Kamis, 30 Agustus 2012

Jangan Jadi Orang Galak

Jadi Orang Jangan Galak-galak Kalau Tak Ingin Kena Stroke

Jakarta, Galak dan suka marah-marah tidak hanya membuat orang cepat tua dan dijauhi teman, tetapi juga mengganggu kesehatan. 

Penelitian membuktikan, orang yang galak lebih rentan kena stroke bahkan meski tidak merokok atau makan junk food. Dibandingkan orang-orang pada umumnya, seseorang yang memiliki sifat temperamental atau gampang marah dan tidak sabaran punya risiko 2 kali lebih tinggi untuk kena stroke. 


Peningkatan risiko ini hampir setara dengan kebiasaan merokok, yang juga merupakan faktor risiko pada serangan stroke. Para ilmuwan di Spanyol membuktikan hal itu setelah mengamati 150 orang dewasa yang mengalami serangan stroke, lalu membandingkannya dengan 300 orang dewasa sehat dari lingkungan yang sama. 

Selain mencatat riwayat penyakitnya, para ilmuwan juga mengamati kepribadian para partisipan. Kepribadian yang buruk, dalam arti gampang marah dan tidak ramah dikaitkan dengan riwayat stres yang sifatnya kronis. 

Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan, stres kronis memang merupakan salah satu faktor risiko pada serangan stroke sperti halnya merokok. Namun yang mengejutkan dalam penelitian ini adalah, peningkatan risiko stroke pada orang pemarah hampir setara dengan kebiasaan merokok. 

Baik sifat pemarah maupun kebiasaan merokok, sama-sama bisa meningkatkan risiko stroke hingga 2 kali lipat. Selain karena merokok dan punya sifat pemarah, risiko stroke juga meningkat dengan adanya riwayat pengalaman traumatis atau emosional. 

Misalnya pad aorang yang pernah sangat berkabung dan gagal berdamai dengan perasaannya, risiko stroke bisa meningkat hingga 4 kali lipat. 

"Pola perilaku bisa menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai pemicu stres dalam hidup," kata Dr Jose Antonio Egido, ahli saraf dari San Carlos University Hospital yang mempublikasikan penelitian itu dalam Journal of Neurology, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (30/8/2012).

 _______________________
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth Kamis, 30/08/2012 07:41 WIB
(up/ir)