baik, yang akan membuat kita meraih kemenangan sejati sebagai manusia :)

Salam sukses, luar biasa!
Andrie Wongso
--------------------------------------------------------------------------
Istighfar
Istighfar, kalimat yang sangat pendek, tapi memiliki makna yang sangat dahsyat, sangat dalam, sangat indah dalam hidup kita, di dunia dan di akhirat. Istighfar memiliki dua makna.

Yang pertama, setiap kali kita mengucapkan astagfirullahal

'adzim, berarti kita minta ampun kepada Allah, minta dimaafkan kesalahan kita,
minta ditutupi aib-aib kita. Semakin sering kita beristighfar maka semakin bersih diri kita dari dosa, dari kesalahan, dari aib-aib. Karena itu Allah sangat menyukai hamba Allah yang terus beristighfar.

Karena tidak satu pun di antara kita yang bersih dari dosa, maka istighfar kewajiban, kebutuhan kita, agar Allah mengampuni dosa kita, memaafkan kesalahan kita dan menutupi aib kita.


Kembang Anggrek

--------------------------------------------

Ciri Orang Mendapat Lailatul Qodar

Secara umum orang yang mendaptkan malam LQ ditandai dengan perubahan perilakunya menjadi lebih baik dibandingkan keadaan sebelumnya. Secara khusus perubahan perilaku itu bisa dirinci sebagai berikut: (1) Tekun beribadah, setidak-tidaknya tidak berani meninggalkan salat wajib lima waktu; (2) Muncul motivasi untuk lebih memahami ajaran Islam. Jadi, suka belajar tentang Islam dengan membaca buku dan mengikuti pengajian; (3) Mengurangi, bahkan meninggalkan perbuatan buruk yang selama ini menjadi kebiasaannya; (4) tumbuh tanggungjawab lebih besar terhadap anak dan isteri; (5) memikirkan bekal hidup di akhirat, tidak melulu mencari kehidupan dunia; (6) Secara perlahan menjadi manusia yang bisa memaafkan orang lain, sekaligus berkurang kebiasaan untuk cepat marah.  
Wa Allahu a’lam bi al-shawwab
( rmd / rmd )
------------------------------------